Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 Juli 2026

9 Tahun Cuci Darah, St Anna R CH Hutabarat Realisasikan Janjinya Bangun Gereja

- Minggu, 24 Maret 2019 19:24 WIB
1.367 view
9 Tahun Cuci Darah, St Anna R CH Hutabarat Realisasikan Janjinya Bangun Gereja
SIB/Revado Marpaung
HKBP AMBARISAN: Gereja HKBP Ambarisan Ressort Sarimatondang Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun yang baru selesai dibangun dengan biaya Rp1,4 miliar oleh St Anna R CH Hutabarat (inzet), Rabu (20/3).
Ambarisan (SIB) -Selama 9 tahun cuci darah akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya, St Anna R CH br Hutabarat tetap komit untuk melanjutkan pembangunan Gereja HKBP Ambarisan Ressort Sarimatondang hingga rampung dan sudah diresmikan Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing beberapa minggu yang lalu.

Anna menceritakan, gereja HKBP Ambarisan pertama sekali didirikan oleh oppungnya St Op Johannes Gultom (orangtua Pdt ML Gultom) pada tahun 1926 dengan hanya beralaskan tanah dan berdinding bambu. Nah suamiku Ir August Gultom (+) anaknya yang ketiga, membangun gereja ini dari beton, tapi tidak selesai.

Kemudian pada tahun 2009, Anna mengaku cukup prihatin melihat kondisi Gereja HKBP Ambarisan yang sudah tidak layak huni. Sebab, gereja ini berdiri hanya beralaskan tanah dan berdinding bambu. "Jadi kukelilingilah gereja ini, ternyata memang harus direnovasi, karena sudah tidak layak lagi. Sehingga tergeraklah hatiku, kubilang sama jemaat disini. "Saya mau bangun gereja ini saya mau bongkar ini semua biar dibangun kembali, itulah janjiku", katanya.

Pada saat ingin memulai pembangunan gereja, ST Anna R CH br Hutabarat menderita penyakit gagal ginjal dan harus cuci darah sekali seminggu selama 9 tahun. Sehingga pembangunan gereja menjadi sedikit terganggu karena Anna harus fokus untuk pemulihan kesehatannya.

Kemudian pada tahun 2018, penyakit yang diderita St Anna R CH br Hutabarat berangsur pulih. Selama 9 tahun berjuang melawan penyakit, dirinya selalu berdoa. "Tuhan, kalau memang diijinkan saya bisa sehat, saya akan membangun gereja yang sudah tidak layak huni ini. Puji Tuhan, saya masih diberikan Tuhan kesehatan hingga hari ini, sehingga seperti yang sudah saya janjikan dalam doaku, pembangunan gereja ini bisa selesai tanpa ada halangan," katanya.
Perlu diketahui, Gereja HKBP Ambarisan yang menelan biaya Rp1,4 miliar lebih itu telah diresmikan Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing sekaligus Mameakhon Batu Ojahan (MBO) dan Mangompoi. Jumlah jemaat hanya 158 kepala keluarga. (D14/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru