Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Perguruan Teladan Sumatera Utara Pendalaman Alkitab dan Seminar di Samosir

- Minggu, 27 April 2014 20:59 WIB
606 view
Perguruan Teladan Sumatera Utara Pendalaman Alkitab dan Seminar di Samosir
Medan (SIB)- Ratusan siswa/i bersama guru, pembina dan ketua yayasan Perguruan Teladan Sumatera Utara (PTSU) Jalan Gereja Medan melaksanakan berbagai kegiatan di Tomok Samosir selama 3 hari, mulai Sabtu (19/4) hingga Senin (21/4/2014).

Kegiatan tersebut di antaranya pendalaman Alkitab, seminar dan retreat mengelilingi Danau Toba.

Kegiatan tersebut dibuka Pembina PTSU DR (HC) Toga Sianturi MA dengan mengatakan bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Toga mengajak seluruh siswa/i menyanyikan lagu “Bagi Tuhan tak ada yang mustahil” seraya mengimani lagu tersebut.

“Tidak mustahil bahwa siswa/i PTSU suatu saat nanti menjadi orang besar, asal sungguh-sungguh dalam Tuhan dan belajar,” ujarnya
Ketua pelaksana Baginda Sitompul STh MPdK melaporkan kegiatan retreat sudah menjadi agenda tahunan PTSU yang tujuannya sebagai peningkatan iman selain berwisata.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut sangat menarik minat siswa/i. Pada acara seminar dibahas tentang “Kepastian Keselamatan” dengan nara sumber Ev EM Sihotang.

Evanggelis ini menjelaskan bahwa Allah menjamin dan memberi kepastian keselamatan dalam nama Yesus. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juru selamat, orang tersebut akan diselamatkan, (1 Yoh 5:10-13) 

Topik tentang “Kenakalan remaja” dibawa  Baginda Sitompul STh MPdK. Baginda menjelaskan tingkat kenakalan remaja saat ini termasuk narkoba dan free seks. Sehubungan dengan ini siswa/i PTSU diimbau untuk menjaga tubuh, sebab tubuh adalah bait Allah dan tubuh harus memuliakan nama Tuhan (1 Korint 6:19). 

Sementara itu topik “Remaja   generasi masa depan” oleh Nixon Lumban Gaol MPdK. Nikson menjelaskan bahwa siswa/i PTSU adalah generasi masa depan. Karena itu harus punya karakter seperti Kristus dan jadilah berguna bagi keluarga, masyarakat, gereja, sekolah bangsa dan negara.

 Acara dilanjutkan dengan permainan yang menambah keakraban antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.

Pada malam terakhir dilaksanakan inagurasi dengan api unggun yang dikomandoi Anton Sinaga SPd (Ka SMK 1). Siswa/i semakin menyadari siapa dirinya sebenarnya sehingga banyak di antara siswa yang mengeluarkan  air mata menyadari kekurangannya. (R12/c)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru