Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

BRIN Kirim Arsinum ke Aceh Tamiang dan Tapteng, Ubah Air Banjir Jadi Layak Minum

Redaksi - Kamis, 25 Desember 2025 15:50 WIB
461 view
BRIN Kirim Arsinum ke Aceh Tamiang dan Tapteng, Ubah Air Banjir Jadi Layak Minum
harianSIB.com/Dok
Alat arsinum milik BRIN yang akan dioperasikan di lokasi pengungsian korban banjir untuk mengolah air banjir menjadi air bersih dan air layak minum.

Jakarta (harianSIB.com)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengirimkan tiga unit arsinum, alat pengolah air menjadi air bersih dan air layak minum, ke lokasi pengungsian korban bencana alam di Sumatera. Dua unit dioperasikan di Kabupaten Aceh Tamiang, sementara satu unit ditempatkan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kepala BRIN, Arif Satria, turun langsung ke Aceh Tamiang pada Minggu (21/12/2025) untuk memastikan arsinum berfungsi optimal di lokasi terdampak banjir.

"Air banjir yang bisa diubah menjadi air minum dan kemarin sudah berfungsi. Saya langsung minum airnya dan masyarakat senang sekali. Pak Sekda, pemerintah daerah senang sekali," ujar Arif saat temu media di kantor BRIN, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025).

Arif menjelaskan, setiap unit arsinum mampu menghasilkan air layak minum hingga 10.000 liter per hari. Sementara kapasitas air bersih yang dihasilkan berkisar 20.000 hingga 30.000 liter per hari.

Baca Juga:
Menurutnya, arsinum saat ini dirancang terpasang pada mobil bak terbuka sehingga bersifat mobile dan mudah dipindahkan ke lokasi terdampak. Namun, BRIN menerima masukan bahwa masih ada wilayah bencana dengan medan sulit yang tidak dapat dijangkau kendaraan.

"Sekarang kita desain ulang arsinum supaya bisa diangkut menggunakan helikopter. Supaya lebih cepat menjangkau lokasi saat kondisi darurat," kata Arif.

Sebelumnya, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, juga menyampaikan rencana pengembangan arsinum berukuran lebih ringkas agar mudah didistribusikan hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan.

"Kita akan membuat yang lebih kompak dan kecil, sehingga bisa ditaruh di tiap kabupaten atau kecamatan. Kalau sekarang kan besar dan butuh mobil. Nanti kalau alatnya kecil, bisa langsung digunakan masyarakat," ujarnya di BRIN, Kamis (18/12/2025).

Selain arsinum, BRIN juga mengirimkan drone ground penetration radar. Drone ini mampu mendeteksi hingga kedalaman 100 meter dan digunakan untuk mengetahui ketebalan lumpur pascabanjir, sekaligus membantu pencarian jika terdapat jenazah yang tertimbun di bawah material lumpur.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kebutuhan air bersih dan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak banjir, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pelaku Pembunuhan di Berastagi Ditangkap di Samosir
Gawat! Udang Beku Indonesia Terdeteksi Radioaktif di Amerika Serikat, Ekspor Terancam
Pemkab Tapteng Siap Fasilitas BRIN Gali Potensi Situs Bongal Desa Sijago-jago
Wartawan Dan Aktivis Tanjungbalai Gelar Aksi, Kasatres Narkoba Dihadiahi Pakaian Dalam
Polresta Deliserdang Tangkap Pelaku Tebas Jari Korban Hingga Putus
ASN Demo Tuntut Kepala BRIN Dicopot
komentar
beritaTerbaru