Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026
* Akhyar Ajak PGID Berpartisipasi Bangun Kota Medan

MPH, MP, BPP dan MPL PGID Kota Medan Periode 2019-2024 Dilantik

* Dr RE Nainggolan Ajak PGID Kota Medan Jadi Sahabat Lembaga Agama Lain
Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 15:44 WIB
283 view
MPH, MP, BPP dan MPL PGID Kota Medan Periode 2019-2024 Dilantik
Evy Claudia Shiffer Daeli
Pengurus MPH, MP, BPP dan MPL PGID Kota Medan periode 2019-2024 berfoto bersama dengan Hannalore Simanjuntak, Dr RE Nainggolan MM berserta beberapa tamu undangan usai pelantikan di Gedung Alfa Omega, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (7/2).&
Medan (SIB)
Pelantikan pengurus Majelis Pekerja Harian (MPH), Majelis Pertimbangan (MP), Badan Pengawas Perbendaharaan (BPP) dan Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Daerah (PGID) Kota Medan periode 2019-2024 di Gedung Alfa Omega, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (7/2) berlangsung sukses.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi dalam sambutannya mengharapkan para pengurus dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan sebaik mungkin khususnya dalam membina umat.

"Selamat atas pelantikan seluruh pengurus PGI-D Kota Medan. Saya berharap semuanya dapat bersinergisitas menjalankan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya serta turut berkontribusi dalam membangun Kota Medan menjadi lebih baik lagi.

Amanah ini nantinya akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Sejatinya, kebahagiaan yang hakiki adalah apabila kita bisa menjalankan amanah dan bermanfaat bagi siapa saja,” katanya.

Lanjutnya, ia juga mengajak PGID untuk membuat Kota Medan menjadi cantik dengan motto ‘Yok Bikin Cantik Medan’. Artinya, berpartisipasi menjadikan Kota Medan yang bersih, nyaman dan asri. Salah satunya dengan rutin menggelar gotong royong, tidak membuang sampah sembarangan dan mewadahi sampah rumah tangga masing-masing agar tidak berserakan dan memudahkan petugas kebersihan untuk mengangkutnya.

“Di setiap kegiatan dan kesempatan saya tidak pernah lupa dan bosan untuk mengajak semua ‘Yok Bikin Cantik Medan’. Sebab, jika Kota Medan bersih maka akan memberikan kenyamanan bagi kita semua serta menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang.
Nantinya, mereka akan berbelanja dan itu dapat meningkatkan sektor perekonomian kita,” katanya didampingi Kadis Tenaga Kerja Kota Medan Hannalore Simanjuntak.

Hal senada disampaikan Dr RE Nainggolan MM mewakili tokoh masyarakat Sumut dan jemaat, ia mengajak PGI untuk membangun persahabatan dengan lembaga agama lain dan saling menjaga serta menghormati agar tetap tercipta kerukunan umat beragama.

"PGI harus bersuara lebih keras jika ada rumah ibadah agama lain diganggu oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, eklusif dan harus membuka diri,"katanya.

Lanjutnya, dalam rangka krisis kebangsaan PGI harus hadir dan memberi penguatan tentang rasa kebangsaan, jangan ekstrem serta hindari intoleransi.

"Harus ada tekat kesepahaman bagi kita, khususnya di Kota Medan, bahwa sikap ekstrem yang menyimpang dari nilai-nilai kebangsaan kita, NKRI, adalah musuh bersama," ujarnya yang juga mantan Sekda Pemprov Sumut.

Tidak dipungkiri, lanjutnya, pasca reformasi muncul persoalan-persoalan agama yang mana hampir tidak pernah bicarakan masalah agama sebelum reformasi. Pada masa itulah ada jemaat Kristen jadi panitia MTQ dan sebaliknya jemaah muslim membantu kepanitiaan perayaan agama lainnya.

"Sekarang setelah reformasi dan otonomi daerah muncul justru terjadi krisis nasionalisme dan ini harus kita sikapi bersama . Khususnya peran PGID Kota Medan yang sebagai lembaga oikumene dari berbagai denominasi gereja harus mampu hadir di tengah masyarakat. Yaitu dengan terus membangun suasana kondusif di Kota Medan yang merupakan miniaturnya Indonesia.

Kepengurusan yang baru dilantik ini diharapkan mampu menjadi lembaga yang dapat menghimpun berbagai gereja yang oikumenis dan transformatif, misalnya pencegahan peredaran Narkoba, lingkungan yang bersih dan indah, masalah kemiskinan, disabilitas dan lain sebagainya" katanya yang juga mantan Bupati Taput.

Sementara Ketua Umum PGIW Sumut Bishop Darwis Manurung STh MPSi, Bishop Darwis Manurung mengatakam warga yang tinggal di kota Medan sangat beragam, hal ini terlihat dari hampir dari semua suku dan agama yang ada di Indonesia ini ada di Medan. Sehingga keberagaman itu sebenarnya menjadi kekuatan bersama namun juga ada ancaman dan resiko yang harus diminimalisir.

"Sehingga bermunculan persoalan lingkungan yang mana ini menjadi tanggung jawab dan perhatian bersama. Seperti musim hujan, sejumlah daerah tergenang. Maka marilah melalui PGID Medan ini hadir dengan suara kenabiannya untuk memberikan solusi bagi kota ini untuk saling bekerjasama dengan pemerintah,"katanya.

Adapun pengurus PGID yang dilantik yakni Pdt Martin Manullang MTh (Ketua Umum), Pdt HAS Kembaren MTh (Sekretaris Umum), Pdt Jon Edi Anto Purba MMin (wakil sekretaris) Pst Johnson Anakampun STh MM (Bendahar Umum), Pdt Firman Sibarani MTh (Wakil Bendahara), Pdt Obet Ginting STh MA (Ketua Bidang Oiger), Bishop Erwin Tambunan MTh (Ketua Bidang Oimas), Pdt Temasochi Lase MTh (Ketua Bidang Kemandirian) dan seluruh anggota. (M20)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru