Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 23 Juli 2026

Camporee GMAHK 2026 Ditutup, Gen-Z Kritisi Geopolitik Sosial di Tanah Air

Oki Lenore - Kamis, 23 Juli 2026 07:00 WIB
119 view
Camporee GMAHK 2026 Ditutup, Gen-Z Kritisi Geopolitik Sosial di Tanah Air
Foto: Dok/Tagor Aruan
Penutupan kegiatan kepanduan pemuda dan remaja Advent dalam 1st East Sumatra/Sumatera Kawasan Timur (ESM) Pathfinder Camporee 2026, di Retreat Center Gelora Kasih, Sibolangit, Deli Serdang.

Deliserdang(harianSIB.com)

Acara kepanduan pemuda dan remaja Advent dalam 1st East Sumatra/Sumatera Kawasan Timur (ESM) Pathfinder Camporee 2026, di Retreat Center Gelora Kasih, Sibolangit, Deli Serdang, ditutup. Kegiatan yang diikuti lebih 500 individu dari kelompok milenial itu dimaksudkan untuk menambah kualitas religi dan mental generasi muda dalam membangun bangsa dan menjadi laskar muda Advent.

Kegiatan dinamakan Camporee GMAHK 2026 bertema Unshakeable (Daniel 1:8) tersebut didekatkan dengan cinta Tanah Air berbasis lingkungan.

Humas Kegiatan Tagor Aruan SH CPR, Rabu (22/7), mengatakan, sejumlah tokoh di lingkungan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) menjadi pembicara dan pendamping millenial selama sepekan penuh.

"Fenomena mencolok diperoleh, generasi muda khususnya Gen-Z cenderung mengkritisi geopolitik sosial di Tanah Air. Ada rasa berseberangan karena kurang puas. Gen-Z itu mendapat informasi lebih banyak dari media sosial. Mereka membahas dan memadupadankan dengna apa yang dirasakan dalam pergaulan sosial kemasyarakatannya," ujar pria yang menjabat Ketua Umum Komite Independen Batak (KIB) itu.

Baca Juga:
Menurutnya, menyikapi rasa seperti itu pada generasi muda, harus menjelaskan sedetailnya dan jangan ada informasi yang bias.

"Boleh juga hasil dari kegiatan sepekan itu menjadi cerminan atau bahan untuk pemangku kepentingan melakukan perbaikan dan terobosan," tegas Tagor Aruan.

Kegiatan 1st East Sumatra/Sumatera Kawasan Timur (ESM) Pathfinder Camporee 2026 diadakan Rabu - Minggu (1–5/7/2026). Muara dari acara adalah menguatkan religi dan moral generais muda untuk kuat sebagai bagian dari GMAHK. Pada Sabtu (4/7), peserta yang datang dari ragam daerah dalam acara yang disupervisi departemen Gereja Advent Daerah Sumatera Kawasan Timur itu menampilkan seni dari asalnya.

"Beberapa hari kenal dan mencintai lingkungan dengan masuk ke luar hutan. Malamnya menampilkan seni budaya Nusantara. Sangat baik," tegasnya sambil mengurai yang ditampilkan adalah seni tradisi yang ada di Sumut hingga Riau, bahkan ketika penampilan Tari Sawan dari Toba dan Yamko Rambe Yamko dari Papua, peserta ikut.

Sebelumnya, Ketua GMAHK Daerah Sumatera Kawasan Timur Pdt Roy Maju Hutasoit STh mengatakan, sejak pembukaan hingga jelang penutupan, antusiasme peserta tetap tinggi dan terjaga.

"Pada malam ini, ada lebih dari 650 peserta menampilkan keahlian seni masing-masing," sebutnya didampingi Pdt Samardi Ericson Aruan.

Pada penutupan Ketua GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat Pdt Binsar Sagala STh melepas peserta untuk kembali ke daerah masing-masing. Sehari sebelumnya, Pdt Binsar Sagala menyampaikan khotbah pada ibadah raya didampingi Ketua GMAHK Daerah Sumatera Kawasan Timur Pdt Roy Maju Hutasoit STh.

Untuk kegiatan besar tersebtu dilibatkan sejumlah profesional muda. Seperti Pdm Josia Situmeang Jodin Simanjuntak, Rocky Hutagalung, Pdm James Purba, MG Dwinov Nababan, MG Florencia Siburian, MG Jismer Panjaitan, MG dr Angela Aruan degnan Tim RSAM Ibadah MG. Pdt Harold Siregar, Pdt Dody Manik, Pdm Wilson Harianja, Aprilia Limbong, Eliana Marbun, Boy Kemi, Frengky Hutagalung, Mian Hutahaean dan Marcel Tampubolon. Ikut serta Paul Purba, Drg Wellington Purba, Pdt. Horas Silalahi, Pdm Zetro Napitupulu, Raimando Sitorus, Nurma Nainggolan serta Christian Pandiangan.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru