
Unjuk Rasa Memanas, Rumah Sri Mulyani Digeruduk dan Dijarah Massa
Jakarta (harianSIB.com)Aksi unjuk rasa warga Jakarta masih berlanjut hingga Minggu (31/8) dini hari dan memicu kericuhan di sejumlah titik.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Abdul Qohar, menyebut total kerugian tersebut terdiri dari kerugian keuangan negara dan kerugian perekonomian negara.
Baca Juga:
"Berdasarkan hasil penghitungan yang sudah pasti nyata jumlahnya Rp285.017.731.964.389. Jumlah ini dari dua komponen, kerugian keuangan negara dan kerugian perekonomian negara," kata Qohar dalam konferensi pers di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (10/7) malam, dikutip dari CNNIndonesia.com.
Nilai kerugian itu diketahui bertambah dari total kerugian negara yang sebelumnya sempat disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar. Sebelumnya Harli menyebut kerugian negara dari perkara ini mencapai Rp193,7 triliun pada 2023.
Baca Juga:
Kejagung mencatat kerugian negara ratusan triliun itu dihitung berdasarkan kerugian ekspor minyak mentah dalam negeri sekitar Rp35 triliun dan kerugian impor minyak mentah melalui DMUT/ Broker sekitar Rp2,7 triliun.
Selanjutnya, kerugian impor BBM melalui DMUT/ Broker sekitar Rp9 triliun; Kerugian pemberian kompensasi (2023) sekitar Rp126 triliun; dan kerugian pemberian subsidi (2023) sekitar Rp21 triliun.
Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan 18 tersangka dari kalangan petinggi di Pertamina dan anak usahanya serta pengusaha swasta.
Belasan tersangka itu mulai dari Riva Siahaan (RS) selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga; Yoki Firnandi (YF) selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping; hingga anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Andrianto Riza selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa.
Terbaru, Korps Adhyaksa juga menetapkan pengusaha minyak Riza Chalid selaku Beneficial Owner dari PT Orbit Terminal Merak (OTM) dan delapan orang lainnya sebagai tersangka.(*)
Jakarta (harianSIB.com)Aksi unjuk rasa warga Jakarta masih berlanjut hingga Minggu (31/8) dini hari dan memicu kericuhan di sejumlah titik.
Jakarta (harianSIB.com)Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan NasDem Tower, Jakarta Pusat, memblo
Medan(harianSIB.com)Pemko Medan telah melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pangan beras,
Jakarta (harianSIB.com)Presiden Prabowo Subianto memanggil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. D
Jakarta (harianSIB.com)Video yang menampilkan rumah politikus PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, dijarah massa beredar luas di media