Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Manakah yang Menjadi Pilihanmu?

Oleh: Pdt. Jansen Simanjuntak, MTh, MM
- Minggu, 22 Juni 2014 16:52 WIB
512 view
Manakah yang Menjadi Pilihanmu?
Bapak/ ibu pembaca renungan harian SIB yang diberkati Tuhan! Ada sebuah ungkapan yang mengatakan : Hidup adalah pilihan, oleh karena itu tentukanlah pilihanmu! Ungkapan ini berasal dari realita kehidupan manusia dimana ada banyak pilihan dalam kehidupan manusia. Diantara pilihan yang ada manusia harus mengambil keputusan untuk dianutnya atau dihidupinya dalam perjalanan hidupnya kemudian. Adapun maksud Yosua mengumpulkan bangsa Israel adalah untuk mempertanyakan dan memastikan kepada siapa bangsa itu akan tunduk dan beribadah. Bangsa Israel dengan tegas menyatakan bahwa mereka akan beribadah kepada Tuhan "Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!" (ay.6)
Ada pilihan yang disampaikan oleh Yosua kepada bangsa Israel dalam menentukan sikap mereka. Dia memberikan gambaran kepada bangsa itu tentang dua jenis Allah, yaitu Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan, yang membuat mukjizat bagi bangsa itu, dan yang telah menyertai mereka dalam perjalanan menuju tanah Kanaan, serta allah lain yang biasa disembah oleh penduduk di sekitar tanah Kanaan, yaitu allah kesuburan, allah matahari dan bulan, pohon-pohon besar, dan allah yang ada pada tempat-tempat yang dianggap keramat. Gambaran yang diberikan Yosua mampu membuat bangsa Israel untuk menentukan pilihannya. Bangsa Israel menyadari bahwa hanya TUHAN Iah yang layak disembah dan hanya kepadaNya mereka akan beribadah. Ada pengenalan yang dalam bagi bangsa itu sepanjang perjalanan hidup bersama dengan TUHAN melalui kuasa TUHAN dalam keajaiban-keajaiban yang diberikan kepada mereka.

Manusia bukanlah robot, yang sepenuhnya diatur. Manusia diberikan kebebasan untuk bertindak, termasuk untuk beribadah kepada yang diyakininya. Apakah yang diyakini manusia dalam hidupnya yang mampu memberikan keselamatan dan kesejahteraan kepada manusia? Mungkin ada banyak hal yang mempengaruhi kehidupan manusia. Itu bisa saja harta benda, kuasa, ketenaran, dan lain sebagainya. Terkadang manusia menjadi menghambakan dirinya kepada hal-hal tersebut dan menganggap hal-hal tersebut sebagai allahnya. Itu tidak bisa dipungkiri, karena sebagian manusia menganggap hal-hal tersebut dapat memberikan apa yang diinginkannya termasuk untuk kehidupan yang kekal. Harta benda, kuasa dan ketenaran, dapat memberikan segalanya kepada manusia. Mereka lupa, bahwa itu semua merupakan pemberian Allah yang sewaktu-waktu dapat diambil jika oleh karena hal itu manusia menjadi murtad kepada yang memberikan. Oleh karena itu, memilih untuk beribadah terhadap allah lain, dan bukan kepada Tuhan Allah, itulah yang akan menghancurkan hidup manusia. Hanya Allah yang berkuasa atas manusia karena Allah-lah yang menjadikan segala sesuatu dalam dunia ini. Allah adalah Maha Kuasa. Tidak ada yang terlepas dari kuasaNya.

Memilih untuk beribadah kepada Tuhan Allah mempunyai konsekwensi. Memilih untuk beribadah kepada Tuhan Allah berarti menjadikan Tuhan Allah sebagai satu-satunya yang mengatur sepenuhnya dalam hidup. Jika Allah menjadi satu-satunya yang disembah, maka manusia tidak boleh beribadah kepada Allah dan juga beribadah kepada allah lain. Yesus dengan tegas mengatakan hal tersebut: "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mammon". (Matius 6:24). Jika kita telah memilih untuk beribadah kepada Allah maka apa yang akan Allah perintahkan harus dilakukan. Yosua dengan tegas mengatakan hal tersebut kepada bangsa Israel: "Apabila kami meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka la akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah la melakukan yang baik kepada kamu dahulu." Melakukan perintah Tuhan adalah sebagai bagian dari keputusan manusia dalam memilih Tuhan. Tidak ada paksaan untuk melaksanakan perintahNya karena hal itu adalah pilihan yang telah kita tetapkan.

Dengan demikian, setiap orang diberikan pilihan untuk beribadah. Apakah beribadah kepada Tuhan Allah yang telah memberikan kasih karuniaNya kepada kita dengan menebus kita dari dosa, atau beribadah kepada allah lain yang bersifat fana? Pilihan ada pada setiap orang dan konsekwensi atas pilihan yang diambil harus diterima. Namun sebagai orang percaya, yang hidupnya telah diselamatkan dari dosa, tidak akan kesulitan untuk menentukan kepada siapa akan beribadah. Kebaikan dan segala kasih karunia yang diterima dari Allah menuntun orang percaya bahwa hanya kepada Tuhan saja kita beribadah dan hanya kepadaNya kita berbakti. (Matius 4:10).

Bapak/ ibu pembaca renungan harian SIB yang diberkati Tuhan! Judul renungan diatas, jelas tidak ada hubungannya dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 9 Juli 2014 mendatang, namun renungan ini boleh menjadi arah pandang kita untuk menentukan pilihan kita tentang siapa yang lebih tepat dan lebih layak menjadi Presiden dan Wakil Presiden memimpin NKRI ini 5 (lima) tahun kedepan. Sama seperti Yosua yang memaparkan dengan sejelas-jelasnya tentang Tuhan Allah (Allah Yahwe) yang menyertai umatnya, demikian juga halnya dengan dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden sudah memaparkan program 5 (lima) tahun kedepan lewat visi misi mereka masing-masing serta juga dengan sosialisasi, kampanye dan dengan debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, apabila masyarakat mempercayakan mereka, kedua pasangan calon berjanji akan mengabdi kepada Nusa dan Bangsa. Kedua pasangan calon (Nomor urut 1: Prabowo - Hatta Rajasa dan Nomor urut 2: Joko Widodo - Jusuf Kalla) menyampaikan pandangan dan program yang terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara dan tidak ada dari antara mereka yang tidak memihak kepada masyarakat.

 Dengan membaca renungan ini saya yakin bahwa masyarakat Indonesia semuanya sudah pintar dan cerdas untuk menentukan pilihannya. Untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 9 Juli 2014 bulan depan, masyarakat tentu tidak mau lagi dipengaruhi oleh apapun, apalagi dengan politik uang akan tetapi memilih dengan hati nurani, memilih dengan suara hati siapa yang lebih baik dari kedua pasangan terbaik Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yaitu dengan melihat figur pasangan yang rendah hati, tidak muluk-muluk tetapi yang berpihak kepada kemajuan dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas demi cita cita bangsa yang adil dan makmur. Amin. (c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru