PSBI Dorong Pelestarian Budaya Batak
Jakarta (harianSIB.com)Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke19 dan Rapat Kerja Nas
Kemandirian ini tercermin dalam tiga kebebasan utama: bebas mengatur waktu, bebas berpendapat, dan bebas mengelola sumber daya (baik dengan pensiun yang bijak maupun dengan pekerjaan sampingan sesuai keahlian sebelumnya).
Namun, karena batasan utama kebebasan itu adalah diri sendiri, banyak orang yang justru terperangkap menjadi "tawanan kehidupan" mereka sendiri, kurang disiplin dalam pola makan, istirahat, dan interaksi sosial.
Chronos vs Kairos
Selama masa kerja, saya selalu berupaya menjaga disiplin waktu. Setiap orang memiliki 24 jam sehari, yang saya bagi menjadi tiga bagian utama: 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk tidur, dan 8 jam untuk kegiatan sosial atau pribadi, dengan toleransi ±20%. Contohnya, pada hari kerja, alokasi waktu bisa menjadi 10 jam untuk pekerjaan dengan menyesuaikan waktu lainnya. Pada akhir pekan, prioritas beralih ke keluarga dan sosialisasi.
Setelah pensiun, saya mengelola waktu dengan dua pendekatan: (1) membagi waktu secara formal (aspek struktural), dan (2) mengisi konten waktu tersebut dengan nilai-nilai produktif. Saya membagi 24 jam menjadi empat blok waktu, masing-masing 6 jam dengan toleransi 15%:
-Tidur/istirahat
-Olahraga
-Bekerja (Menulis)
-Lainnya (sosial, spiritual, dll)
Bagi saya, "bekerja" dalam konteks ini bukan lagi pekerjaan formal seperti masa lalu, tetapi lebih kepada kegiatan yang bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Salah satu bentuknya adalah menulis secara rutin di media, baik itu artikel opini, esai, atau refleksi kehidupan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi outlet kreativitas tetapi juga cara untuk tetap berkontribusi secara intelektual. Saya percaya bahwa pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki masih dapat memberi nilai tambah bagi pembaca, terutama dalam bidang energi, hukum, dan geostrategi. Ini adalah disiplin ilmu serta bidang di mana saya sebelumnya bekerja.
Pola Hidup Sehat dan Disiplin
Pola Makan Terjaga:
Penting untuk memonitor jenis asupan dan waktu makan, terutama bagi Senior yang mungkin memiliki penyakit kronis (seperti jantung, diabetes, atau penyakit otak). Rutinitas kontrol medis harus tetap dilakukan, dan jika tidak ada asuransi, layanan kesehatan melalui BPJS dapat dimanfaatkan.
Istirahat Cukup: Tidur malam yang berkualitas dan istirahat siang (jika dibutuhkan) harus dijadwalkan secara teratur untuk menjaga ritme biologis tubuh.
Gerak Badan Proporsional: Olahraga harus disesuaikan dengan kemampuan fisik dan psikis. Contohnya, golf untuk yang masih bugar dan punya uang, atau bersepeda untuk yang mencari hobi baru.
Saya sendiri lebih memilih olahraga individual seperti berenang dan treadmill dan ke gym untuk menghindari keramaian dan biaya tinggi. Saya menyesuaikan dengan kemampuan tubuh. Hanya kita yang tahu esensi kemampuan tubuh kita.
Adab Sosial Harmonis
Setelah pensiun, posisi sosial kita berubah. Kita tidak lagi menjadi "orang penting" atau pejabat, tetapi tetap harus menjaga adab:
Menghargai Junior:
Mantan bawahan harus diperlakukan sebagai pemegang kewenangan, meskipun karier mereka pernah didukung oleh kita.
Menerima Keterbatasan: Kadang kita tidak diundang dalam acara tertentu, tetapi tidak perlu mempertahankan gengsi. Kita juga tidak harus selalu menjadi donatur jika ekonomi tidak memungkinkan.
Membantu Sesama: Jika ekonomi kita relatif lebih baik, bantu keluarga atau tetangga dengan bijak.
Isu Keluarga yang Beragam
Di kalangan Senior Pensiunan, isu keluarga berbeda-beda. Ada yang anaknya sudah menikah, memiliki cucu, bahkan cicit, tetapi ada juga yang masih berjuang dengan anak yang belum menikah atau belum stabil secara ekonomi. Situasi ini harus diterima dengan sabar dan bijak.
Kita harus bersyukur atas apa yang dimiliki, baik itu keluarga yang besar maupun yang masih dalam proses pembangunan. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan emosional dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.
Relasi Spiritual dan Kepatuhan
Semakin tua usia, semakin penting untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Hubungan vertikal yang dekat akan tercermin dalam relasi horizontal dengan sesama.
Kita harus berusaha menjadi sumber motivasi atau dukungan bagi orang lain. Jika tidak mampu berkontribusi dalam diskusi atau perhelatan, setidaknya posisi kita adalah netral, tidak mengganggu atau mendestabilisasi.
Kesempatan Kontribusi Profesional
Meskipun pensiun, saya masih terbuka untuk berkontribusi dalam bidang hukum, energi, dan geostrategi, sepanjang kesempatan tersebut terbuka sesuai kapabilitas saya.
Keterlibatan ini bukan lagi menjadi tujuan utama kehidupan, tetapi lebih sebagai bentuk kontribusi sosial dan pemeliharaan keahlian yang telah dimiliki. Saya percaya bahwa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama karier dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat dan/ atau kelompok Senior lainnya.
Kesimpulan
Kita tidak tahu seberapa lama masa depan yang masih ditakdirkan oleh Sang Pemilik Kehidupan. Dalam setiap dimensi kehidupan, berbuatlah dengan bijak, produktif, dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, bahkan kemanusiaan.
Itulah arti menjadi Senior yang keren: Menua bermartabat.
Bagi saya pribadi, menulis secara rutin adalah bentuk konkret dari "bekerja" di usia emas ini, dan saya berkomitmen untuk terus melakukannya selama kemampuan dan kesehatan masih memungkinkan.
Tuhan, ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, agar kami beroleh hati yang bijaksana (Mzm. 90:12).(**)
Jakarta (harianSIB.com)Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke19 dan Rapat Kerja Nas
Jakarta(harianSIB.com)Polda Metro Jaya mengamankan sekaligus memeriksa pengusaha properti Tan Kian di Apartemen Pacific Place Residence, Jak
Rantauprapat(harianSIB.com)Caroline Cicilia Nababan, siswi kelas 1 SD Negeri 18 Rantau Selatan yang terpilih dan dipercaya mewakili Indonesi
Pekanbaru(harianSIB.com)Persaingan memperebutkan 6 Super Tiket dari jalur kompetisi di Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru di GOR Angkas
Medan(harianSIB.com)Timsus JCS bersama Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan menembak seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermoto
Medan(harianSIB.com)Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kantor ATR/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias, ditemuka
Sibolga(harianSIB.com)Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Sibolga menyalurkan bantuan puluhan karung beras kepada
Rantauprapat(harianSIB.com)Folmer Welington Silalahi (34), mantan buruh bongkar muat (helper gudang) asal Dusun Blok Songo, Kotapinang, Kabu
Tapsel(harianSIB.com)Ali Wahab Hutapea (25), warga Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), korban bencana banjir
Medan(harianSIB.com)Asisten Pemulihan Aset (Aspema) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Ronald Hasiholan Bakara SH MH, mendapat promos
Medan(harianSIB.com)Persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Papan Tulis Interaktif (PTI) atau smartboard senilai Rp29,5 miliar
Jakarta(harianSIB.com)Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, hingga kini belum ditahan meski telah dit