Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Purbaya Bawa Pesan Optimisme Lewat Topi Bertuliskan 8%

Redaksi - Jumat, 31 Oktober 2025 11:51 WIB
453 view
Purbaya Bawa Pesan Optimisme Lewat Topi Bertuliskan 8%
Foto: IG/@menkeuri
Topi “8%” jadi simbol komitmen Menkeu Purbaya wujudkan target ekonomi Presiden Prabowo. Visi besar: pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus 8% pada 2027–2028.

Jakarta(harianSIB.com)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menarik perhatian saat memamerkan topi bertuliskan angka "8%". Momen tersebut terjadi usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Purbaya dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di kantor Kementerian Kehutanan, Selasa (28/10).

"Target presiden ya, bukan target saya. Tapi nanti kita wujudkan dalam waktu beberapa tahun ke depan," ujar Purbaya dalam video yang dibagikan di instagram @menkeuri, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Aksi ini merupakan bentuk optimistis Purbaya dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang diimpikan Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo memang menjanjikan ekonomi Indonesia yang saat ini masih berputar-putar di level 5 persen ke 8 persen. Ia ingin target itu bisa tercapai pada 2027-2028.

Baca Juga:
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan untuk mencapai target ini akan menggunakan rumus ekonomi era Presiden Soeharto.

Ia mengatakan, rumus agar pertumbuhan ekonomi 8 persen terletak pada konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Rumus ini sebelumnya digunakan pada pemerintahan Soeharto.

Karena rumus itu, pertumbuhan ekonomi berhasil tembus 8,2 persen pada 1995.

"Kalau kita lihat sejarah, kita pernah mencapai angka (pertumbuhan ekonomi) tertinggi di tahun 1995 yaitu 8,2 persen. Tentunya kebijakannya adalah konsumsi, investasi, dan ekspor. Jadi rumus konsumsi, investasi, dan ekspor ini sepertinya berulang," katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi di Jakarta, Rabu (11/12).

Namun, tetap ada perbedaan antara cara pemerintahan Soeharto dan pemerintahan Prabowo dalam mendorong perekonomian. Jika dulu Soeharto mengandalkan sawit, tekstil, dan migas, maka Prabowo akan menambahnya dengan hilirisasi, ekonomi digital, serta semikonduktor.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Penyebab RI Kurang Modal Buat Genjot Pertumbuhan Ekonomi
BTS Minta Maaf Pasca Pakai T-Shirt Bom Atom Jepang dan Topi Nazi
Pemkab Deliserdang dan Badan Ekonomi Kreatif di Bali Teken MoU di Bali
PDRB di Sumut Mencapai Rp 188,8 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III 2018 Sebesar 5,43 %
Pameran Otomotif di Medan Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
DPR Minta Pemerintah Cabut MoU Pengiriman TKI ke Arab Saudi
komentar
beritaTerbaru