Sempat Dilaporkan Hilang, Silvia Armaya Purba Akhirnya Pulang ke Rumah
Simalungun (harianSIB.com)Seorang siswi, Silvia Armaya Purba (15) warga Jalan Semangka II, Desa Sitalasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Sim
Puji dan syukur kepada Allah Bapa, Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus bahwa hari ini 12 April 2026 Sekolah Tinggi Theologia Huria Kristen Batak Protestan (STT HKBP) Pematangsiantar genap berusia 48 tahun. Sebagai salah satu lembaga pendidikan Teologi tertua dan terkenal di Indonesia berdiri sejak tahun 1978 tetap melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia. Sejak bulan Desember 2025 yang lalu STT HKBP telah mendapat nilai akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). STT HKBP yang sebelumnya merupakan bagian dari Fakultas Theologia Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar yang berdiri sejak tahun 1954. Sehubungan dengan Dies Natalis ini, berbagai kegiatan telah dilaksanakan mulai dari penjemaatan atau pengabdian kepada masyarakat (PkM) dan evanggelisasi koor ke beberapa jemaat di sekitar Medan dan Tebing Tinggi dan pulau Jawa. Kemudian Seminar dan webinar Internasional, perlombaan aransemen lagu dan lomba membaca aksara Batak, dan membaca indah bahasa Ibrani dan Yunani serta kegiatan lainnya yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan Tinggi dan universitas di Indonesia. Puncak acaranya dilaksanakan pada ibadah Minggu yang dipimpin oleh bapak Pdt. Bernat Manik, MTh, Kepala Departemen Marturia HKBP mewakili pimpinan HKBP.
Perayaan Dies Natalis ke 48 ini memilih tema: "Berakal budi dan berpengharapan sepenuhnya kepada Allah" yang didasarkan pada 1 Petrus 1:13. Sekaligus menjadi teks khotbah di Minggu Quasiomodogeniti, artinya "Sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni." (1 Ptr. 2:2) Selanjutnya sub tema adalah Revitalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi menyongsong Jubileum 50 tahun STT HKBP.
Menjawab Kerinduan dan Doa Jemaat sebagai Lanjutan Pemberitaan Injil
Sehubungan dengan itu, diadakan perayaan dan peringatan dalam rangka mensyukuri dan memanjatkan doa kepada Tuhan atas kehadiran 'persamaian" theologi ini. Karena perguruan tinggi teologi ini hadir untuk menjawab kebutuhan jemaat dalam melanjutkan misi pekabaran Injil di tanah Batak, Sumatera Utara, dan Indonesia. Sehingga orang percaya kepada Kristus semakin bertambah-tambah dan mampu menghadapi tantangan hidup di tengah-tengah zaman yang berubah-ubah. Perjalanan panjang lembaga ini di bidang pendidikan teologi telah menamatkan ribuan sarjana dan Magister Theologi yang telah bekerja (baca: melayani) di seluruh Indonesia dan di luar negeri. Juga sudah pernah meluluskan beberapa Doktor Theologia sepuluh tahun yang lalu, namun untuk sementara tidak menerima mahasiswa sembari menyesuaikan dengan peraturan pemerintah Republik Indonesia.
Baca Juga:Tulisan ini merupakan sebuah refleksi teologis 1 Ptr. 1:13 sehubungan dengan Dies Natalis ke 48 STT HKBP. Maka untuk mencapai maksud dan tujuan artikel ini ada 4 pertanyaan mendasar yang akan dijawab: Pertama: Bagaimana Alkitab menggambarkan berakal budi dan berpengharapan sepenuhnya kepada Allah? Kedua, mengapa rasul Petrus mengirim suratnya kepada jemaat mula-mula? Ketiga, apa refleksi teologis 1 Petrus 1:13 sehubungan dengan berakal budi dan berpengharapan sepenuhnya kepada Allah? Keempat, bagaimana orang Kristen mengimplikasikan 1 Petrus 1:13 dalam kehidupan masa kini?
Surat 1 Petrus dan jemaat Kristen mula-mula
Surat 1 Petrus ditulis kepada orang Kristen mula-mula yang tersebar di wilayah Asia Kecil bagian Utara yang banyak mengalami penderitaan pada masa kekaisaran Romawi. Surat ini diperkirakan ditulis tahun 65 M, walau ada sarjana biblika lainnya yang mengatakan ditulis antara 81-96 M. Kondisi sosial dan politik jemaat mula-mula mempengaruhi kehidupan kerohanian dan pertumbuhan iman. Mereka mengalami ketakutan, penghinaan, penaniayaan bahkan ada yang dipenjarakan karena menjadi pengikut Kristus. Salah satu tema yang ditekankan oleh 1 Petrus 1:13 adalah bagaimana hidup dalam kekudusan, ayat ini merupakan satu bagian besar dari perikop 1 Petrus 1:13-16 yang merangkul semua isi perikop ini. Hal ini menyebabkan 1 Petrus 1:13 tidak dapat dipahami secara terpisah dari ayat sebelumnya dimana penulis surat 1 Petrus sedang mengajak jemaat untuk menggunakan akal budi dalam membaharui iman dan mengajak kepada Allah yang merupakan Tuhan dari segala Tuhan. Berakal budi dan berpengharapan kepada Allah merupakan tema penting dalam
Alkitab sekaligus menjadi ajaran kekristenan. Karena kedua kata kunci ini merupakan hal penting yang dibutuhkan oleh setiap orang untuk berhadapan dengan konteks kehidupan politik, ekonomi, budaya dan agama. Akal budi diberikan kepada manusia untuk dipergunakan dalam merespon panggilan Allah kepada seseorang maupun secara komunitas.
Dalam kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, baik akal budi dan pengharapan kepada Allah dapat dijumpai di dalam beberapa kitab Taurat, Nabi-nabi dan Ketubim (TANAK). Misalnya kata 'akal budi' dapat ditemukan dalam 2 Taw. 2:12; Ayb. 8:10; 28:12; 28; Maz. 94:8; Ams. 10:21; 13:15; 15:32; Dan. 4:36; 9:22. Juga dalam kitab-kitab Amsal yang ditulis oleh Salomo juga kitab Mazmur. Ayub dikenal sebagai orang yang berakal budi (bnd. Ayb. 5:13;8:10). Juga raja Salomo yang mengajarkan tentang akal sebagai bagian dari hikmad dan perilaku (bnd. Pengk. 4:13; 6:8;7:16). Demikian juga dalam PB Mat. 22:37; Rom 7:23,26; 1 Kor. 14:14, 15; Ibr. 8:10; 10:16; 1 Ptr. 1:13 dan teks lain. Maka dari semua teks yang menggunakan kata akal budi selalu diartikan secara positif dalam kehidupan manusia. Dalam 1 Petrus 1:13 penulis surat ini menggunakan kata dianoias yang diartikan sebagai pikiran atau akal budi (mind). Kemudian kata elpisate yang diartikan sebagai pengharapan (hope). Kemudian kata berpengharapan kepada Allah dapat ditemukan misalnya di dalam Ayb. 5:16; Maz. 9:19; Ams 10:28; Pengk. 9:4; Yer. 17:7; 29:11; Mat. 27:43; Kis. 16:19; Rom. 12:12; 15:12; 1 Kor. 9:10; 2 Kor. 1:7, 10; Ef. 1:12; 1 Tim. 1:1; 4:10 dan teks lainnya.
Yesus telah banyak mengajarkan tentang hal ini, misalnya dalam khotbah di bukit yang tertulis dalam Matius 5-7. Selain khotbah di bukit, Yesus menggunakan perumpamaan tentang penabur dan orang bijak yang mendirikan rumah di atas batu (bnd. Mat. 7:24-27; 13:1-23). Hal ini disampaikan Yesus perihal identitas dan tujuan hidup orang percaya. Tentu ajaran Yesus lainnya tentang akal budi dan hidup berpengharapan ini boleh ditemukan di kitab injil Markus, Lukas dan Yohanes, juga dalam surat-surat Paulus. Karena Rasul maupun para penulis Alkitab belajar dari Tuhan Yesus, maka ajaran mereka memiliki dasar yang kuat.
Jadi akal budi yang dimaksud di dalam 1 Petrus 1:13 adalah kesetiaan menggunakan akal budi dalam merespon setiap keadaan yang terjadi ketika itu. Tidak menjadi pemberontak kepada pemerintah dan melakukan perlawanan yang kasar, kejam dan brutal. Tidak serupa dengan dunia, sebagaimana juga disampaikan rasul Paulus kepada jemaat Roma (bnd. Rom 12:2). Serta tidak meninggalkan imannya kepada Kristus, tetapi tetap tekun di dalam doa serta memiliki pengharapan yang teguh kepada Tuhan Allah. Dalam penderitaan yang mereka alami, Allah tidak akan membiarkan mereka selamanya dianiaya atau hidup menderita.
Sejarah Perjanjian Lama membuktikan bahwa pengharapan sangatlah penting dalam setiap zaman dan peristiwa. Musa mengajarkan kepada Umat Israel agar umat Israel memiliki pengharapan (baca: kepercayaan) kepada Tuhan. Allahlah yang membawa mereka keluar dari tanah Mesir dari perbudakan Mesir (bnd. Kel. 3:1-14). Yosua sebagai pemimpin umat Israel yang menggantikan Musa juga mengajarkan kepada bangsa Israel untuk berpengharapan kepada Allah (bnd. Yos. 24:15). Juga dalam kitab nabi-nabi hidup berpengharapan kepada Tuhan selalu diajarkan kepada umat Israel baik sebelum pembuangan dan sesudah pembuangan. Allah itu setia, pengasih dan tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya di dalam situasi apapun. Termasuk dalam rangka pembangunan kembali Bait Suci di Yerusalem yang pernah dihancurkan oleh Nebukadnezar raja Babel (bnd 2 Taw. 36:11-21). Setelah menaklukkan bangsa Babel, Kores raja Persia segera memberikan ijin kepada umat Israel untuk kembali dari daerah Babel dan membangun kembali Bait Suci di kota Yerusalem (bnd. Ezra 1:1-11).
Hal ini bahkan dibahas lebih lanjut di dalam kitab Mazmur, perihal ajakan berpengharapan kepada Allah sangat banyak ditemukan (bnd. Maz. 62:2; 75:5). Bila Allah sudah berjanji, maka Ia akan selalu setia kepada umat pilihan-Nya, oleh sebab itu umat Allah dipanggil untuk hidup berpengharapan kepada Allah saja (monoteisme). Menjauhkan penyembahan berhala, patung dan keyakinan terhadap ilah-ilah lain (politeisme) dan sejenisnya. Janji Allah yang disampaikan kepada Abraham dan keturunannya juga akan disampaikan kepada umat Allah di sepanjang zaman.
Perjalanan umat Israel dari Tanah Mesir ke tanah Kanaan membutuhkan waktu yang sangat panjang sehingga Musa diharapkan untuk memberikan pengharapan akan perlindungan Tuhan kepada umat Isarel. Sedangkan hidup berpengharapan kepada Tuhan adalah menjadi ukuran seseorang untuk menunjukkan imannya di hadapan Tuhan. Hidup berpengharapan kerap kali dipergunakan oleh rasul Paulus (Rom 5:3-5; 12:12). Kepada jemaat perdana Petrus mengajak mereka untuk hidup di dalam pengharapan. Tidak serupa dengan orang-orang di sekitarnya yang tidak menggunakan akal budi dan tidak memiliki pengharapan. Dari beberapa contoh di atas baik PL maupun PB, akal budi dan pengharapan merupakan kekuatan dalam diri manusia sebagai mahluk ciptaan Allah.
Berakal budi dan Berpengharapan kepada Allah
Demikianlah orang Kristen saat ini hendaknya memiliki akal budi dan berpengharapan kepada Allah saja, artiya; menjaga kemurniaan ajaran tentang Allah. Sebagaimana kemurnian Kitab Ulangan, dimana Musa mengajarkan kepada umat Allah untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan (bnd. Ul. 6:4-9). Dalam kitab Injil Yesus mengatakan agar tetap mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati (Mat. 22:37-38). Bahkan Yesus juga mengajarkan untuk mengasihi musuh (Mat. 22:39-40), sesuatu pemahaman yang tidak umum pada zaman itu bahkan hingga sekarang. Maka kebencian orang di sekitar kita tidak harus direspon dengan kebencian atau amarah apalagi dendam. Tetapi senjata yang paling ampuh ialah dengan menggunakan kasih Kristus sebagai pengikat persaudaraan. Selanjutnya hidup berpengharapan juga adalah menaruh hati, pikiran tertuju kepada Allah dan mengandalkan kasih karunia Tuhan. Mengandalkan Allah artinya ialah hidup tidak bersandar kepada seseorang atau kepada dunia ini serta tidak mengalami iman yang goyah dan rapuh. Seperti jemaat mula-mula, meskipun iman sempat goyah, jangan sampai padam. Tetaplah memiliki semangat yang berkobar-kobar dan tidak terpengaruh oleh keadaan di sekeliling.
Saat ini negara-negara mengalami krisis global termasuk dampaknya di Indonesia. Harga bahan-bahan mengalami kenaikan serta kesulitan mendapatkan kebutuhan-kebutuhan pokok. Hari bertambah hari kondisi perekonomian membuat kegelisahan di antara masyarakat. Hal ini terjadi karena konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang hingga kini belum berakhir, bahkan semakin memanas. Kita tidak perlu memihak kepada salah satu negara tetapi selalu berpihak kepada perdamaian dunia. Menghadapi semua ini dibutuhkan akal budi dan pengharapan sepenuhnya kepada Tuhan. Hidup hemat, tidak konsumeris, mengurangi pembelian yang tidak terlalu penting, hidup dengan rasa syukur sembari mendoakan konflik ini segera menemukan titik terang.
Revitalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Menyongsong Jubileum 50 tahun
Pada tahun 2028 STT HKBP Pematangsiantar akan berusia 50 tahun sebagai lembaga pendidikan teologi di Indonesia. Dalam menyongsong jubileum 50 tahun ini pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dimana pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat semakin dimantapkan dan menjadi prioritas utama. Itu sebabnya mahasiswa dan dosen berkolaborasi dalam menunjang tri dharma perguruan tinggi di STT HKBP. Setiap tahunya menerima mahasiswa melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) dengan ketat. Sehingga dalam melaksanakan program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) tetap berkesinambungan. Badan Koordinasi Mahasiswa (BKM) ikut melaksanakan pengabdian kepada masyarakat misalnya melaksanakan penanaman pohon bekerjasama dengan masyarakat dan gereja-geraja lain di kabupaten Simalungun. Juga melaksanakan clean Up Day setiap tahun dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pematangsiantar seperti pada bulan Februari lalu Mahasiswa melakukan clean up Day di tiga jalan besar di Pematangsiantar yakni, jalan Asahan/Sangnawaluh, jalan Merdeka dan jalan Sutomo. Clean up Day ini melakukan kegiatan pembersihan sampah di sekitar jalan utama kota yang didukung oleh pemerintah kota Pematangsiantar melalui kepolisian dan dinas kebersihan kota. Sejak dahulu hubungan baik kepada pemerintah kota Pematangsiantar dan pemerintahan kabupaten Simalungun tetap terjalin dengan baik karena di wilayah inilah STT HKBP berada. Juga dengan kabupaten dan kota di Sumatera Utara tetap menjalin kerjasama seperti kabupaten Toba, Tapanuli Utara, Tebing Tinggi, Humbang Husundutan dan Samosir. Akal budi dipergunakan juga merawat dan memelihara ciptaan Tuhan agar bumi tetap baik. Mencintai lingkungan hidup (ekologi) dan pro kehidupan dan pro keutuhan ciptaan. Juga menjaga hubungan baik dengan pemeluk agama lain di Indonesia.
Melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen serta menerima kunjungan mahasiswa dari luar negeri. Seperti mahasiswa dari Yonse University dan Presbitarian Theology Seminary Korea menjadi bagian pengembangan tri Dharma perguruan. Membuat MOU dengan pemerintah dan lembaga dan institusi lainnya dalam mendukung semua kegiatan kampus. Prestasi akademik dan non akademik mahasiswa tetap dipertahankan. Seperti juara-juara dalam lomba, pidato berbahasa Inggris, festifal Koor, sepak bola catur dan vocal solo. Mampu bekerjasama dengan kampus lain dan pedidikan lainnya. STT HKBP juga telah memiliki dosen yang sudah memiliki serdos dan jabatan fungsional.
Pertama, dalam menyongsong jubileum 50 tahun STT HKBP tentu masih banyak hal yang akan dipersiapakan sebagai sarana penunjang. Maka dalam rangka merivitalisasi tri Dharma perguruan Tinggi perayaan Dies Natalis ke 48 ini fokus utamanya adalah pembangunan sebuah gedung baru berlantai dua. Yakni sebagai gedung perpustakaan dan literasi kebudayaan. Direncanakan gedung lantai satu khusus menjadi tempat penyediaan buku-buku berbahasa Lokal, Nasional dan Internasional serta buku-buku yang dapat dibaca oleh pemuda-pemudi dan warga jemaat dari semua usia. Sedangkan lantai dua adalah gedung pertemuan, tempat wisuda, tempat pertunjukan, tempat seminar dan acara-acara meliputi kebudayaan. Juga menjadi tempat latihan musik, latihan tortor Batak. Kemudian akan dilengkapi dengan alat-alat musik baik tradisional maupun alat-alat musik modern. Maka dalam rangka ini kita meyakini campur tangan Tuhan, kita percaya sepenuhnya kepada Allah yang dapat menyediakannya. Selain itu STT HKBP akan terus berpacu dalam meningkatkan kualitas unggul. Dalam hal ini pihak yayasan STT HKBP sangat berperan penting untuk mencapai terobosan baru.
Kedua dalam menyongsomg jubileum 50 tahun, STT HKBP telah mempersiapkan pembukaan dua program studi (prodi) baru yakni Pogram studi Misiologi dan pogram Doktoral Theologi. Untuk program Doktor theologi khususnya para Pendeta yang hendak melanjutkan jenjang ke S3 sudah dapat study di STT HKBP ini seperti yang sudah pernah dilaksanakan di tahun-tahun yang lalu. Dalam pembukaan kedua program baru ini telah didukung oleh tenaga dosen dan serta sarana pendukung seperti ruang kuliah dan buku-buku di perpustakaan. Maka untuk semua program tersebut dapat dilaksanakan melalui akal budi dan berpengharapan sepenuhnya kepada Tuhan. Dukungan dari semua gereja-gereja mitra STT HKBP serta donator dan simpatisan serta doa semua warga jemaat dan pelayan HKBP tentu akan mensukseskan semua program ini. Selain itu tentu STT HKBP tidak mengabaikan tugas pentingnya dalam mewujudkan visi dan misi yakni menjadi sekolah Tinggi theology terkemuka di bidang Biblika di Asia Tenggara.
Selamat merayakan Dies Natalis ke 48
Dengan demikian berakal budi menurut penulis surat 1 Petrus 1:13 adalah orang Kristen yang menggunakan hati dan pikiran untuk menghadapi segala penderitaan dengan akal sehat. Sedangkan hidup berpengharapan berarti meletakkan sepenuhnya iman dan kepercayaan hanya kepada Tuhan dan tidak terlalu kuatir dan takut. Setia kepada Tuhan dan mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, kekuatan dan jiwa (bnd. Ul. 6:4-9). Berakal budi adalah hidup dengan tertib dan teratur serta memelihara kekudusan dan kesucian di hadapan Tuhan sebagai umat yang kudus. Sebagaimana disampaikan Musa kepada umat Israel sebagai perintah (bnd. Ul. 11:44-45; 19:2). Penulis surat 1 Petrus menekankan kepada semua pembaca agar kehidupan yang kudus di tengah jemaat tetap terpelihara, sebagai imamat yang rajani, bangsa yang kudus, dan umat kepunyaan Allah sendiri (1 Ptr. 2:9).
Akhir kata, selamat merayakan Dies Natalis ke 48 STT HKBP. Tuhan pemilik kehidupan akan selalu memberkati sivitas dan seluruh program kerjanya. Apa yang sudah dicapai selama ini dan juga yang akan dicapai STT HKBP tidak luput dari dukungan semua pihak, baik perorangan dan warga jemaat, donator dan juga para ikatan alumni STT HKBP (IAS) di manapun berada. Sehingga dalam melaksanakan visi dan misinya STT HKBP dapat berhasil dengan baik sekaligus dalam mempertahankan akreditasi unggul serta menuju akreditasi internasional nantinya. (STT HKBP Pematangsiantar).
Simalungun (harianSIB.com)Seorang siswi, Silvia Armaya Purba (15) warga Jalan Semangka II, Desa Sitalasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Sim
Rembang(harianSIB.com)Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melayangkan surat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Rembang guna meminta bantuan pemanggilan
Medan(harianSIB.com)Dana pemulihan pascabencana di Sumatera Utara meningkat signifikan menjadi Rp23,32 triliun untuk periode 20262028. Se
Jakarta(harianSIB.com)Pemerintah Indonesia menyatakan Arab Saudi tak lagi mengeluarkan visa haji furoda yang memungkinkan jemaah berangkat t
Rokan Hilir(harianSIB.com)Ratusan warga di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengamuk hingga mela
(harianSIB.com)Puji dan syukur kepada Allah Bapa, AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus bahwa hari ini 12 April 2026 Sekolah Tinggi The
Medan (harianSIB.com)Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto merotasi ratusan personel polisi di jajaran Polda Sumut. Tak hanya Kasat
Medan(harianSIB.com)Gala premiere film komedi terbaru TibaTiba Setan di Plaza Medan Fair, Sabtu (11/4/2026), berlangsung meriah dan penuh a
Tapteng(harianSIB.com)Warga Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), geger setelah menemukan sosok mayat
Medan(harianSIB.com)Polrestabes Medan menggelar Lomba Orasi Damai 2026 Kapolrestabes Medan Cup di Mapolrestabes Medan, Sabtu (11/4/2026).Keg
Simalungun(harianSIB.com)Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dengan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) diharapkan mendukung ke
Batubara(harianSIB.com)Satnarkoba Polres Batubara gelar kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di tingkat pelajar SD.SMP dan SMA/SMK bertempat