Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026

Menhut Segel 7 Lokasi Diduga Penyebab Banjir Sumatera, Korporasi Bantah Terlibat

Redaksi - Kamis, 11 Desember 2025 20:30 WIB
705 view
Menhut Segel 7 Lokasi Diduga Penyebab Banjir Sumatera, Korporasi Bantah Terlibat
Foto harianSIB.com/Dok
Menhut Raja Juli Antoni

7. PHAT Mahmudin, Desa Sombadebata Purba, Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan

Menhut menegaskan pihaknya tidak tebang pilih dalam penindakan.

"Kami tidak ada kompromi. Baik korporasi maupun PHAT yang terbukti merusak hutan Indonesia akan kami tindak," ujarnya.

Ia menyebut Gakkum KLHK sedang mendalami dugaan pelanggaran kehutanan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru. Pendalaman dilakukan melalui pengumpulan sampel kayu hingga permintaan keterangan saksi. Selain tujuh lokasi yang sudah disegel, terdapat lima subjek hukum lain yang sedang diinvestigasi dan berpotensi turut disegel.

Korporasi bantah tuduhan perusakan hutan

PT Toba Pulp Lestari (TPL) membantah tudingan sebagai penyebab banjir dahsyat di Sumatra. Dalam surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Desember 2025, Corporate Secretary Anwar Lawden menegaskan operasional perusahaan dijalankan sesuai SOP yang terdokumentasi dan diawasi lembaga independen. "Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi," ujarnya.

TPL menyebut dari total areal 167.912 hektare, hanya 46.000 hektare ditanami eucalyptus, sementara sisanya untuk kawasan lindung dan konservasi. Perusahaan mengklaim tetap membuka ruang dialog konstruktif terkait keberlanjutan areal PBPH.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT Toba Pulp Lestari Perbaiki Jalan Raya Sepanjang 7,6 KM di Tobasa
PLN Sediakan Suplai 30,1 MVA Listrik untuk PT Agincourt Resources
Tim Gakkum KLHK Sita Belasan Satwa Dilindungi di Bantul
Tahun 2017, Pemkab Tapsel Targetkan 1 Juta Dolar AS Kontribusi dari Tambang Emas Martabe Batang Toru
PT Toba Pulp Lestari Sektor Aek Nauli Bantu Perbaikan Jalan Dusun Panriahan
Turnamen Bola Voli Agincourt Resources Cup Berakhir
komentar
beritaTerbaru