Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Tangis Anggota DPR Pecah Saat Fadli Zon Tetap Ragukan Pemerkosaan Massal 1998

Redaksi - Kamis, 03 Juli 2025 11:19 WIB
202 view
Tangis Anggota DPR Pecah Saat Fadli Zon Tetap Ragukan Pemerkosaan Massal 1998
Tangkapan layar/Komusi X DPR
Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti menangis mendengar penyangkalan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Jakarta(harianSIB.com)

Suasana rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Rabu (2/7/2025), berubah haru dan emosional saat membahas isu pemerkosaan massal terhadap perempuan etnis Tionghoa dalam Tragedi Mei 1998.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-P My Esti Wijayati, dan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-P Mercy Chriesty Barends, menangis saat mendengar Fadli tetap mempertanyakan penggunaan diksi "massal" dalam kasus pemerkosaan 1998.

Air mata My Esti tumpah saat menginterupsi penjelasan Fadli yang meragukan data dan informasi soal pemerkosaan massal 1998, hingga membandingkannya dengan kasus kekerasan seksual massal di Nanjing dan Bosnia.

"(Mendengar) Pak Fadli Zon ini bicara kenapa semakin sakit ya soal pemerkosaan. Mungkin sebaiknya tidak perlu di forum ini, Pak, karena saya pas kejadian itu juga ada di Jakarta, sehingga saya tidak bisa pulang beberapa hari," kata My Esti, dengan suara bergetar, Rabu , dikutip dari kompas.com

Menurut My Esti, penjelasan Fadli yang teoretis dan tak menunjukkan kepekaan justru menambah luka bagi mereka yang menyaksikan dan mengalami langsung situasi mencekam pada masa itu.

"Ini semakin menunjukkan Pak Fadli Zon tidak punya kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi korban pemerkosaan. Sehingga menurut saya, penjelasan Bapak yang sangat teori seperti ini, dengan mengatakan Bapak juga aktivis pada saat itu, itu justru akan semakin membuat luka dalam," ujar dia.

Fadli pun menyela pernyataan Esti dan menegaskan bahwa dirinya tidak menyangkal peristiwa tersebut. "Terjadi, Bu. Saya mengakui," ucap Fadli.

Namun, respons itu tidak cukup meredam emosi My Esti, yang kembali menegaskan bahwa penjelasan Fadli justru mengesankan keraguan penderitaan para korban.

"Itu yang kemudian Bapak seolah-olah mengatakan..." ucap My Esti, sebelum kembali terdiam karena emosi.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru