Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Kunjungan Pastoral Ephorus ke Gereja-gereja Kecil HKBP di Tabagsel Mengharukan

- Minggu, 03 Agustus 2014 14:47 WIB
1.253 view
Kunjungan Pastoral Ephorus ke Gereja-gereja Kecil HKBP di Tabagsel Mengharukan
Tabagsel (SIB)- HKBP Silantom Julu tengah bersiap-siap untuk mengadakan pesta gotilon, Sabtu (26/7). Jemaat sudah berkumpul di dalam gereja, sementara para parhobas sedang menyelesaikan pekerjaannya di samping gereja. Tiba-tiba Ompui Ephorus HKBP Pdt.

Willem T.P Simarmata MA muncul dan masuk ke dalam gereja sambil berucap, "Horas ma di hamu....." Seluruh jemaat yang sudah berada di dalam gereja terkejut dan menoleh ke arah pintu. Tahu yang datang adalah Ephorus HKBP mereka tertawa gembira sambil mengucapkan, "Horas Ompung."  Belum reda rasa terkejut jemaat, Ephorus mengulurkan tangannya untuk menyalami jemaat satu per satu. Tak mengira seorang Ephorus HKBP mampir ke gereja kecil yang merupakan gereja pagaran dan langsung duduk di lantai yang hanya beralaskan tikar.

Jemaat yang berjumlah 110 KK ini sudah menyiapkan hasil panen berbagai hasil tanaman yang akan mereka persembahkan untuk gereja. Ibadah pesta gotilon dipimpin Pdt. Fortunate Siagian STh sebagai Liturgis dan Praeses HKBP Distrik I Tabagsel - Sumbar Pdt. Sunggul Sirait STh MM sebagai pengkotbah. Ephorus dalam bimbingan pastoralnya mengajak jemaat HKBP Silantom Julu mensyukuri apa yang diberikan Tuhan lalu mempersembahkan kembali kepadaNya. Menurut Ephorus pada pesta gotilon ini jemaat memaknai bahwa kita memiliki tugas merawat bumi dan tugas ini harus senantiasa disampaikan kepada anak-anak kita sehingga tugas ini menjadi warisan untuk generasi ke generasi. 

Pesta Gotilon bermakna "panen raya", sehingga pesta gotilon dapat diartikan sebagai Pesta  panen raya. Pesta gotilon adalah sebuah tradisi gereja (termasuk HKBP) yang sarat dengan makna spiritual, salah satunya adalah kualitas rasa syukur. Perayaan ini sering dikaitkan dengan Hari Raya Pondok Daun (Pengumpulan hasil tanah) pada masa pengembaraan umat Israel di Padang Gurun.  Di Bona pasogit, pesta gotilon secara umum dilaksanakan sekitar bulan Juli atau Agustus yakni setelah panen selesai. Hingga tahun 90-an, pesta gotilon sangat khas bagi gereja  karena pada saat  itu, jemaat berbondong-bondong mengantarkan  hasil panennya  ke gereja. Semua silua tersebut selanjutnya digunakan sebagai  dana operasional gereja selama satu tahun.

Satu hal yang menarik, hampir semua jemaat memberikan hasil panen yang terbaik sebagai "Silua/Pelean/Persembahan".  Ada rasa malu dan rasa berhutang pada diri seseorang jika tidak mengantarkan padi hasil panennya sebagai bentuk rasa syukur. Puncak pesta gotilon biasanya diakhiri dengan  acara makan bersama atau sekedar menyantap "pohul-pohul dan itak gurgur" setelah selesai kebaktian minggu. "Kita juga bersyukur dan berterimakasih bagi para pendeta yang masih mengadakan acara pesta gotilon ini, karena hal ini sudah jarang diadakan," imbuh Ephorus.

Sebagai ungkapan rasa bangga dan penuh sukacita atas kehadiran Ompui Ephorus, atas nama jemaat, parhalado HKBP Silantom Julu memberikan ulos kepada Ephorus dan Ompungboru. Ephorus pun spontan memberikan pin berlogo HKBP dan menyematkannya di baju batik R. Pasaribu (Op Hormat). Betapa bangganya Op. Hormat mendapat cindera mata dari Ephorus HKBP dan meminta Ephorus bersedia berfoto bersamanya. "Saya akan beritahu ini kepada cucu-cucuku," ujarnya tersenyum.
HKBP SIPAGIMBAR
Selanjutnya, Ephorus berkunjung ke gereja HKBP Sipagimbar di daerah Tapanuli Bagian Selatan, Minggu (27/7), Gereja kecil ini sangat sederhana.

Saat berkumpul di dalam gereja, Ephorus menyapa para jemaat yang begitu ramah dan menyampaikan rasa simpati atas semangat jemaat yang senantiasa sangat gigih membangun gereja HKBP Sipagimbar. Ephorus berpesan, agar seluruh jemaat semakin kuat di dalam iman dan senantiasa mendapat berkat dari seluruh hasil pertanian dan usaha lainnya. Kiranya diberikan Tuhan anak-anak yang baik, pintar dan melakukan nasehat orangtua.

Saat hendak berangkat meninggalkan gereja HKBP Sipagimbar, tiba-tiba salah seorang jemaat memberikan satu tas terbuat dari jerami berisikan beras untuk dibawa pulang Ephorus. Dengan tertawa Ephorus menerima dan langsung melilitkannya di pundak, menyaksikan hal itu, semua jemaat tertawa.
HANYA 3 KK

Minggu (27/7) pukul 17.30 Wib, Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata MA dan rombongan juga berkunjung Gereja HKBP Ulumamis.

Gereja HKBP ini hanya memiliki 8 kursi. Jemaatnya hanya 3 KK dan 12 jiwa. Menyaksikan ini, rombongan Ephorus geleng-geleng hampir tak percaya. Ephorus HKBP menyapa langsung jemaat dan berdialog. Kehadiran Ephorus HKBP menimbulkan keharuan dan sukacita jemaat HKBP Ulumamis.

Menurut St. Jastri Ritonga yang merupakan pimpinan jemaat HKBP Ulumamis, dari 80 KK jumlah penduduk di daerah tersebut, hanya 3 KK beragama Kristen. HKBP Ulumamis dipimpin oleh 2 orang Sintua.

Ephorus memotivasi Jemaat HKBP Ulumamis, mengatakan bahwa meskipun pertemuan ini terasa singkat, namun tidak mengurangi sukacita. Ephorus menyebut dengan menyaksikan ini, maka jemaat HKBP Ulumamis akan selalu diingat, didoakan dan akan diberitakan kepada banyak orang bahwa ternyata ada gereja HKBP yang hanya 3 KK jumlah jemaatnya. "Jangan merasa berkecil hati, karena gereja bukan soal besar atau kecil, gereja bukan gedungnya, tetapi gereja adalah persekutuannya, kualitasnya dan kemampuan melakukan kasih, kemampuan berdiakonia, mengasihi sesama dan mengasihi umat agama lain. Dengan situasi ini, marilah terus membangun persekutuan diantara sesama, makin kompak, utuh dan saling mengasihi," ucap  Ephorus.

Sebelum berpisah, Ephorus secara spontan memberikan Bibel Buku Ende miliknya kepada St. Jastri Ritonga. "Ini adalah Bibel yang saya pergunakan setiap berkhotbah dan saat ini saya berikan kepada HKBP Ulumamis. Kiranya senantiasa diberkati oleh Tuhan dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Demikian Biro Informasi HKBP kepada SIB. (R4/Rel/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru