Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Pilgub Jakarta 2024, Gerindra Akui Jokowi dan Partai Koalisi Bahas Kaesang

* Kaesang Bantah Jokowi Sodorkan Namanya ke Partai
Wilfred Manullang - Jumat, 28 Juni 2024 19:43 WIB
437 view
Pilgub Jakarta 2024, Gerindra Akui Jokowi dan Partai Koalisi Bahas Kaesang
Net/SNN
Presiden Joko Widodo kembali bertemu dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dan kadernya di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Jakarta (harianSIB.com)
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengakui ada pembahasan antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan partai politik (parpol) Koalisi Indonesia Maju (KIM) soal peluang Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep maju Pilkada Jakarta 2024.

"Oh, ada (pembahasan Jokowi dan KIM soal Kaesang maju pilkada)," kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/6/2024).

Menurut dia, para ketua umum partai politik KIM masih mengkaji calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung pada Pilkada 2024. Muzani menyebut KIM masih mencoba kemungkinan memasangkan sosok potensial.

"Ya karena waktunya masih cukup panjang sehingga dilakukan exercise uji coba, kalau ini dengan ini, kalau ini dengan ini," jelasnya dikutip dari Liputan6.com.

Adapun partai politik KIM terdiri dari, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, hingga PSI. Parpol tersebut juga yang mengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024, yang kemudian menjadi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih.

Bantah
Partai Sejahtera Indonesia (PSI) menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah menyodorkan nama Ketua Umum PSI Kaesang kepada partai-partai untuk bertarung di Pilgub Jakarta.

Ketegasan itu disampaikan Kaesang menanggapi pernyataan Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Abie Bakar Al Habsyi.

"Pak Sekjen PKS tidak bicara sesuai fakta. Pak Jokowi tidak pernah menawarkan nama saya ke partai-partai. Silakan cek, atau sebut partai mana yang pernah ditawari Pak Jokowi. Cara-cara seperti itu tidak baik dan ini merupakan kebohongan pada publik" kata Kaesang dalam keterangannya seperti dikutip dari Detikcom, Kamis (27/6/2024).

Kaesang mengatakan kewenangan untuk mengusung calon ada pada ketua umum partai. Menurutnya, pernyataan Sekjen PKS Habib Abie Bakar Al Habsyi ingin menutup pintu koalisi antara PKS dan PSI.

"PSI kan punya kursi di Jakarta, lumayan ada 8 kursi. Banyak juga partai yang menyodor-nyodorkan jagoannya agar didukung PSI. Pernyataan Sekjen PKS mungkin hendak menutup pintu koalisi dengan PSI, ya nggak apa-apa juga," ujarnya.

Kaesang menegaskan dirinya memiliki kewenangan untuk menentukan calon yang akan diusung. Dia pun meminta untuk tidak membawa nama Jokowi.

"Sebagai Ketua Umum saya berwenang penuh menentukan siapa yang akan dicalonkan oleh PSI. Kewenangan itu semua ada di Ketua Umum kok, jadi kita tunggu saja. Jangan bawa-bawa Presiden lah, yang Ketua Umum kan saya," jelasnya.

"Kompetisi Pilkada ini sebaiknya dijauhkan dari penyebaran berita bohong, itu merugikan masyarakat. Terlebih lagi akan merugikan pihak yang suka menyebar berita bohong seperti itu. Masyarakat kita sudah cerdas," imbuh dia.

Sebelumnya, perihal klaim Jokowi sudah menyodorkan nama Kaesang di Pilkada itu disampaikan Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi. Ia awalnya menanggapi isu Jokowi yang bakal cawe-cawe dalam Pilgub Jakarta. Aboe Bakar menilai Jokowi sudah cawe-cawe alias terlibat dalam pilkada.

"Kan sudah biasa cawe-cawe, mulai dari presiden sampai nanti, biasa, jadi nggak ada masalah biar aja," kata Habib Aboe Bakar.

Habib Aboe lalu membahas Kaesang Pangarep yang belakangan ramai akan maju di Pilkada Jakarta. Dia mengaku mengetahui Jokowi sudah menyodorkan nama Kaesang untuk Pilkada Jakarta. "Sudah-sudah sudah nyodorkan. Sudah nyodorkan, kita lihat saja," ujar Habib Aboe. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru