Jakarta (SIB)Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut, perjalanan
Kejaksaan dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren positif. Dia mengatakan
Kejaksaan menjadi lembaga penegak hukum yang paling dipercaya dalam 5 tahun terakhir.
Hal itu disampaikan
Jaksa Agung dalam amanatnya di acara peringatan
Hari Bhakti Adhyaksa ke-64 di Badan Pendidikan dan Pelatihan
Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (22/7).
"Dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini
Kejaksaan mampu mencetak sejarah dengan menjadi lembaga penegak hukum yang paling dipercaya," kata Burhanuddin, seperti dikutip dari Harian SIB.
"
Kejaksaan mampu hadir untuk mewujudkan dan menjawab harapan masyarakat dan bangsa dalam mewujudkan keadilan, pemanfaatan, dan kepastian hukum serta mampu melaksanakan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan tanpa pandang bulu, namun tetap menjaga sisi humanis," tambahnya.
Burhanuddin mengatakan, capaian itu merupakan hasil kerja keras seluruh pegawai kejaksaan. Dia mengatakan tidak pernah ada prestasi tanpa perjuangan dan tantangan.
Dia mengingatkan anak buahnya selalu waspada. Dia menyebut ada upaya pelemahan lembaga kejaksaan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.
"Jangan lengah sedikitpun, karena upaya pelemahan terhadap institusi yang kita cintai selalu digencarkan oleh oknum-oknum penjahat dan pihak yang tidak nyaman dengan penegakan hukum yang
Kejaksaan jalankan," ucapnya.
Dia meminta kepercayaan masyarakat terus dijaga. Dia berharap penegakan hukum modern dapat terwujud dengan memperkuat manajemen penanganan perkara serta mengoptimalkan standar kemampuan teknis jaksa.
"Goresan tinta emas
Kejaksaan ini harus dijaga, dirawat, ditumbuhkembangkan, jangan sia-siakan segala pengorbanan dan kerja keras yang telah kita lakukan bersama," ujar Burhanuddin.
"Karena keberhasilan kinerja jaksa bukan hanya outputnya tetapi sebagaimana proses yang dilakukan sudah taat azas dan sesuai dengan kaidah-kaidah hukum yang berlaku," pungkasnya.
Netral Burhanuddin juga meminta seluruh anak buahnya untuk menjaga netralitas saat
Pilkada 2024. Dia mengingatkan ada sanksi bagi jaksa yang tak netral saat
Pilkada.
"Saya ingin mengingatkan tanggal 27 November nanti perhelatan
Pilkada serentak akan dilaksanakan. Sehingga diperlukan persiapan, peranan dari jajaran
Kejaksaan dalam Sentra Gakkumdu (
Penegakan Hukum Terpadu)," katanya.
Dia mengatakan, jaksa harus netral dalam menangani persoalan hukum terkait
Pilkada. Dia mengatakan ada sanksi tegas bagi jaksa yang melanggar prinsip netralitas.
"Yang paling saya soroti adalah berkaitan netralisasi, netralitas jajaran kejaksaan. Saya tegaskan, tidak ada ruang politik praktis bagi kita.
Netralitas Adhyaksa adalah harga mati. Kalian melenceng dari situ, aku tindak, ingat itu," ujarnya.
Dia berharap
Kejaksaan semakin tangguh. Dia mendoakan kejaksaan semakin baik di masa depan.
"Akhir kata saya mengucapkan selamat hari Bhakti Adhyaksa ke 64, teriring doa dan harapan, semoga Korps Adhyaksa semakin baik, tangguh dan jaya," harapnya.
JagaSementara itu, Wartawan SIB dari Jakarta melaporkan, Burhanuddin mengingatkan seluruh jajarannya agar menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja
Kejaksaan yang saat ini menjadi penegak hukum yang diandalkan. Alasannya, saat ini
Kejaksaan mampu hadir untuk menjawab harapan masyarakat dan bangsa dalam mewujudkan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum serta mampu melaksanakan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan tanpa pandang bulu.
"
Kejaksaan mampu hadir untuk menjawab harapan masyarakat dan bangsa dalam mewujudkan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum serta mampu melaksanakan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan tanpa pandang bulu namun dengan tetap menjaga sisi humanis," kata Burhanuddin
Adapun tema HBA kali ini adalah, "Akselerasi
Kejaksaan Untuk Mewujudkan Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas". Tema ini, merupakan kristalisasi dari Visi Pemerintah guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.
JanjiPersatuan Jaksa (
Persaja) Perwakilan KPK juga mengikuti upacara Adhyaksa ke-64 dari gedung KPK. Upacara itu diikuti oleh 100 jaksa yang tersebar di sejumlah direktorat KPK.
"Dengan tema tahun ini 'Akselerasi
Kejaksaan untuk Mewujudkan Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas'
Persaja Perwakilan KPK sepenuhnya mendukung terwujudnya penegakan hukum dimaksud," kata Ketua
Persaja Perwakilan KPK, Rio Vernika Putra, dalam keterangannya, Senin (22/7).
Adapun 100 jaksa tersebut berada di Direktorat Penuntutan dan Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti pada Kedeputian Penindakan, Biro Humas, Biro Hukum, Dewan Pengawas, Kedeputian Koordinasi dan Supervisi, Inspektorat. Rio mengatakan seluruh jaksa itu akan sepenuh hati melaksanakan penegakan hukum tindak pidana korupsi.
"Seluruh jaksa yang dikaryakan di KPK, akan sepenuh hati melaksanakan penegakan hukum tindak pidana korupsi sesuai dengan koridor hukum demi terciptanya keadilan," ucapnya.
"Memegang teguh semboyan 'Een En Ondeelbaar yang artinya kejaksaan adalah satu kesatuan dan tidak terpisahkan' sebagai pengikat dari jati diri kejaksaan di mana pun berada," tambahnya. (**)