Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Ramai Dicap Nepotisme, Dua Anak Menhaj Mundur dari Posisi Tenaga Ahli

Redaksi - Senin, 26 Oktober 2026 22:19 WIB
365 view
Ramai Dicap Nepotisme, Dua Anak Menhaj Mundur dari Posisi Tenaga Ahli
Foto: Hanif Hawari/detikcom
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Jakarta(harianSIB.com)

Dua orang anak Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai tenaga ahli di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengonfirmasi surat pengunduran diri kedua putra Menhaj tersebut telah diterima secara resmi oleh jajaran pimpinan kementerian.

"Hari ini kami, saya dan Pak Menteri sudah terima pengunduran diri dua orang tenaga ahli yang Anda sebut-sebut. Jadi secara resmi hari ini dua orang yang disebut di berita... beliau berdua memutuskan untuk mengundurkan diri," ujar Dahnil saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (26/10) yang dilansir CNN Indonesia.

Sebelumnya, pengangkatan Barbarossa dan Gibran sebagai tenaga ahli di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah memantik gelombang kritik dari publik. Tak lain karena keduanya adalah anak kandung dari Menteri Haji Gus Irfan.

Baca Juga:
Warganet mengaitkan pengangkatan mereka sebagai cermin praktik nepotisme.

Dahnil menjelaskan, keputusan mundur tersebut diambil demi menjaga integritas lembaga serta meredam kegaduhan publik. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan kementerian yang baru dibentuk ini bersih dari segala bentuk praktik nepotisme maupun tindakan yang bertentangan dengan etika.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPPU Medan Gelar Sosialisasi Pembekalan Penggunaan Kebijakan Persaingan Usaha
Pemkab Simalungun Dukung Kebijakan Presiden Revisi UU No 5 Tahun 2014
Surat Wantim Diabaikan, 6 Bakal Caleg Perempuan Golkar Tebingtinggi Mengundurkan Diri
Ustadz Somad Apresiasi Kebijakan Edy-Ijeck, ASN Pemprovsu Wajib Beribadah
BI Medan dan BPODT Gelar Dialog Kebijakan Moneter Pengembangan Pariwisata Sumut
Rusia Kecam Kebijakan Luar Negeri AS yang Selalu Mendahulukan Sanksi
komentar
beritaTerbaru