Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Hancurnya Perbukitan Danau Toba Dikeruk Diduga Adanya Persekongkolan Jahat

Redaksi - Senin, 22 Maret 2021 22:27 WIB
680 view
Hancurnya Perbukitan Danau Toba Dikeruk Diduga Adanya Persekongkolan Jahat
Foto Dok Firdaus Peranginangin
Viktor Silaen SH dan Ir Parlaungan Simangunsong ST IPM
Medan (SIB)
Kalangan DPRD Sumut menduga hancurnya perbukitan tepian Danau Toba di kawasan Desa Horsik, Kecamatan Ajibata, hingga Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, yang dikeruk pengusaha galian C ilegal, akibat lemahnya pengawasan serta diduga adanya persekongkolan jahat untuk meraup keuntungan pribadi dengan merusak keindahan Danau Toba.

Hal itu ditegaskan anggota FP Golkar DPRD Sumut Viktor Silaen dan Sekretaris FP Demokrat DPRD Sumut Parlaungan Simangunsong kepada wartawan, Senin (22/3/2021), di DPRD Sumut.

"Ada beberapa alasan mengapa perbukitan Danau Toba rusak diluluh-lantakkan pengusaha galian C ilegal, yakni kurangnya pengawasan oleh instansi terkait, tidak adanya kepedulian atau adanya persekongkolan jahat antara pengusaha dengan oknum-oknum tertentu, guna meraup keuntungan dengan merusak keindahan Danau Toba," tegas Viktor.

Tindakan seperti ini, kata Viktor yang juga anggota dewan Dapil Tapanuli ini tidak bisa ditoleril dan harus segera diusut pelakunya dan dijebloskan ke penjara, karena telah melawan keputusan pemerintah pusat maupun provinsi yang terus berjibaku melestarikan Danau Toba menjadi destinasi wisata di dunia.

"Kita harus sepakat, siapapun yang merusak keindahan alam Danau Toba, baik pengerukan bukit oleh penambang liar, pencemaran lingkungan oleh perusahaan Keramba Jaring Apung (KJA), penebangan hasil-hasil hitam harus ditindak tegas sesuai aturan hukum," tegas Viktor.

Ditambahkan Parlaungan, semua pihak harus ingat, jangan pernah Danau Toba diwariskan kepada anak cucu bangsa ketika danau itu sudah menjadi danau mati yang benar-benar sudah rusak dan tidak ada lagi tempat bagi mahluk hidup di dalamnya.

Berkaitan dengan itu, Sekretaris FP Demokrat ini mengingatkan Dinas ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Sumut, Dinas Kehutanan Sumut maupun DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Sumut dan kabupaten untuk terus mengejar pengusaha galian C yang merusak alam Danau Toba dimaksud.

Parlaungan kuartir, jika aksi pengerukan di perbukitan Danau Toba tidak segera dihentikan, kemungkinan besar dalam waktu tidak terlalu lama, seluruh bukit di derah itu akan habis, karena setiap hari 40 - 60 kapal hasil galian C diangkut ke Toba dan Samosir untuk dijual kepada masyarakat maupun pengusaha.

"Sudah saatnya seluruh instansi yang terkait kompak menjaga kelestarian alam Danau Toba. Jika ada yang mencoba-coba merusak danau kebanggaan masyarakat Sumut ini, jangan segan-segan melaporkannya kepada aparat kepolisian untuk dilakukan tindakan tegas," ujar Parlaungan sembari mengajak semua pihak untuk menyelamatkan Danau Toba dari kehancuran.(*).

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru