Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 08 September 2026

Plt Ketua Umum PPAD: Purnawirawan TNI-AD Adalah Aset Strategis Bangsa yang Harus Dijaga Kehormatannya

Redaksi - Selasa, 08 September 2026 09:06 WIB
170 view
Plt Ketua Umum PPAD: Purnawirawan TNI-AD Adalah Aset Strategis Bangsa yang Harus Dijaga Kehormatannya
Foto: harianSIB.com/Dok
Penandatanganan MoU program S1 beasiswa penuh bagi putra putri dan cucu purnawirawan TNI AD kerja sama dengan UNSAKA.

Jakarta(harianSIB.com)

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Mayjen TNI (Purn) Dr. Komaruddin Simanjuntak, mengajak seluruh keluarga besar purnawirawan TNI AD menyikapi dinamika ruang publik secara jernih, proporsional dan dalam semangat persaudaraan.

Ia menilai purnawirawan TNI AD merupakan aset strategis bangsa yang memiliki pengalaman, pengetahuan, serta tanggung jawab moral untuk terus memberikan manfaat bagi negara. Karena itu, purnatugas tidak seharusnya dimaknai sebagai berhentinya pengabdian.

"Nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI hendaknya tetap tercermin dalam cara kita berpikir, berbicara dan bersikap sebagai warga negara," ujarnya dalam pernyataan yang disampaikan untuk menyikapi berbagai pandangan yang berkembang akhir-akhir ini.

Menurutnya, setiap purnawirawan memiliki hak untuk berbeda pandangan dan menyampaikan kritik. Namun, kritik akan lebih bermakna apabila disampaikan secara santun, berdasarkan data, serta bertujuan memperbaiki keadaan, bukan memperbesar persoalan atau menimbulkan kegaduhan.

Baca Juga:
Dalam pernyataannya, ia mengajak seluruh purnawirawan TNI AD memperhatikan tiga hal penting. Pertama, turut menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hubungan TNI dan rakyat, menurutnya, merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa yang harus terus dipelihara.

Perbedaan pandangan di antara purnawirawan dinilai sebagai hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut hendaknya disampaikan tanpa merendahkan, menghujat, atau menimbulkan kesan buruk terhadap institusi TNI maupun TNI AD.

"Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut merusak persaudaraan dan mengurangi kepercayaan rakyat kepada TNI," tegasnya.

Kedua, menjaga marwah dan nama baik keluarga besar purnawirawan. Ia mengingatkan bahwa purnawirawan TNI AD memiliki sejarah pengabdian, pengalaman, jaringan dan pengaruh sosial yang besar.

Karena itu, identitas purnawirawan TNI AD tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan politik kelompok tertentu. Setiap purnawirawan memiliki hak politik dan pilihan masing-masing, tetapi ketika berbicara atas nama organisasi atau membawa nama keluarga besar purnawirawan TNI AD, kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ketiga, mengubah kegelisahan menjadi gagasan dan solusi. Ia menilai keprihatinan terhadap berbagai persoalan bangsa merupakan hal yang wajar, tetapi pengalaman panjang yang dimiliki purnawirawan seharusnya membuat suara mereka lebih bernilai dan solutif.

Pengalaman dalam kepemimpinan, pengambilan keputusan, strategi, serta menghadapi berbagai situasi sulit, menurutnya, merupakan modal yang dapat disumbangkan untuk kepentingan bangsa.

"Setiap kritik hendaknya disertai alasan dan data, setiap keprihatinan diikuti pemikiran dan setiap pemikiran diarahkan menjadi rekomendasi yang konstruktif," katanya.

Dengan demikian, suara purnawirawan TNI AD diharapkan tidak berhenti pada perdebatan di ruang publik, tetapi dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan lembaga negara dalam mencari solusi terbaik bagi masyarakat.

Selain mengajak purnawirawan menjaga persaudaraan dan memberikan kontribusi pemikiran, PPAD juga terus mendorong kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar purnawirawan TNI AD.

Salah satunya melalui kerja sama pendidikan dengan Universitas Salakanagara (UNSAKA) yang ditandatangani pada 2 September 2026. Kerja sama tersebut mencakup program beasiswa penuh jenjang S1 bagi 200 anak dan cucu purnawirawan TNI AD serta putra-putri pensiunan PNS TNI AD.

Program itu menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus yang lebih terdidik, kompeten, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

Ia menegaskan, semangat pengabdian purnawirawan TNI AD tidak pernah berhenti meskipun medan pengabdian telah berubah. Menurutnya, warisan terbaik seorang purnawirawan bukan sekadar pangkat dan jabatan, melainkan keteladanan sebagai negarawan.

"Berani menyampaikan kebenaran tanpa menghina, mengoreksi tanpa merendahkan, dan berbeda pendapat tanpa memutus persaudaraan. Itulah pengabdian yang patut kita teruskan setelah purnatugas," pungkasnya.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HUT ke-23 PPAD, Purnawirawan TNI AD Ziarah Serentak ke TMP
Gantikan Try Sutrisno, Jenderal Purn HBL Mantiri Dikukuhkan sebagai Ketua BPP PPAD
Jadi ‘Role Model’, Ketua PPAD Daerah Dilantik di Jakarta
PPAD Ziarah dan Muhibah ke Timor Leste
Jaga Kedaulatan, Rawat Persatuan
Wiranto, Agum, dan Purnawirawan TNI/Polri Nyatakan Dukungan Tegas untuk Prabowo
komentar
beritaTerbaru