Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Hama Ulat Grayak Serang Tanaman Jagung di Tiga Binanga

Redaksi - Minggu, 08 Maret 2020 18:59 WIB
304 view
Hama Ulat Grayak Serang Tanaman Jagung di Tiga Binanga
Foto SIB/Mitcha Sebayang
HAMA: Hama ulat Grayak menyerang daun tanaman jagung  umur 1 minggu sampai 1,5 bulan di Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo. Foto diambil di perladangan Rumah Rakyat, Minggu (8/3/2020).
Tanah Karo (SIB)
Hama ulat grayak menyerang daun tanaman jagung di Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo. Hama ulat tersebut memakan daun jagung mulai umur seminggu sampai 2 bulan.

Tanaman jagung yang terserang hama ini memiliki bekas gigitan pada bagian puncuk dan daun sehingga pertumbuhannya tidak sempurna.Intensitas serangan itu mulai dari ringan hingga berat.

Hal itu diungkapkan sejumlah petani, Tirta Nadi Sebayang (53),npetani perladangan Rumah Rakyat, Bahagia Sebayang, petani perladangan Nini Pagar, dan Mondan Tarigan petani di perlandangan Kendit Kenderan secara terpisah ditemui SIB, Minggu (8/3/2020).

Menurut mereka, daun jagung nyaris habis dimakan ulat daun. Hal ini membuat petani khawatir jika pertumbuhan tanaman jagungnya tidak sempurna dan akan terancam mengalami gagal panen.

Dikatakannya, tingginya serangan ulat pada tanaman jagung ini karena perubahan cuaca yang tidak menentu. Kupu-kupu penyebar hama itu dengan mudahnya meletakkan telur di daun-daun jagung dan tumbuh.

Selain itu, saat ini curah hujan masih rendah sehingga petani jagung di kecamatan ini menjadi was -was dengan keadaan itu.

Ketika ditanyakan apakah sudah ada petugas dari pertanian yang datang, mereka mengaku hingga saat ini belum ada petugas dari Dinas Pertanian yang turun ke lokasi.

Diharapkan, Dinas Pertanian Karo melalui PPL turun ke lapangan untuk bisa secepatnya mengatasi serangan hama ulat tersebut agar tidak menyebar semakin luas.

Pantauan SIB di lapangan, tanaman jagung yang terkena serangan ulat rata-rata dari umur 1minggu sampai 1.5 bulan di Kecamatan Tiga Binanga. Akibat serangan ulat itu, sekira 3 hektare lebih tanaman jagung rusak dan pertumbuhannya menjadi tidak sempurna.

Sementara itu curah hujan juga masih minim membuat sejumlah petani di kawasan ini menjadi was - was.(K03)


Editor
:
SHARE:
komentar
beritaTerbaru