Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Anggota MPR RI Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Pulangkan Tim All England

Redaksi - Senin, 22 Maret 2021 22:47 WIB
377 view
Anggota MPR RI Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Pulangkan Tim All England
Foto Dok Jamida P. Habeahan
H Muchammad Nabi Haroen dan Bramantyo Suwondo
Jakarta (SIB)
Anggota MPR RI Bramantyo Siswondo mengapresiasi sikap dan tindakan pemerintah melalui Dubes RI di Inggris yang berhasil melakukan lobi dan diskusi, sehingga tim Bulutangkis Indonesia yang bertanding di All England bisa cepat kembali ke Indonesia.

Kendati demikian, ke depannya tidak hanya turnamen All England tetapi juga event-event olahraga lainnya yang berskala internasional, pemerintah harus meningkatkan komunikasi yang baik dengan panitia dan negara penyelenggara, termasuk negara-negara yang jadi tamu undangan.

Paling penting lagi, pihak Indonesia harus “menekan” panitia penyelenggara supaya menghilangkan diskriminasi, serta ketidakadilan.

“Saya melihat, dalam kasus ini seperti terjadi ketidakadilan. Karena tim Denmark yang dinyatakan positif, tetapi diakomodir untuk melaksanakan PCR dan hasilnya negatif dan mereka diperbolehkan berlanjut berlaga kembali di arena” kata Bramantyo Siswondo, dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertema “ Polemik All England dan Nasionalisme” Senin ( 22/3/21), di Media Centre gedung parlemen, Senayan, Jakarta.

Seharusnya, tim Indonesia yang mendapatkan treatment yang sama, harus juga mendapat perlakuan yang sama.

Makanya, ke depan harus terus digaungkan dan membutuhkan dukungan besar dari masyarakat, mengingat momen sosial politik dunia pasti membutuhkan dorongan dan suppor besar dari masyarakat melalui media sosial (medsos).

Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H Muchamad Nabil Haroen juga mengapresiasi kerja cepat pemerintah dan Dubes RI di Inggris yang bisa melakukan diplomasi yang luar biasa, sehingga sebelum 10 hari sudah bisa pulang ke tanah air.

Diakuinya, memang ada yang janggal di agenda All England. “Kalau memang satu pesawat nggak boleh berlaga, nggak apa apa. Tetapi, infonya ada diskriminasi,“ kata Nabil Haroen.

Tetapi, tambahnya, selain melakukan kritik atau protes, Indonesia juga harus move on, sehingga ke depan mendapatkan perlakuan yang adil. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru