Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Wamenham Imbau WNI di Timur Tengah Tetap Tenang Ikuti Arahan Kedutaan

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2026 20:15 WIB
100 view
Wamenham Imbau WNI di Timur Tengah Tetap Tenang Ikuti Arahan Kedutaan
Foto: ANTARA/Fath Putra Mulya
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto.

Jakarta(harianSIB.com)

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak konflik Timur Tengah untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari kedutaan besar serta otoritas setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mugiyanto dari Doha, Qatar, melalui keterangan video yang diterima di Jakarta, Selasa (4/3/2026). Ia mengaku sudah tiga hari terdampar di negara tersebut saat dalam perjalanan menuju Jenewa, Swiss.

"Kami berharap kita semua yang berada di wilayah terdampak konflik militer ini tetap tenang dan kita percayakan saja situasi ini segera membaik. Kita ikuti saja apa yang menjadi kebijakan-kebijakan dan juga arahan dari duta besar dan otoritas setempat," ujar Mugiyanto.

Ia menjelaskan, dirinya bersama delegasi dari Kementerian HAM tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Jenewa untuk menghadiri sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena situasi keamanan yang belum kondusif.

Baca Juga:
Menurut Mugiyanto, hingga saat ini belum ada kepastian kapan konflik akan mereda dan kapan ruang udara di Qatar maupun negara-negara sekitar kembali dibuka.

"Kami hanya bisa berharap mudah-mudahan segera dipulihkan ruang udara di Qatar dan negara-negara sekitar sehingga perdamaian bisa segera terwujud," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Guruh Langkah Samudera, terdapat lebih dari 100 WNI yang saat ini terdampar di Bandar Udara Internasional Hamad, Doha.

Selain itu, sejumlah WNI juga dilaporkan terjebak di beberapa negara kawasan Timur Tengah lainnya seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi dan Bahrain akibat penutupan jalur penerbangan.

"Ada juga puluhan bahkan ratusan warga negara Indonesia yang terdampar di Dubai, Kuwait, Arab Saudi dan Bahrain. Kita semua tidak bisa terbang, tidak bisa melanjutkan perjalanan," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian WNI yang berada di negara-negara tersebut juga terdampak kebijakan keamanan yang membuat mereka tidak diperbolehkan keluar rumah.

Konflik di kawasan Timur Tengah memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu setempat yang menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Teheran.

Serangan tersebut terjadi di tengah perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Oman terkait pembatasan program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wamen HAM di Padanghalaban Labura, Ini Harapan Wabup
Kunjungi Gurila, Wamenkumham Minta Jangan Ada Lagi Kekerasan
Timnas U-16 Ingin Bedah Kekuatan Tim Timur Tengah
Israel Kembangkan Rudal yang Mampu Jangkau Seluruh Timur Tengah
Ketua MPR: Indonesia Siap Jadi Juru Damai Konflik Timur Tengah
Investor Timur Tengah Butuh Jaminan Kelancaran Infrastruktur untuk Berinvestasi
komentar
beritaTerbaru