Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Sejarah Baru GKLI :

Bishop Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung KKLI Berbahasa Simalungun

- Minggu, 09 November 2014 17:31 WIB
2.134 view
Bishop Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung KKLI Berbahasa Simalungun
SIB/Saman Purba STh
PELETAKAN BATU PERTAMA: Bishop GKLI Pdt Aladin Sitio MTh membawa acara kebaktian dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GKLI berbahasa Simalungun, di Borno, Tambunraya, Pamatangsidamanik, Simalungun, Kamis (23/10).
Simalungun (SIB)- Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI) mencatat sejarah baru dengan lahirnya satu jemaat GKLI berbahasa Simalungun di Borno, Tambunraya, Pamatangsidamanik, Simalungun. Kebaktian pertama sudah dilaksanakan, Minggu (19/10) dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan gereja, Kamis (23/10) yang dipimpin Bishop GKLI Pdt Aldin Sitio MTh.

Dalam khotbahnya yang diambil dari Kejadian 28:18-22, bishop mengatakan bahwa berita keselamatan yang dari Tuhan harus ditaburkan ke penjuru dunia. Demikian juga rumah Tuhan (Bet"el) yang dipakai sebagai tempat memuji dan memuliakan Dia harus tersedia. Biarlah rumah Tuhan menjadi tempat berkumpulnya domba-domba dalam merefleksikan iman yang dimilikinya.

GKLI sudah 10 tahun mendoakan agar lahir dan berkembang di Simalungun dan di tempat lain. Tuhan membuka jalan, Tuhan menjawab doa hambaNya serta Tuhan menjawab doa dan peletakan batu pertama rumah Tuhan GKLI berbahasa Simalungun dilaksanakan di Borno, Tambunraya, Pamatang Sidamanik, Simalungun. Allah bernazar kepada Yakub melalui mimpinya, jika Allah akan menyertai dan melindunginya dan pagi harinya batu yang dipakai sebagai alas kepala (bantal) saat istirahat, didirikan sebagai tugu dan menjadi rumah Allah. “Di dalam nama Allah Bapa, Anaknya Yesus Kristus dan Roh Kudus, aku letakkan batu ini sebagai landasan bangunan gereja GKLI Borno yang dipakai untuk tempat ibadah dan menyanyikan pujian bagiNya,” katanya.

Bishop mengharapkan jemaat senantiasa beriman yang benar, kasih dan takut akan Allah. “Kiranya di tempat yang dikuduskan ini menjadi tempat berdoa untuk memanggil dan memuji nama Tuhan kita Yesus Kristus yang hidup,” ujarnya.

Usai peletakan batu pertama oleh Bishop dan bergantian  dilanjutkan oleh para pendeta, Jemaat serta tukang, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh penanggungjawab pelayanan di GKLI Borno, Cal St Sopar Silalahi. Dikatakan bahwa warga dan masyarakat sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan dan kepada Bishop GKLI yang telah meletakkan batu pertama pembangunan Gereja GKLI berbahasa Simalungun. “Sejarah baru GKLI tercatat di kampung kami, Borno Tambunraya,” katanya seraya berharap kehadiran GKLI ini membawa sukacita dan kedamaian serta kenyamanan bagi masyarakat.

Turut hadir dalam peletakan batu pertama tersebut antara lain Pendeta Resort GKLI Karangsari Pematangsiantar Pdt Rixon Tampubolon, Ny Bishop Pdt Dame Br Sinaga STh, Capen Saman Purba STh, para jemaat dan gereja tetangga serta tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.

Usai kebaktian, acara dilanjutkan jamuan makan siang. Usai makan bersama dilakukan ramah tamah dan bimbingan dari Bishop GKLI Pdt Aladin Sitio MTh.  Acara berakhir dengan sukacita dan penuh keakraban. (C10/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru