Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 26 Mei 2026

Injil Kebangkitan : Kasih Karunia yang Menghidupkan Dunia (1 Korintus 15:1-11)

Oleh: Pdt Dr Andar Gomos MP Pasaribu
Redaksi - Minggu, 05 April 2026 10:00 WIB
1.582 view
Injil Kebangkitan : Kasih Karunia yang Menghidupkan Dunia (1 Korintus 15:1-11)
harianSIB.com/Dok
Pdt Dr Andar Gomos MP Pasaribu

(harianSIB.com)

Dalam perayaan Paskah ini, kita kembali mendengar inti dari iman kita, seperti yang ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15: bahwa Injil adalah dasar kita berdiri, dan oleh Injil itu kita diselamatkan. Injil itu adalah kabar baik: Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, dan Ia telah bangkit.

Kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa masa lalu. Kebangkitan adalah demonstrasi kekuatan Allah, bahwa tidak ada kuasa dunia, tidak kematian, tidak penderitaan, tidak ketidakadilan, yang dapat menghentikan karya kasih Allah bagi dunia ini.

Baca Juga:
Karena itu, Paskah bukan hanya untuk dikenang. Paskah adalah panggilan untuk hidup dalam kebangkitan-Nya. Rasul Paulus memahami hal ini secara mendalam. Ia yang dahulu menganiaya jemaat justru dipanggil dan diubah oleh Kristus. Ia mengakui bahwa semua itu bukan karena dirinya layak, tetapi karena kasih karunia Allah. Dari seorang penganiaya, ia menjadi pemberita Injil.

Dari hidup yang lama, ia dibangkitkan kepada hidup yang baru. Kisah ini bukan hanya milik Paulus. Kita juga melihatnya dalam sejarah kekristenan di Sumatera. Injil yang diberitakan oleh para pekabar Injil dari Jerman melalui Rheinische Missionsgesellschaft, yang kini menjadi United Evangelical Mission (UEM), telah membawa kebangkitan bagi masyarakat di Sumatera dan saat ini bagi seluruh masyarakat Indonesia dan dunia.

Di tengah kehidupan yang dahulu diwarnai oleh kekerasan, peperangan, ketakutan akan rohroh, dan praktik-praktik yang merendahkan martabat manusia, Injil justru hadir sebagai terang. Injil membangkitkan kehidupan baru, kehidupan yang dipenuhi oleh damai, keadilan, kebijaksanaan, dan solidaritas. Injil tidak hanya menyelamatkan jiwa. Injil membangkitkan peradaban. Namun, Saudara-saudari yang terkasih, Paskah tidak hanya berbicara tentang masa lalu. Paskah berbicara kepada kita hari ini, di tengah realitas bangsa Indonesia yang sedang menghadapi berbagai krisis: krisis kemanusiaan, ketidakadilan sosial, kemiskinan, krisis ekonomi, dan melemahnya solidaritas.

Semakin banyak umat Kristen dewasa ini justru memilih menjadi Saulus daripada Paulus. Di tengah situasi ini, Injil kebangkitan menjadi suara profetis. Kita terpanggil dan dipanggil agar

bangkit dari keterpurukan iman.

Injil mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh menyerah pada kegelapan. Kita tidak boleh membiarkan ketidakadilan, korupsi, keserakahan, dan egoisme menjadi hal yang biasa,

termasuk di dalam tubuh gereja. Kita tidak boleh tinggal diam ketika martabat manusia direndahkan.

Kebangkitan Kristus adalah panggilan untuk bangkit, bangkit dari apatisme, bangkit dari kemalasan, bangkit dari ketidakpedulian, bangkit dari kehidupan yang hanya berpusat pada diri sendiri. Hendaknya dengan peristiwa kebangkitan Yesus Kristus menjadi awal kebangkitan terhadap tindakan kemanusiaan dalam semua aspek kehidupan.

Kebangkitan mengundang kita untuk hidup dalam kasih karunia. Kasih karunia itu bukan hanya mengampuni kita, tetapi juga mengubah kita. Kasih karunia menjadikan hidup kita

berarti. Kasih karunia mendorong kita untuk tidak hidup sia-sia, tetapi menjadi alat Tuhan bagi perubahan.

Seperti Paulus yang berkata bahwa ia bekerja lebih keras, tetapi bukan lagi ia sendiri, melainkan kasih karunia Allah yang bekerja di dalam dia, demikian juga kita dipanggil untuk

hidup dalam kuasa kebangkitan itu.

Paskah adalah kabar baik bagi dunia yang terluka. Paskah adalah harapan bagi bangsa yang sedang bergumul. Paskah adalah kekuatan bagi gereja untuk tetap berdiri dan menjadi terang.

Kiranya dalam perayaan Paskah ini, kita tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi yang terpenting adalah mengalami kebangkitan itu dalam hidup kita, dalam cara kita berpikir, bertindak, dan mengasihi sesama.

Kiranya kita berdiri teguh di dalam Injil, hidup dalam kasih karunia, dan menjadi saksi kebangkitan Kristus di tengah dunia yang haus akan pengharapan. Selamat Paskah! Kristus

telah bangkit. Ia benar-benar bangkit. Amin (Pendeta HKBP, Sekjen UEM, Wuppertal, Jerman)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Warga Taput Ziarah ke Makam Keluarga Jelang Paskah
Paskah PSPI-Raya Medan: Ps Rajamin Sirait Ajak Bangsa Berkhidmat untuk Dunia
Jelang Paskah 2026, 12 Ton Cokelat KitKat Dicuri
Jelang Paskah Raya Taput, Baliho “Selamat Natal 2025” di Dinas Pendidikan Masih Terpampang
MPKW Sumut-Aceh Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan GMI Konta Pengembangan
MPKW Sumut-Aceh Gelar Perayaan Paskah 11 April 2026, Perkuat Kebangkitan Pendidikan Kristen
komentar
beritaTerbaru