Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Al-Quran Tentang Turunnya Hujan

* Oleh : Islahuddin Panggabean S.Pd dan DR Agung Kiswandono M.Sc
- Jumat, 16 September 2016 16:38 WIB
1.885 view
Al-Quran Tentang Turunnya Hujan
Akhir-Akhir ini, kita sering diguyur hujan. Saat didera hujan sebagian manusia mengeluh sebagian pula bersyukur. Sebagai insan yang beriman tentunya mengambil sisi positif dari setiap hal yang ada di alam ini. Hujan adalah salah satu bukti kebesaran Allah. Siklus hidrologi yang berlangsung secara terus menerus merupakan bukti kekuasaan Tuhan mengatur alam semesta ini secara sempurna.

Dalam al-Quran, banyak terdapat ayat yang membahas tentang hujan baik itu proses pembentukan maupun manfaat dari air hujan. Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat. Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur'an, salah satunya firman Allah, "Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu Lihat hujan keluar dari celah-celahnya, Maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. (QS. Ar-Rum : 48)
Ada tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini. Tahap ke-1, Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya sangat banyak yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini (disebut aerosol), membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

Tahap ke-2, Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan. Adapun ayat lain yang berisi penjelasan tentang proses hujan dan pembentukan awan sendiri dibahas dalam (QS An Nur : 43).

Tahap ke-3, Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel-partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Dalam ayat lain, hujan dinyatakan sebagai air yang diturunkan dalam "ukuran tertentu". Firman Allah, "Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)." (QS. Az-Zukhruf, (43):11)
"Kadar" yang disebutkan dalam ayat ini merupakan salah satu karakteristik hujan. Secara umum, jumlah hujan yang turun ke bumi selalu sama. Ilmuwan memperkirakan sebanyak 16 ton air di bumi menguap setiap detiknya. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi setiap detiknya. Hal ini menunjukkan bahwa hujan secara terus-menerus bersirkulasi dalam sebuah siklus seimbang menurut "ukuran" tertentu.

Selain itu ilmuwan juga membahas mengenai kecepatan turunnya hujan. Ketinggian minimum awan adalah sekitar 12.000 meter. Ketika turun dari ketinggian ini, sebuah benda yang memiliki berat dan ukuran sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558km/jam. Tentunya, objek apapun yang jatuh dengan kecepatan tersebut akan mengakibatkan kerusakan.

Jika hujan turun dengan cara demikian, maka seluruh lahan tanaman akan hancur, pemukiman, perumahan, kendaraan akan mengalami kerusakan, dan orang-orang pun tidak dapat pergi keluar tanpa mengenakan alat perlindungan ekstra. Namun tidak demikian terjadinya, dari ketinggian berapapun hujan itu turun,  kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 8-10 km/jam ketika mencapai tanah. Hal ini disebabkan karena bentuk tetesan hujan yang sangat istimewa.

Keistimewaan bentuk tetesan hujan ini meningkatkan efek gesekan atmosfer dan mempertahankan kelajuan tetesan-tetesan hujan ketika mencapai "batas" kecepatan tertentu.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, Al-Qur'an yang menyediakan penjelasan mengenai hujan serta telah mengumumkan fakta-fakta ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Mengenai manfaat hujan, banyak pula ayat al-Quran membahasnya salah satunya sebagai sarana pembersih badan, penenang jiwa, penyehat badan sebagai dalam ayat (QS. Al-Anfaal (8):11). Selain itu, Kalau kita melihat dan membaca Al Quran, ada banyak surat di dalamnya yang berbicara soal hujan.

Tepatnya air hujan, di antaranya (QS al-An'aam [6]: 99), (QS 'Abasa : 24-32). Dari ayat-ayat diterangkan, setelah ALLAH SWT menurunkan air hujan, maka tak lama kemudian akan tumbuh tanaman. Artinya hujan punya kemampuan menumbuhkan bumi yang kering dengan keluarnya tanaman-tanaman yang menghijau. 

Salah satu unsur yang cepat menumbuhkan adalah unsur Nitrogen. Karena unsur N paling banyak di udara, maka tak mengherankan air hujan berasal dari atmosfir. Kalau kita mengenal pupuk, salah satu pupuk yang banyak mengandung unsur N adalah pupuk UREA. Kandungan unsur Nitrogen dalam urea adalah 46%.  Oleh sebab itu, bila kita mempunyai tanaman yang tak terkena air  hujan maka tampunglah air hujan. Dan air itu bisa kita siramkam ke tanaman tersebut.

Berdasar hasil penelitian terkini, hujan juga mengandung manfaat seperti menyehatkan dan membuat rambut bersinar, menghilangkan bau amis, pengejutan sistem syaraf pada tubuh seperti pada pijat refleksi. Air hujan juga mengandung H2O2 (Hidrogen Peroksida) biasa digunakan untuk terapi pengobatan serta dapat menghilangkan toksin (racun) pada tubuh.

Penutup
Hujan pada dasarnya adalah tanda kasih sayang Tuhan kepada makhluk-makhluk-Nya. Al-Quran banyak memuat bagaimana proses dan berbagai manfaat hujan. Oleh sebab itu, tak pantaslah sebagai manusia kita banyak mengeluh tentang hujan. Mungkin cara kita dalam mengelola diri dan air hujan yang perlu dipertanyakan. Terakhir, pesan Nabi tatkala hujan turun untuk berdoa, "Allahumma Shoyyiban Nafi'an" Ya Allah turunkan hujan yang bermanfaat. Wallahua'lam. (d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru