Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Tol Laut Belum Berdampak Tekan Harga-harga di Pulau Terluar Nias

Redaksi - Sabtu, 07 Maret 2020 19:04 WIB
300 view
Tol Laut Belum Berdampak Tekan Harga-harga di Pulau Terluar Nias
SIB/Dok
Merdi Loi MM
Gunungsitoli (SIB)
Seteleh Kementerian Perhubungan menjalankan program tol laut di Pulau Nias dua tahun terakhir, belum berdampak terhadap stabilitas harga-harga barang di tengah masyarakat. Hal itu merupakan pengakuan sejumlah pengusaha di Gunungsitoli, Sabtu (7/3/2020).

Seperti diketahui, tol laut merupakan program nasional dengan meluncurkan armada kapal barang ke pulau-pulau terluar untuk merangsang masyarakat dan pengusaha melakukan pertukaran barang, sehingga dengan menekan biaya dan akses, harga-harga barang di daerah terluar mendekati di daerah maju.

"Program ini secara teori bagus. Namun di Pulau Nias belum berhasil. Kita lihat saja harga harga masih mahal karena biaya angkut yang tinggi dari luar pulau Nias," kata AN Mendrofa dan Herianto Zega, pengusaha hasil bumi.


Sebagai contoh disebutkan, ia memiliki kerja sama pengiriman barang dari Gunungsitoli ke Medan, namun tol laut tidak memiliki rute Nias-Belawan. Permasalahan lain, tarif barang tol laut masih lebih mahal dari kapal motor lokal, sehingga barang-barang seperti semen, material bangunan dari Padang dan Aceh masih mahal setelah tiba di Nias.

Masyarakat Nias pun masih enggan membuka jalur bisnis ke daerah lain secara intensif dengan memanfaatkan tol laut, padahal, Nias memiliki komoditas unggulan berlimpah seperti karet, kelapa pinang dan hasil laut.
"Selain biaya angkut yang lebih mahal, kita juga tidak mendapat jaminan keberlangsungan tol laut, sebab pernah beberapa kali tidak singgah ke Gunungsitoli sesuai jadwal yang ditentukan pengelola," tambahnya.

Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gunungsitoli yang baru, Merdi Loi, menerima aspirasi masyarakat. Ia menjelaskan meski dirinya baru mengemban amanah, namun sudah melakukan pemetaan permasalahan.
"Kami sudah komunikasi dengan PT ASDP Fery Indonesia perwakilan Padang yang menghandel program ini. Kendala-kendala yang kami temukan segera dicari solusi agar tol laut benar-benar berefek menstabilkan harga-harga di pulau terluar Nias," ujarnya.

Ia juga menegaskan serius menyikapi keluhan warga soal penurunan ongkos, keberlangsungan armada serta sosialisasi potensi komoditas daerah lain. (*)



Editor
:
SHARE:
komentar
beritaTerbaru