Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 Juli 2026

Terjebak Sindikat Online Scam di Kamboja, Dua Ibu dan Bayinya

Firdaus Peranginangin - Jumat, 17 Juli 2026 13:09 WIB
108 view
Terjebak Sindikat Online Scam di Kamboja, Dua Ibu dan Bayinya
Foto harianSIB.com/Firdaus
Korban TPPO: Anggota DPD RI asal Sumut Pdt Penrad Siagian, berhasil mengadvokasi pemulangan dua ibu beserta bayi mereka yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) oleh sindikat perusahaan online scam di Kamboja, Jumat (17/7/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Anggota DPD RI asal Sumut Pdt Penrad Siagian, berhasil mengadvokasi pemulangan dua ibu beserta bayi mereka yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) oleh sindikat perusahaan online scam di Kamboja.

Melalui koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh serta kementerian dan lembaga terkait, para korban akhirnya dapat kembali dengan selamat ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarga di Sumatera Utara.

Dalam proses advokasi tersebut, Penrad Siagian memfasilitasi pemulangan sejumlah korban, termasuk kelompok rentan, yakni Nepa Maya Sari, warga Kota Tebing Tinggi, bersama bayinya, serta Shella Puspita Sari, warga Medan Marelan, Kota Medan, bersama bayinya.

Kasus ini menambah daftar WNI yang berhasil memperoleh pendampingan dan perlindungan melalui jalur advokasi yang dilakukan Senator asal Sumatera Utara tersebut.

Baca Juga:
"Kami memberikan perhatian dan penanganan ekstra dalam kasus ini karena melibatkan kelompok yang sangat rentan, yaitu ibu dan bayi yang baru lahir di tengah situasi eksploitatif perusahaan scamming. Kondisi psikologis dan fisik mereka harus menjadi prioritas utama. Syukur kepada Tuhan," ujar Penrad Siagian kepada wartawan, Jumat (17/7/2026) dari Jakarta.

Setelah dievakuasi dari Kamboja, para korban tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Rabu malam (15/7) dan disambut tim advokasi, kemudian mereka diberangkatkan ke Sumut dan dijemput di Bandara Internasional Kualanamu, Kamis pagi (16/7/2026) dan diserahkan kepada keluarga masing-masing keluarga.

Kasus ini bermula ketika para korban tergiur tawaran pekerjaan melalui media sosial dengan iming-iming gaji besar. Namun, setibanya di Kamboja, mereka justru dipaksa bekerja sebagai operator penipuan daring (online scam) dengan tekanan tinggi dan jam kerja yang tidak manusiawi.

Situasi semakin memprihatinkan ketika kedua korban melahirkan bayi mereka di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan. Dokumen keimigrasian mereka juga ditahan oleh perusahaan sehingga tidak dapat kembali ke Indonesia.

Penrad Siagian mengungkapkan, komunikasi yang telah terjalin dengan KBRI Phnom Penh mempermudah proses penyelamatan, khususnya bagi kelompok rentan dan korban asal Sumut yang membutuhkan bantuan segera.

Menanggapi maraknya kasus TPPO berkedok perusahaan online scam di luar negeri, Penrad menegaskan bahwa persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah.

"Ini bukan lagi sekadar masalah administrasi atau pekerja migran nonprosedural. Ini kejahatan kemanusiaan yang terorganisir. Negara harus hadir secara serius untuk memutus mata rantai perekrutan sejak dari hulu, memperketat pengawasan perbatasan, serta tidak mempersulit perlindungan bagi WNI yang menjadi korban eksploitasi," tegasnya.

Penrad menilai sindikat online scam internasional merupakan bentuk kejahatan lintas negara yang memerlukan langkah pencegahan lebih kuat, mulai dari pengawasan perekrutan tenaga kerja, edukasi masyarakat, hingga penguatan perlindungan terhadap WNI yang bekerja di luar negeri.

Saat ini, para korban bersama bayi mereka menjalani proses pemulihan trauma (trauma healing) sebelum kembali menjalani kehidupan bersama keluarga di kampung halaman.

Penrad Siagian juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan kasus TPPO melalui jalur parlemen serta membuka akses pengaduan seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya warga Sumut yang menghadapi persoalan serupa.(*).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Ungkap Pornografi Digital Modus Gunakan AI Manipulasi Foto Korban
Gelar Perkara Kasus Kematian Boi Simamora: Serangan Diterkam Buaya Terpatahkan?
Polrestabes Medan Bongkar Modus Pemerasan Berkedok Kencan Online
Hasut Korban Bunuh Diri, Dua Perempuan Jadi Tersangka Kasus Tewasnya ASN BPN di Apartemen Skyview
Polres Karo Ungkap Penganiayaan Maut di Gunung Sibayak, 9 Orang Jadi Tersangka
Polres Sibolga Gandeng Tim Labfor Polda Sumut Olah TKP Kebakaran Pasar Sibolga Nauli
komentar
beritaTerbaru