Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026

Menhut Segel 7 Lokasi Diduga Penyebab Banjir Sumatera, Korporasi Bantah Terlibat

Redaksi - Kamis, 11 Desember 2025 20:30 WIB
706 view
Menhut Segel 7 Lokasi Diduga Penyebab Banjir Sumatera, Korporasi Bantah Terlibat
Foto harianSIB.com/Dok
Menhut Raja Juli Antoni

Jakarta(harianSIB.com)

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kembali menyegel tiga subjek hukum yang diduga menjadi penyebab banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera. Penegakan hukum ini menambah daftar lokasi yang disegel Kemenhut menjadi tujuh titik.

"Penyegelan ini akan terus kami lakukan terhadap perusak hutan. Seperti janji saya kepada rakyat di depan Komisi IV DPR RI. Siapapun yang melakukan perusakan hutan akan kami tindak," tegas Raja Juli, Senin (8/12/2025), dikutip dari detikcom.

Sebelumnya, Kemenhut telah menyegel empat lokasi yang dinilai berkontribusi terhadap bencana, dua di antaranya berada dalam konsesi korporasi dan dua dikelola pemegang hak atas tanah (PHAT) di luar kawasan hutan. Tiga lokasi tambahan disegel pada pekan ini.

Daftar tujuh subjek hukum yang telah disegel Kemenhut:

Baca Juga:
Sebelumnya disegel:

1. Dua areal konsesi PT Toba Pulp Lestari, Desa Marisi, Angkola Timur, Tapanuli Selatan

2. PHAT Jhon Ary Manalu, Desa Pardomuan, Simangumban, Tapanuli Utara

3. PHAT Asmadi Ritonga, Desa Dolok Sahut, Simangumban, Tapanuli Utara

4. PHAT David Pangabean, Desa Simanosor Tonga, Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan

Baru disegel:

5. Dua areal konsesi PT Agincourt Resources, Ramba Joring, Desa Aek Pining, Batang Toru, Tapanuli Selatan

6. PHAT Jon Anson, Desa Natambang Roncitan, Arse, Tapanuli Selatan

7. PHAT Mahmudin, Desa Sombadebata Purba, Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan

Menhut menegaskan pihaknya tidak tebang pilih dalam penindakan.

"Kami tidak ada kompromi. Baik korporasi maupun PHAT yang terbukti merusak hutan Indonesia akan kami tindak," ujarnya.

Ia menyebut Gakkum KLHK sedang mendalami dugaan pelanggaran kehutanan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru. Pendalaman dilakukan melalui pengumpulan sampel kayu hingga permintaan keterangan saksi. Selain tujuh lokasi yang sudah disegel, terdapat lima subjek hukum lain yang sedang diinvestigasi dan berpotensi turut disegel.

Korporasi bantah tuduhan perusakan hutan

PT Toba Pulp Lestari (TPL) membantah tudingan sebagai penyebab banjir dahsyat di Sumatra. Dalam surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Desember 2025, Corporate Secretary Anwar Lawden menegaskan operasional perusahaan dijalankan sesuai SOP yang terdokumentasi dan diawasi lembaga independen. "Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi," ujarnya.

TPL menyebut dari total areal 167.912 hektare, hanya 46.000 hektare ditanami eucalyptus, sementara sisanya untuk kawasan lindung dan konservasi. Perusahaan mengklaim tetap membuka ruang dialog konstruktif terkait keberlanjutan areal PBPH.

PT Agincourt Resources, yang juga disegel, melalui Senior Manager Corporate Communications Katarina Siburian Hardono menyatakan bahwa perusahaan telah menghentikan operasi sejak 6 Desember 2025.

"Kami sudah menghentikan aktivitas produksi dan menerima panggilan Gakkum KLH untuk verifikasi data dan informasi, dan kami akan memenuhinya," kata Katarina, Minggu (7/12/2025), dikutip CNBC Indonesia.

Agincourt menyebut saat ini fokus pada upaya tanggap darurat di wilayah Tapanuli Selatan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Penyegelan ini menjadi langkah tegas pemerintah dalam memastikan perlindungan ekosistem hutan dan meminimalkan risiko bencana berulang. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT Toba Pulp Lestari Perbaiki Jalan Raya Sepanjang 7,6 KM di Tobasa
PLN Sediakan Suplai 30,1 MVA Listrik untuk PT Agincourt Resources
Tim Gakkum KLHK Sita Belasan Satwa Dilindungi di Bantul
Tahun 2017, Pemkab Tapsel Targetkan 1 Juta Dolar AS Kontribusi dari Tambang Emas Martabe Batang Toru
PT Toba Pulp Lestari Sektor Aek Nauli Bantu Perbaikan Jalan Dusun Panriahan
Turnamen Bola Voli Agincourt Resources Cup Berakhir
komentar
beritaTerbaru