Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026
Panitia KKR PGPI Audiensi ke Harian SIB

PGPI Sumut Persembahkan (KKR) Bagi Umat Kristiani Sumut di Medan

* Peringatan Kenaikan Yesus Kristus Fenomena yang Memberi Pengharapan Bagi Umat Kristiani
- Minggu, 29 Juni 2014 21:08 WIB
1.935 view
PGPI Sumut Persembahkan (KKR) Bagi Umat Kristiani Sumut di Medan
Medan (SIB)- Kasih Melanda Sumatera PGPI Sumut mempersembahkan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bagi umat kristiani di Sumut untuk memaknai peringatan Kenaikan Yesus Kristus. KKR akan diselenggarakan, Senin (30/6) di Pardede Hall Medan pukul 18.00 WIB dengan pembicara Pdt DR Jacob Nahuway MA.

 Hal itu disampaikan dari Ketua Umum Pdt Paul F Wakkary, Pdt Hotmian Siregar panitia pengarah dari Jakarta, Pdt Sarma Lumbanraja (Humas dan Publikasi) dan St EV Laston Lumbanraja SSos (Sekretariat) saat beraudiensi di kantor Harian SIB Medan yang diterima Wakil 1 Pemred Harian SIB Ir Parluhutan Simarmata.

KKR yang akan dimeriahkan artis rohani asal Jakarta terdiri dari Nowela, Regina dan Joy Tobing semuanya jawara dari Indonesian Idol akan dihadiri umat kristiani yang ada di Sumut. Panitia menyampaikan peserta yang datang dengan rombongan akan diberi uang transportasi. “Panitia menyediakan subsidi transportasi,” katanya.

Pdt Paul Wakkary menyampaikan peringatan Kenaikan Yesus Kristus adalah momentum yang sangat penting karena kenaikan Yesus Kristus adalah fenomena bahwa orang-orang Kristen juga akan bangkit dan telah memberi pengharapan bagi orang-orang percaya.

Disebutkan, salah satu tujuan dari KKR adalah pembinaan keimanan karena dalam perkembangannya terjadi degradasi keimanan di kalangan umat kristiani. Menurutnya umat kristiani mengalami perubahan tatanan kehidupan dan terlihat tidak hidup dengan nilai-nilai kristiani, tidak ada ketundukan pada gereja, nilai-nilai kekristenan sudah tidak dihargai dan didominasi nilai-nilai politik yang disalahartikan.

Senada dengan Pdt Hotmian Siregar berpendapat bahwa momentum peringatan Kenaikan Yesus Kristus adalah sangat utama terutama dalam menghadapi perkembangan jaman yang semakin hari semakin kompleks dengan berbagai permasalahan.

Ditegaskannya KKR yang diselenggarakan bersamaan dengan masa kampanye Pilpres tidak ada agenda politik. Jemaat diberi kesempatan untuk menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani. Masyarakat dinilai sudah tahu untuk menentukan pilihannya dan biarlah jemaat yang melakukan pengenalan pada jejak rekam dari calon yang akan dipilih.

Diakuinya pada Pemilu legislatif  lalu PGPI mengajak jemaat untuk memilih salah satu calon yang dinilai bisa membawa aspirasi gereja, namun menghadapi Pilpres 2014 ada reaksi dari kalangan jemaat dan pimpinan gereja menghargai aspirasi itu. Sebagai bentuk penghargaan maka jemaat diberi kekebasan untuk menggunakan pilihannya sesuai dengan hati nurani. (A9/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru