Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

5 Negara di Dunia yang Masih Menggunakan Bahasa Jawa

Robert Banjarnahor - Sabtu, 14 September 2024 13:29 WIB
586 view
5 Negara di Dunia yang Masih Menggunakan Bahasa Jawa
(Foto: Instagram/@kevinmangoen)
Wanita Suriname menggunakan Bahasa Jawa di kehidupan sehari-hari.
Jakarta (harianSIB.com)

Salah satu bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah bahasa Jawa. Nothofer dalam bukunya Encyclopedia of Language & Linguistics, menyebut bahwa terdapat sekitar 75 juta orang di Indonesia menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari.

Namun, tahukah kamu bahwa selain di Indonesia, ternyata ada beberapa negara di dunia ini yang diantara masyarakatnya masih menggunakan Bahasa Jawa ?.

Melansir berbagai sumber, dikutip dari CNN Indonesia, berikut lima negara yang penduduknya menggunakan bahasa Jawa dalam keseharian mereka.

1. Suriname
Suriname, sebuah negara kecil yang terletak di Amerika Selatan. Sehari-harinya warga negara di sini menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa resmi mereka. Tetapi, sebagian warganya dalam sehari-harinya juga menggunakan Bahasa Jawa. Inilah yang menjadi alasan mengapa Suriname disebut sebagai negara multibahasa.

Dalam buku yang berjudul Development of Suriname Javanese karya Sophie Villerius, perkembangan bahasa Jawa di Suriname dimulai antara 1890 dan 1939. Saat itu, ada banyak buruh migran yang dibawa dari Jawa ke Suriname. Dari sinilah para buruh migran asal Jawa itu mulai menyebarkan bahasa Jawa kepada penduduk pribumi.

Di Suriname, bahasa Jawa telah mengalami banyak perubahan. Bahasa ini mulai bercampur dengan dialek dan kosakata bahasa Belanda dan bahasa Sranantongo. Bahasa Sranantongo sendiri merupakan bahasa lain yang juga digunakan oleh penduduk Suriname. Hal ini menyebabkan penuturan bahasa Jawa di Suriname sedikit berbeda dengan penuturan bahasa Jawa di Indonesia.

2. Kaledonia Baru
Penduduk Kaledonia Baru menggunakan bahasa Prancis dan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari mereka. Bahasa Jawa sejatinya telah lama berkembang di Kaledonia Baru.

Melansir situs Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia, perkembangan bahasa Jawa di negara tersebut dimulai pada 16 Februari 1896. Prancis yang saat itu masih menjajah Kaledonia Baru meminta pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia untuk mengirimkan buruh migran asal Jawa.

Semua buruh tersebut dipekerjakan sebagai buruh ternak, buruh tani, dan buruh pertambangan. Dari sinilah buruh migran asal Jawa ini mulai menyebarkan bahasa Jawa di Kaledonia Baru. Hingga saat ini, tercatat, ada sebanyak 4000 warga keturunan Jawa yang menetap di Kaledonia Baru. Sebagian dari mereka ada yang masih berbahasa Jawa. Namun, sebagian juga ada yang sudah tidak lagi berbahasa Jawa karena sudah menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi.

Warga Jawa yang menetap di Kaledonia Baru ini tergabung ke dalam sebuah organisasi bernama Perhimpunan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK). Organisasi ini berperan penting dalam aktivitas diplomasi budaya Indonesia di Kaledonia Baru. Sebab, organisasi ini membantu Indonesia untuk mempromosikan budaya-budaya Jawa, seperti gamelan Jawa, tarian Jawa, membatik, dan lain-lain.

3. Singapura
Singapura juga menjadi negara yang penduduknya menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi sehari-hari. Sebab, selain bahasa Inggris, sebagian penduduk Singapura juga sering menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi sehari-hari.

Menurut riset dalam jurnal yang berjudul Singapore's 'other' Austronesian languages: What do we know?, ada sebanyak 35.500 orang di Singapura menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari mereka.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru