Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Masker di Apotek Langka, Masyarakat Gunung Sitoli Gunakan Masker Kain Buatan

Redaksi - Selasa, 10 Maret 2020 12:19 WIB
422 view
Masker di Apotek Langka, Masyarakat Gunung Sitoli Gunakan Masker Kain Buatan
SIB/Riswan H Gultom
MASKER KAIN: Pedagang memajang masker kain di salah satu emperan toko. Penjualan meningkat setelah langkanya masker apotek dalam 2 bulan terakhir, Selasa (10/3/2020) 
Gunungsitoli (SIB)
Terjadinya kelangkaan masker di apotik membuat sebagian masyarakat Kota Gunungsitoli menggantinya dengan menggunakan masker kain yang saat ini banyak dijual di pasar atau toko.
Sejumlah pembeli yang terpantau hariansib.com di pasar Gomo Gunungsitoli, Selasa (10/3/2020) mengaku terpaksa menggunakan masker kain karena masker yang di apotek langka.

"Sementara pakai masker kain dulu, menunggu masker apotek kembali dijual," kata Florentina seorang Bidan Desa yang harus menggunakan masker saat bersepeda motor.
Pedagang masker di salah satu emperan toko, Warno, mengakui masker kain banyak dibeli warga dengan harga terjangkau. "Harganya Rp 10 ribu satu bang. Itu harga normal," ujarnya.
Salah seorang praktisi kesehatan, dr Jun di Gunungsitoli mengatakan, masker kain dan masker apotek pasti memiliki perbedaan. Masker apotek didesain menangkal debu dan kotoran di udara. Masker ini juga lebih baik dalam menepis partikel kasar.
Namun disebutkan, masker kain juga ada positifnya, dapat dicuci untuk digunakan lagi. Selain itu ramah lingkungan karena tidak langsung dibuang. (*)

Editor
:
SHARE:
komentar
beritaTerbaru