Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

75 Tahun RE Nainggolan, Role Model Birokrat Berbasis Data dan Metodologis

Oleh: Dr Jonson Rajagukguk SSos SE MAP
Redaksi - Selasa, 25 November 2025 11:03 WIB
970 view
75 Tahun RE Nainggolan, Role Model Birokrat Berbasis Data dan Metodologis
(Foto Dok/Pribadi)
Dr Jonson Rajagukguk SSos SE MAP.

Medan (harianSIB.com)

Meluncurkan buku biografi di usia yang ke 75 dengan judul, "Keyakinan, Perjuangan dan Pengabdian RE Nainggolan" tentu punya makna yang snagat filosofis. Buku adalah kamus hidup dan seharusnya jadi "legacy" bagi generasi berikutnya untuk membentuk dan mendesain masa depan. Siapa Dr RE Nainggolan MM? Tentu sebuah pertanyaan yang sangat hakiki dan perlu kita lihat latar belakangnya, mengapa beliau menjadi sebuah sosok fenomenal yang bisa kita jadikan sebagai seorang yang berkarir di jalur birokrasi dan jadi panutan (role model) untuk menjadi Birokrat tulen.

Tulisan ini bukanlah pengkultusan, tetapi realitas sosial yang menegaskan bahwa RE Nainggolan seorang birokrat yang tidak mengenal tamat untuk belajar, bahkan sampai mengenyam pendidikan S3 (Studi Doktoral) di USU yang memberikan pesan kepada kita, belajar tidak mengenal usia dan profesi. Sekalipun sudah berada pada puncak karir, menjadi Sekda Kabupaten Dairi kala itu dan Bupati Taput, RE Nainggolan masih menyempatkan Studi S3, dan ini adalah sebuah pesan, jangan pernah lelah untuk bersekolah dan belajar.

Dalam karir beliau, RE Nainggolan bekerja berdasarkan suguhan data. Saya menyebut beliau adalah birokrat berbasis data dan sangat metodologis. RE Nainggolan ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil harus minim kesalahan. Data yang valid, data yang terkini selalu menjadi pedoman beliau dalam mengambil kebijakan dalam bertindak, inilah yang saya sebut birokrat berbasis data, dan selalu punya orientasi metodologis, tersistem, dan pola pikir birokrat yang sangat terstruktur. Beliau sangat senang dan sering diskusi dengan akademisi untuk memaskan data yang itu terukur, bisa untuk pijakan dalam kebijakan publik. Artinya, RE nainggolan sangat cerdas, visioner dan punya orientasi keberlanjutan yang sangat bagus. Berpikirnya RE Nainggolan adalah jangka panjang, punya kebermanfaatan dalam setiap bertindak.

Baca Juga:
Dr RE Nainggolan yang berpengalaman sebagai birokrat, didukung kemampuan akademik sangat bisa dan potensial untuk menjadi role model birokat di Sumatera Utara. Sebagai orang yang punya pengalaman memimpin dan dukungan akademik tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sumatera Utara mengoptimalkan segala potensi yang ada di Sumatera Utara. Bagaimana mengelola potensi itu dengan kekuatan managerial berbasis data, metodologis di Sumatera Utara ini adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh mesin birokrasi masa kini.

Untuk itu, Dr RE Nainggolan sebagai birokrat sarat pengalaman dan punya kemampuan akademik dan didukung oleh integritas yang baik perlu jadi role model birokrasi saat ini. Selain itu, beliau adalah pejuang pluralis, membangun harmoni sosial, mengedepankan pemberdayaan warga. Kita pun sangat mengharapkan Dr RE Nainggolan kekinian bisa muncul dalam komunitas birokrasi di Sumatera Utara. Sumut akan bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di negara ini dan lebih baik kedepan dalam berbagai bidang jika mesin birokrasi bekerja dengan hati dan penuh empati.

Dalam konteks tantangan Indonesia kekinian, khususnya Sumatera Utara dan mengingat dalam suatu organisasi apapun, kepemimpinan memegang peran yang penting. Bahkan segala sesuatu akan bangkit dan jatuh karena kepemimpinan. Salah satu konsep kepemimpinan yang ditawarkan oleh praktisi manajemen di Amerika adalah konsep SERVE yang dalam bahasa Indonesia berarti Melayani. Konsep utamanya ialah bahwa, apapun jabatan atau kedudukan formalnya, orang-orang yang ingin menjadi pemimpin besar harus mempunyai sikap melayani orang lain. Melalui buku "The Secret – Rahasia Kepemimpinan" oleh Ken Blanchard dan Mark Miller, konsep SERVE dijelaskan secara singkat tapi lugas. Berikut cuplikan buku tersebut: SERVE sendiri merupakan singkatan dari lima kata kunci yaitu: S- See the Future (Melihat Masa Depan), E- Engage and Develop Others (Libatkan dan Kembangkan Orang Lain), R- Reinvent Continuously (Temukan Kembali Terus Menerus). V- Value Results and Relationship (Hargai Hasil dan Hubungan). E- Embody The Values (Mewujudkan Nilai)

Huruf pertama S- See the Future mempunyai makna bahwa para pemimpin harus bersedia dan sanggup membantu orang-orang yang mereka melihat tujuannya, dan juga keuntungan-keuntungan melangkah kearah sana. Setiap orang perlu melihat dirinya, kemana mereka pergi, dan apa yang akan menuntun perjalanan mereka. Huruf kedua E dalam SERVE menjelaskan bahwa Engange and Develop Others (Libatkan dan Kembangkan Orang Lain) ada dua hal yaitu pertama, merekrut atau memilih orang yang tepat untuk tugas yang tepat. Itu berarti mempunyai pemain-pemain yang tepat dalam suatu tim. Kedua, lakukan apapun yang diperlukan untuk melibatkan hati dan kepala orang-orang tersebut. Dalam sejarah, banyak pemimpin telah menggunakan tangan dan yang lain tidak sama sekali. Barangkali dari sanalah istilah hired hands (orang upahan) berasal.

Kemudian ada huruf R singkatan dari Reinvent Continuously. Disinilah nilai kreativitas pemimpin dilihat. Pemimpin harus bersedia menemukan kembali setidaknya ada tiga tahap. Tahap pertama, bersifat pribadi. Beberapa pertanyaan utama yang harus diajukan adalah "Bagaimana saya belajar dan tumbuh sebagai seorang pemimpin?" "Apa yang saya lakukan untuk mendorong orang-orang dalam kelompok saya agar terus menerus belajar dan menemukan kembali diri sendiri?. Tingkat penemuan kembali yang kedua adalah sistem dan proses. Pertanyaan untuk diri sendiri dan anak buah kita adalah "Bagaimana kita melakukan pekerjaan tersebut?" Bagaimana kita dapat melakukannya dengan lebih baik? Perubahan apa saja yang akan meningkatkan kemampuan kita untuk melayani pelanggan dan juga satu sama lain? Akhirnya yang ketiga, melibatkan struktur organisasi iu sendiri. Pertanyaan yang baik yang diajukan disini adalah,"Perubahan struktur mana saja yang perlu kita tempuh untuk menjadi lebih efisien dan efektif?"

Huruf V adalah singkatan dari Value Results and Relationship (Hargai Hasil dan Hubungan) Kita harus menghargai pelanggan kita lebih dahulu, dan nilai itu akan menuntun perilaku kita dan menjamin keberhasilan kita terus menerus. Apa yang tidak dimengerti kebanyakan orang ialah bahwa mereka dapat meraup hasil keuangan yang lebih tinggi kalau mereka mempunyai hubungan yang baik. Kita harus meningkatkan nilai hubungan dengan seorang mitra seperti halnya dengan hasil. Memimpin pada tingkat yang lebih tinggi mencakup hasil maupun hubungan.

Huruf E terakhir ialah Embody The Values (Mewujudkan Nilai) Ini adalah sesuatu yang mendasar dan berlangsung terus menerus. Kalau kita kehilangan kredibilitas sebagai pemimpin, potensi kepemimpinan kita akan sangat terbatas. Kita harus melakukan lebih daripada sekedar merumuskan nilai-nilai tersebut, kita tidak boleh hanya mengucapkannya, kita harus memperlihatkannya. Semua kepemimpinan sejati dibangun di atas kepercayaan. Salah satu adalah hidup konsisten dengan nilai-nilai yang kita akui. Kalau dikatakan bahwa pelanggan adalah penting, tindakan-tindakan kita seharusnya lebih mendukung pernyataan tersebut. Jika kita memilih untuk hidup seolah-olah pelanggan tidak penting, orang-orang akan mempunyai alasan untuk mempertanyakan kelayakan kita untuk dipercaya. Akhirnya, bagi para pemimpin yang memimpin dengan tidak didasarkan pada kekuasaan atau jabatan sebaliknya, kepemimpinan yang lahir dari hati yang melayani, maka merekalah ilham bagi semua orang dan bagi calon pemimpin masa depan.

RE Nainggolan adalah role model dalam penguatan dan fungsi mesin birokrasi. kita mengaharpkan RE Nainggolan yang baru bisa muncul sebagai sebuah "legacy" untuk membangun Sumatera Utara ke arah yang lebih baik melalui fungsi dan mesin birokrasi. Setiap orang menginginkan pemimpin lahir melalui proses politik yang bagus agar kedepan jangan terjebak kasus korupsi yang bisa membuat kegagalan kepemimpinan di tingkat pemerintahan. Sportivitas dan kejujuran, ataupun asas fair play perlu dikedepankan dalam menciptakan birokrat tulen berbasis data dan metodologis. saatnya kepada masyarakat disosisalisasikan apa itu hakikat fungsi utama birokrasi. Baik melalui semianr, diskusi kecil sehingga masyarakat diberikan pemahaman pendidikan politik yang baik dan benar.

Semoga Buku RE Nainggolan dengan judul "Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian" bisa menginspirasi para kaum birokrat yang muda untuk melanjutkan sistematika yang beliau bangun, yaitu birokrat berbasis data, punya metodologis yang bagus sehingga fungsi keutamaan birokrasi bisa berjalan dengan baik sebagai mesin utama penggerak, penopang, dan penguat percepatan pembangunan di Sumatera Utara. Usia RE Nainggolan bisa saja 75 tahun, tetapi spirit beliau untuk berjuang demi percepatan pembangunan, penguatan pluralisme, pengayom, percepatan pelayanan publik, penguat harmoni sosial masih tetap bagus dan tegar. Visi kebangsaan, visi pelayanan publik sangat tegas dan harga mati sebagai sebuah ideologi yang hidup dalam jiwa RE Nainggolan. Selamat Ulang Tahun ke 75 Tahun pak RE Nainggolan. (Penulis adalah dosen Pascasarjana S2 MIA Universitas HKBP Nommensen Medan / WD III Fisipol UHN Medan)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
Oknum Guru di SMAN 1 Pahae Jae Ditangkap Polres Taput
DPRDSU: Kemandirian APBD Sumut Membaik
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
Natal Pemkab Dairi Disesuaikan dengan FDT
komentar
beritaTerbaru