Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Benny Tomasoa Siap Jawab Keresahan Klub Maupun Askab dan Askot

Redaksi - Kamis, 27 Januari 2022 21:18 WIB
1.749 view
Benny Tomasoa Siap Jawab Keresahan Klub Maupun Askab dan Askot
Foto SIB/Christopel Naibaho
DISKUSI: Bakal calon Ketua Umum Asprov PSSI Sumut, Benny Tomasoa foto bersama mantan pemain dan pelatih serta para perwakilan klub dan Askan maupun Askot PSSI se-Sumut usai diskusi  sepak bola di Medan, Kamis (27/1/2022).&
Medan (harianSIB.com)

Mantan manajer PSMS, Benny Tomasoa serius untuk maju pada Kongres Asosiasi Sepak Bola Provinsi (Asprov) PSSI Sumut pada Maret mendatang. Bento, sapaan akrabnya pun menggelar diskusi dengan perwakilan klub-klub dan Askab serta Askot se-Sumut di Medan, Kamis (27/1/2022).

Benny mendengarkan apa yang menjadi keinginan klub-klub dan askab/askot yang belum terpenuhi di kepengurusan periode sebelumnya. Apalagi, mereka menyuarakan agar kompetisi di bawah naungan Asprov PSSI Sumut seharusnya tak dipungut biaya. "Saya besar dari sepak bola. Jadi saya ingin mengabdi karena saya lahir di Sumut. Saya ingin memperkuat di Sumut ini. Maka saya ajak semua bersatu bagaimana membangun sepak bola ini," beber Benny sebagaimana dilaporkan Jurnalis Koran SIB, Christopel Naibaho.

Selain perwakilan klub dan askot/askab, juga hadir beberapa mantan pemain hingga pelatih PSMS. "Selama ini jarang pelaku langsung sepak bola jadi ketua. Kami doakan dia terpilih. Tentunya harus mencari bakat-bakat pemain muda. Hidupkan Marah Halim Cup daerah, atau Benny Tomasoa Cup. Kita pun dulu dari daerah. Asprov-asprov juga mengadakan kompetisi klub. Jenjang umur 13-15 tahun. Kalau ada kompetisinya akan muncul pemain-pemain baru berpotensi," kata Abdul Rahman Gurning, mantan pelatih dan pemain PSMS.

Sementara Slamet Riyadi, eks bek PSMS dan timnas mengatakan Asprov juga harus memikirkan soal sepak bola putri. Apalagi PON 2024 berlangsung di Sumut dan Aceh, kemungkinan sepak bola putri dimainkan di Sumut. Sedangkan Badiar Raja Manurung, mantan pemain timnas era 80-an menyebut jika kegagalan di PON 2020 lalu harus jadi cambuk untuk berprestasi di PON 2024.

Menjawab keresahan klub-klub, Benny mengatakan sudah memikirkan hal itu. Benny sendiri punya beberapa poin pemikiran yang sejalan dengan keinginan klub seperti kompetisi Liga 3 dan Piala Soeratin tanpa dikutip biaya, peningkatan pembinaan usia dini berjenjang, peningkatan SDM pelatih dan wasit, melaksakan workshop-workshop, kongres tahunan, persiapan tim PON Sumut 2024 dengan target juara, peningkatan komunikasi digital melalui aplikasi dan menjalin kerja sama dengan sponsorship. "Saya siap. Saya tidak punya kepentingan politik apapun. Saya gak mau omong kosong. Saya juga siap membuat perjanjian," pungkasnya. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru