Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Duet Anies Baswedan dan Cak Imin akan Membuat Pendukungnya Bubar

Redaksi - Jumat, 01 September 2023 19:12 WIB
452 view
Duet Anies Baswedan dan Cak Imin akan Membuat Pendukungnya Bubar
(Foto: Dok/Leo Bukit)
Dr Warjio MA PhD. 
Medan (harianSIB.com)
Perubahan keputusan duet Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh, akan membuat pendukung Anies Baswedan pelan-pelan akan bubar.
"Itu sudah pasti mempengaruhi. Pendukung Anies Baswedan pelan-pelan akan bubar," kata pengamat politik Sumut Dr Warjio MA PhD kepada harianSIB.com, Jumat (1/9/2023).
Bukan hanya pendukung Anies yang bubar, pendukung PKS juga diperkirakan akan bubar, karena dianggap melanggar kesepakatan bersama Demokrat dan PKS.
"Begitu juga dengan pendukung Demokrat yang sebelumnya memiliki berpeluang besar jadi bakal cawapres Anies, ditambah luka perasaan, tidak akan mendukung Anies kembali," ujarnya.
Ia menilai Partai Demokrat bisa mencabut dukungan terhadap Anies Baswedan dan Cak Imin, dan akan mengalihkan dukungan kepada Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.
"Sudah pasti Partai Demokrat nantinya melihat lebih dahulu peluangnya untuk masuk kepada calon Ganjar atau Prabowo. Kejadian ini perlu dicatat dan menjadi pelajaran bagi Partai Demokrat," ungkapnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat menyebut dipaksa menerima keputusan duet Anies Baswedan dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin oleh Ketum NasDem Surya Paloh.
Partai Demokrat yang sebelumnya menggelar rapat di Cikeas, Bogor, akan menurunkan baliho-baiho yang memuat gambar Anies Baswedan.
"Ya gambar Anies kami take down," kata Anggota Majelis Tinggi Demokrat Syarief Hasan saat dikonfirmasi, Kamis (31/8/2023). Syarief Hasan hadir dalam rapat tersebut.
Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya sebelumnya mengungkapkan momen Cak Imin ditetapkan sebagai cawapres Anies Baswedan. Keputusan itu, kata Riefky, diambil sepihak oleh Ketum NasDem Surya Paloh.
"Namun demikian, sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja parpol koalisi bersama capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan," kata Riefky dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).
"Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023, di NasDem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS," imbuh dia.
Riefky menyebut Anies dipanggil malam itu juga oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan tersebut. Meski demikian, Riefky menyebut Anies hanya mengutus Sudirman, juru bicaranya, untuk menyampaikan keputusan penting tersebut kepada Demokrat dan PKS.
"Malam itu juga, capres Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu. Sehari kemudian, 30 Agustus 2023, capres Anies dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat, melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya," kata Riefky. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru