Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Lima Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil, Kemenhan Sampaikan Duka dan Lakukan Evaluasi

Redaksi - Minggu, 28 Juni 2026 11:46 WIB
105 view
Lima Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil, Kemenhan Sampaikan Duka dan Lakukan Evaluasi
Foto: Dok/ANTARA
Sejumlah peserta meneriakkan yel-yel saat mengikuti Latsarmil calon manajer Koperasi Desa Merah Putih, di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Jakarta (harianSIB.com)

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengungkapkan bahwa hingga Sabtu (27/6/2026), sebanyak lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti program latihan dasar militer (Latsarmil).

Menyusul insiden tersebut, Kemenhan menyampaikan duka cita mendalam sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para peserta yang sedang mengikuti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2026.

"Atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKMP KNMP 2026 yang sedang mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial," ujar Ketut di kantor Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026) siang, seperti dilansir Kompas.com.

Baca Juga:
Korban terbaru yang dilaporkan meninggal dunia adalah Nola Dya Sari, peserta Latsarmil di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan.

Menurut Ketut, pada Jumat (26/6/2026), Nola masih mengikuti kegiatan pembelajaran teknik perkebunan di dalam kelas. Namun pada pukul 18.45 WIB, ia mengeluhkan sesak napas disertai kondisi tubuh yang terasa panas.

Tim kesehatan di satuan pendidikan segera memberikan pertolongan awal dan merujuk Nola ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Singkawang. Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 19.20 WIB, ia langsung mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke RSUD Abdul Azis Singkawang untuk perawatan yang lebih komprehensif.

Nola tiba di RSUD Abdul Azis pada pukul 20.20 WIB dan kembali mendapatkan penanganan lanjutan dari tim medis. Dalam proses perawatan, korban mengalami henti jantung sehingga dilakukan tindakan resusitasi.

"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB almarhumah dinyatakan meninggal dunia," kata Ketut.

Kemenhan menyebutkan, sebelum mengikuti Latsarmil, Nola telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat dengan catatan mengalami kelebihan berat badan. Saat ini, evaluasi dan pendalaman medis masih dilakukan untuk mengetahui secara lebih rinci kondisi yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sebelumnya, empat peserta lain juga dilaporkan meninggal saat mengikuti Latsarmil. Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal akibat henti jantung (cardiac arrest), Anisa Muyassaroh karena heat stroke, Novia Rahmadhani Sihotang akibat komplikasi tuberkulosis (TB), serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kejagung Tetapkan CEO Navayo Masuk DPO Kasus Satelit Kemenhan
PGN dan Kemenhan Perkuat Kerja Sama Pemakaian Gas Bumi
Korupsi Proyek Satelit Kemhan: Negara Alami Kerugian Fantastis Rp 300 M
Pemko Tebingtinggi Gelar Upacara Hari Bela Negara
Dandim 0204/DS Serahkan 110 Sepedamotor dari Kemenhan untuk Personil
Anggaran di Kemenhan Naik Fantastis, Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tidak Wajar
komentar
beritaTerbaru