Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Dihantam Corona, Singapura Ditinggalkan 20 Ribu Turis Setiap Hari

Redaksi - Selasa, 10 Maret 2020 09:21 WIB
250 view
Dihantam Corona, Singapura Ditinggalkan 20 Ribu Turis Setiap Hari
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Perwakilan Singapore Tourism Board (STB) Indonesia berfoto bersama para wartawan usai acara Year-In-Review 2019: Media Gathering, Senin (9/3/2020).
Medan (SIB)
Wabah virus corona dialami sejumlah negara, termasuk Singapura. Sektor pariwisata Singapura cukup terhantam akibat infeksi Covid-19. Dalam perekonomian Singapura, sektor pariwisata menyumbang 4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Turis China diketahui menjadi penyumbang pelancong ke Singapura terbanyak. Selama tahun 2019, jumlah kunjungan turis ke Singapura mencapai 19,1 juta orang dengan total penerimaan sebesar SGD 27,1 miliar. Dari jumlah itu turis China menyumbang sebanyak 20 persen.

Namun, angka kunjungan dan penerimaan pariwisata Singapura di 2020 diperkirakan akan terkena dampak dari wabah Covid-19.

Mohamed Firhan Abdul Salam, Area Director STB Indonesia dalam acara Year-In-Review 2019: Media Gathering, Senin (9/3/2020), mengakui Covid-19 telah menekan pariwisata Singapura dimana negaranya mengalami pengurangan turis sebanyak 20.000 orang per hari. Dari jumlah puluhan ribu tersebut, sebagian besar merupakan turis asal China.

Guna mencegah semakin terpuruknya sektor pariwisata, Pemerintah Singapura melalui Singapore Tourism Board (STB) mulai melirik turis Indonesia. Data STB (Badan Pariwisata Singapura) tahun 2019 menunjukkan turis Indonesia yang berlibur ke Singapura tumbuh 3% atau menjadi 3,11 juta orang.

"Pada Januari hingga September 2019, tercatat angka pendapatan pariwisata dari turis Indonesia mencapai SGD 2,26 miliar dengan pertumbuhan 6%, pertumbuhan tertinggi secara year-on-year dalam devisa sektor pariwisata," kata Abdul Salam.

“Kami senang mengetahui bahwa wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Singapura untuk liburan maupun bisnis lebih banyak dari sebelumnya. Rekor yang tinggi dari angka kunjungan wisatawan Indonesia menunjukkan Singapura sebagai destinasi yang diminati oleh wisatawan Indonesia, tidak hanya oleh wisatawan asal Jakarta, namun juga kota-kota di luar Jakarta. Kami akan terus memberikan yang terbaik meski mengalami tantangan di awal 2020,” kata Abdul Salam.

Saat ditanya bagaimana strategi Singapura menggaet turis Indonesia, Abdul Salam mengatakan bahwa STB Indonesia bekerja sama dengan para inovator terdepan di bidang teknologi melalui penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) yang memudahkan warga Indonesia menikmati berbagai acara dan atraksi menarik di Singapura.

“Kami mengerti bahwa wisatawan Indonesia memiliki kekhawatiran terhadap situasi Covid-19 di Singapura. Tetapi, kami percaya bahwa tindakan yang telah dilakukan Singapura saat ini akan memberikan rasa aman bagi para wisatawan,” tambah Direktur Eksekutif STB untuk Asia Pasifik John Conceicao.

Dia menambahkan bahwa tidak ada penutupan objek wisata atau larangan berwisata ke Singapura. Hingga saat ini setiap titik masuk ke Singapura seperti bandara, terminal, stasiun, dan pelabuhan dijaga ketat untuk mencegah pendatang yang diduga terjangkit virus corona, jelasnya.

STB Singapura juga telah melakukan beberapa langkah serius untuk melindungi kesehatan dan keamanan seluruh wisatawan, termasuk dari Indonesia. Salah satu yang dilakukan adalah membentuk Tourism Recovery Action Task Force untuk membuat rencana pemulihan dan pertumbuhan pariwisata ke depan.

“Dengan dukungan dari industri dan melalui joint taskforce yang terbentuk, kami akan terus membangun kapabilitas, melakukan transformasi dalam bisnis pariwisata kami, dan bangkit dengan kuat setelah terpaan Covid-19,” ujarnya. (*)
Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
komentar
beritaTerbaru