Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 Juli 2026

Jagalah Imanmu

* Oleh: Pdt. Jansen Simanjuntak, MTh, MM * Bahan Bacaan: Markus 8:14-30
- Minggu, 30 Juli 2017 17:59 WIB
808 view
Bapak/ Ibu, Saudara-saudari, ada dua hal penting yang boleh kita pahami dari judul renungan di atas.

Yang pertama, ketakutan atau kekhawatiran seringkali membuat kita melakukan tindakan-tindakan picik dan rakus. Lihatlah para pemilik modal di dunia, orang-orang yang sangat kaya. Meski kaya raya, mereka masih saja merasa kurang dan tetap mengkhawatirkan akan hari esok, sehingga mereka tidak henti-hentinya meraup sebanyak-banyaknya keuntungan ekonomi dari berbagai penjuru dunia. Bahkan mereka berani melakukan berbagai macam eksploitasi, tanpa memperhatikan kemelaratan ekonomi yang dialami oleh sekelompok besar penduduk dunia. Ketamakan pun menguasai hidup mereka, bukan hanya di bidang ekonomi tetapi dalam hampir segala bidang.

Yesus ingin murid-muridNya mewaspadai ketamakan tersebut. Ketika para murid-Nya sadar bahwa mereka hanya membawa sebuah roti dalam perjalanan mereka di atas perahu, Yesus segera mewaspadai mereka supaya berjaga-jaga dan mengawasi diri dari ragi atau pengaruh cara berpikir dan beriman dari orang Farisi dan Herodes. Sayang, para murid tidak menangkap maksud Yesus. Orang Farisi degil dan sempit, masih saja meminta tanda, padahal tanda ada di depan mata mereka. Herodes suka dengan kesenangan yang berlebihan dan hawa nafsu. Orang yang suka kesenangan yang berlebihan biasanya tidak pernah merasa cukup atas apa yang ada padanya. Kesenangan itu memperbudak dirinya.

Yesus meyakinkan para murid supaya percaya pada pemeliharaan Allah. Yesus mengingatkan kembali peristiwa luar biasa ketika Yesus memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang sisa 12 bakul dan tujuh roti untuk empat ribu orang sisa 7 bakul. Persoalan makan dan minum semuanya dapat diatasi dengan baik bersama dengan Yesus.

Allah telah menyediakan alam yang begitu luas sebagai tempat bagi kita manusia memperoleh kebutuhan sehari-hari. Hati-hati dengan pikiran picik, sempit dan ketamakan untuk berfoya-foya/ berlebih-lebihan. Jagalah iman Anda, percayalah pada kasihNya dan ingatlah pemeliharaan Allah kepada Anda di masa lalu.
Bapak/ Ibu, Saudara-saudari.

Yang kedua, dalam sebuah kelompok doa, seseorang pernah berdoa kepada Allah dengan mengatakan "Ya Bapa." Setelah selesai berdoa, seseorang yang lain mengatakan bahwa ia tidak dapat menerima Allah sebagai Bapa karena pengalaman buruknya dengan bapaknya yang jahat dan yang telah menyia-nyiakan dirinya. Pengalaman di masa lalu dapat mempengaruhi pengungkapan iman seseorang kepada Allah. Pengungkapan iman yang lahir dari pengalaman bersama Allah akan lebih kuat berakar daripada pengungkapan iman yang hanya mengulang pengungkapan iman orang lain.

Setiap orang atau kelompok dapat membuat pengungkapan iman masing-masing sesuai dengan refleksi pengalaman mereka bersama Yesus atau hanya karena mendengar dari orang lain. Maka, ada orang yang mengatakan Yesus adalah Yohanes Pembaptis. Ada orang mengatakan Yesus adalah Elia atau seorang dari para nabi. Namun, Tuhan Yesus sangat ingin pengakuan iman personal para murid: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?". Refleksi iman Petrus yang juga mewakili para murid lainnya adalah: Yesus adalah Mesias. Refleksi ini memang masih dipengaruhi oleh konteks agama Yahudi yang sedang menantikan Mesias.

Petrus menemukan kemesiasan yang dinanti-nantikan oleh Israel dalam diri Yesus. Tentu refleksi ini belum sempurna, akan berkembang seiring pengenalannya akan Yesus. Karena belum tiba waktunya untuk kemesiasanNya dipublikasikan, Yesus melarang murid-muridNya mengungkapkan kepada siapa pun.

Iman personal Petrus adalah juga iman komunitas para murid. Iman personal seseorang bukan hanya karena pengalaman bersama Tuhan tetapi juga karena anugerah pencelikan mata rohaninya. Iman personal menjadi iman komunitas ketika sebagai warga kerajaan Allah kita bersama-sama mengakui Yesus sebagai Kristus, yang Diurapi Allah, Sang Pendiri Gereja. Iman personal kita diwujudkan dalam kesaksian pribadi di tempat kerja kita masing-masing. Iman personal kita juga dinyatakan bersama saudara seiman sebagai kesaksian gereja kepada dunia. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin (d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru