Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 12 April 2026
Dies Natalis ke 48 STT HKBP:

Berakal Budi dan Berpengharapan Sepenuhnya Kepada Allah (1 Petrus 1:13).

Oleh Pdt Dr Pahala Jannen Simanjuntak dan Parlaungan Christoffel Simanjuntak, STh
Redaksi - Minggu, 12 April 2026 08:39 WIB
159 view
Berakal Budi dan Berpengharapan Sepenuhnya Kepada Allah (1 Petrus 1:13).
harianSIB.com/Dok
Pdt Dr Pahala Jannen Simanjuntak dan Parlaungan Christoffel Simanjuntak STh

Surat 1 Petrus ditulis kepada orang Kristen mula-mula yang tersebar di wilayah Asia Kecil bagian Utara yang banyak mengalami penderitaan pada masa kekaisaran Romawi. Surat ini diperkirakan ditulis tahun 65 M, walau ada sarjana biblika lainnya yang mengatakan ditulis antara 81-96 M. Kondisi sosial dan politik jemaat mula-mula mempengaruhi kehidupan kerohanian dan pertumbuhan iman. Mereka mengalami ketakutan, penghinaan, penaniayaan bahkan ada yang dipenjarakan karena menjadi pengikut Kristus. Salah satu tema yang ditekankan oleh 1 Petrus 1:13 adalah bagaimana hidup dalam kekudusan, ayat ini merupakan satu bagian besar dari perikop 1 Petrus 1:13-16 yang merangkul semua isi perikop ini. Hal ini menyebabkan 1 Petrus 1:13 tidak dapat dipahami secara terpisah dari ayat sebelumnya dimana penulis surat 1 Petrus sedang mengajak jemaat untuk menggunakan akal budi dalam membaharui iman dan mengajak kepada Allah yang merupakan Tuhan dari segala Tuhan. Berakal budi dan berpengharapan kepada Allah merupakan tema penting dalam

Alkitab sekaligus menjadi ajaran kekristenan. Karena kedua kata kunci ini merupakan hal penting yang dibutuhkan oleh setiap orang untuk berhadapan dengan konteks kehidupan politik, ekonomi, budaya dan agama. Akal budi diberikan kepada manusia untuk dipergunakan dalam merespon panggilan Allah kepada seseorang maupun secara komunitas.

Dalam kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, baik akal budi dan pengharapan kepada Allah dapat dijumpai di dalam beberapa kitab Taurat, Nabi-nabi dan Ketubim (TANAK). Misalnya kata 'akal budi' dapat ditemukan dalam 2 Taw. 2:12; Ayb. 8:10; 28:12; 28; Maz. 94:8; Ams. 10:21; 13:15; 15:32; Dan. 4:36; 9:22. Juga dalam kitab-kitab Amsal yang ditulis oleh Salomo juga kitab Mazmur. Ayub dikenal sebagai orang yang berakal budi (bnd. Ayb. 5:13;8:10). Juga raja Salomo yang mengajarkan tentang akal sebagai bagian dari hikmad dan perilaku (bnd. Pengk. 4:13; 6:8;7:16). Demikian juga dalam PB Mat. 22:37; Rom 7:23,26; 1 Kor. 14:14, 15; Ibr. 8:10; 10:16; 1 Ptr. 1:13 dan teks lain. Maka dari semua teks yang menggunakan kata akal budi selalu diartikan secara positif dalam kehidupan manusia. Dalam 1 Petrus 1:13 penulis surat ini menggunakan kata dianoias yang diartikan sebagai pikiran atau akal budi (mind). Kemudian kata elpisate yang diartikan sebagai pengharapan (hope). Kemudian kata berpengharapan kepada Allah dapat ditemukan misalnya di dalam Ayb. 5:16; Maz. 9:19; Ams 10:28; Pengk. 9:4; Yer. 17:7; 29:11; Mat. 27:43; Kis. 16:19; Rom. 12:12; 15:12; 1 Kor. 9:10; 2 Kor. 1:7, 10; Ef. 1:12; 1 Tim. 1:1; 4:10 dan teks lainnya.

Yesus telah banyak mengajarkan tentang hal ini, misalnya dalam khotbah di bukit yang tertulis dalam Matius 5-7. Selain khotbah di bukit, Yesus menggunakan perumpamaan tentang penabur dan orang bijak yang mendirikan rumah di atas batu (bnd. Mat. 7:24-27; 13:1-23). Hal ini disampaikan Yesus perihal identitas dan tujuan hidup orang percaya. Tentu ajaran Yesus lainnya tentang akal budi dan hidup berpengharapan ini boleh ditemukan di kitab injil Markus, Lukas dan Yohanes, juga dalam surat-surat Paulus. Karena Rasul maupun para penulis Alkitab belajar dari Tuhan Yesus, maka ajaran mereka memiliki dasar yang kuat.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tim Surveyor Akreditasi Kemenkes Tinjau Puskesmas Ambarita di Simanindo
Tim Surveyor Akreditasi Kemenkes RI Kunjungi 2 Puskesmas di Tanjungbalai
Rayakan Dies Natalis ke-59, UDA Berbenah Sambut Era Industri 4.0
STT HKBP Pematangsiantar Diakreditasi Asesor ATESEA Bangkok
Tim Surveyor Akreditasi Kemenkes Apresiasi Pemkab Palas
Usai Peringati HUT ke-73 RI, RS Adam Malik akan Sambut u2018Pestau2019 Akreditasi JCI
komentar
beritaTerbaru