Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 26 Februari 2026

Aging with Dignity: Mengelola Waktu dan Kualitas Hidup di Usia Emas

Redaksi - Kamis, 13 Maret 2025 16:47 WIB
1.202 view
Aging with Dignity: Mengelola Waktu dan Kualitas Hidup di Usia Emas
(SNN/Dok Pribadi)
Sampe Purba

Salah satu bentuknya adalah menulis secara rutin di media, baik itu artikel opini, esai, atau refleksi kehidupan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi outlet kreativitas tetapi juga cara untuk tetap berkontribusi secara intelektual. Saya percaya bahwa pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki masih dapat memberi nilai tambah bagi pembaca, terutama dalam bidang energi, hukum, dan geostrategi. Ini adalah disiplin ilmu serta bidang di mana saya sebelumnya bekerja.

Pola Hidup Sehat dan Disiplin

Pola Makan Terjaga:
Penting untuk memonitor jenis asupan dan waktu makan, terutama bagi Senior yang mungkin memiliki penyakit kronis (seperti jantung, diabetes, atau penyakit otak). Rutinitas kontrol medis harus tetap dilakukan, dan jika tidak ada asuransi, layanan kesehatan melalui BPJS dapat dimanfaatkan.

Istirahat Cukup: Tidur malam yang berkualitas dan istirahat siang (jika dibutuhkan) harus dijadwalkan secara teratur untuk menjaga ritme biologis tubuh.

Gerak Badan Proporsional: Olahraga harus disesuaikan dengan kemampuan fisik dan psikis. Contohnya, golf untuk yang masih bugar dan punya uang, atau bersepeda untuk yang mencari hobi baru.

Saya sendiri lebih memilih olahraga individual seperti berenang dan treadmill dan ke gym untuk menghindari keramaian dan biaya tinggi. Saya menyesuaikan dengan kemampuan tubuh. Hanya kita yang tahu esensi kemampuan tubuh kita.

Adab Sosial Harmonis
Setelah pensiun, posisi sosial kita berubah. Kita tidak lagi menjadi "orang penting" atau pejabat, tetapi tetap harus menjaga adab:

Menghargai Junior:
Mantan bawahan harus diperlakukan sebagai pemegang kewenangan, meskipun karier mereka pernah didukung oleh kita.

Menerima Keterbatasan: Kadang kita tidak diundang dalam acara tertentu, tetapi tidak perlu mempertahankan gengsi. Kita juga tidak harus selalu menjadi donatur jika ekonomi tidak memungkinkan.

Membantu Sesama: Jika ekonomi kita relatif lebih baik, bantu keluarga atau tetangga dengan bijak.

Isu Keluarga yang Beragam

Di kalangan Senior Pensiunan, isu keluarga berbeda-beda. Ada yang anaknya sudah menikah, memiliki cucu, bahkan cicit, tetapi ada juga yang masih berjuang dengan anak yang belum menikah atau belum stabil secara ekonomi. Situasi ini harus diterima dengan sabar dan bijak.

Kita harus bersyukur atas apa yang dimiliki, baik itu keluarga yang besar maupun yang masih dalam proses pembangunan. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan emosional dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.

Relasi Spiritual dan Kepatuhan

Semakin tua usia, semakin penting untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Hubungan vertikal yang dekat akan tercermin dalam relasi horizontal dengan sesama.

Kita harus berusaha menjadi sumber motivasi atau dukungan bagi orang lain. Jika tidak mampu berkontribusi dalam diskusi atau perhelatan, setidaknya posisi kita adalah netral, tidak mengganggu atau mendestabilisasi.


Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru