Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Ephorus Pdt Robinson Butarbutar Buka Konferensi Perempuan HKBP

Redaksi - Rabu, 24 Maret 2021 12:47 WIB
1.777 view
Ephorus Pdt Robinson Butarbutar Buka Konferensi Perempuan HKBP
(Foto SIB/ Posma Simorangkir)
KONFERENSI: Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar membuka konferensi perempuan HKBP tahun 2021,  Rabu (24/3/2021), di Gedung Raja Pontas Lumbantobing di komplek Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung.
Tarutung (SIB)

Konferensi Perempuan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dilaksanakan secara semi virtual, 24-25 Maret 2021 dan dibuka secara resmi oleh Ephorus Pdt Dr Robinson Butarbutar, Rabu (24/3/2021), di Gedung Raja Pontas Lumbantobing di kompleks Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung, Tapanuli Utara.

Konferensi tahun 2021 ini dikaitkan dengan Tahun Pemberdayaan HKBP dan mengambil tema “Aku telah memilih dan menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah” (Yohanes 15:16) dan Sub thema “Peran Transformatif Perempuan HKBP dalam Pelayanan Gereja”.

Berbagai agenda konfrensi antara lain memilih Pengurus Konferensi Perempuan periode 2020 – 2024, memantapkan komitmen untuk mewujudkan rekomendasi Konferensi Perempuan sebelumnya dan membahas draf buku pedoman persekutuan perempuan hasil prakonferensi perempuan HKBP di Kinasih, Bogor yahun 2019.

Peserta yang hadir mengikuti konferensi di gedung Raja Pontas Pearaja yakni Pimpinan HKBP, panitia inti dan seksi terkait ke persidangan bersama peserta dari Distrik II Silindung dan Distrik XVI Humbang Habinsaran. Sedangkan peserta lainya mengikuti secara virtual.

Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar dalam sambutannya menyampaikan seyogianya konferensi ini dilaksanakan tahun lalu, tetapi karena pandemi Covid-19 yang baru merebak sehingga konferensi tidak dapat dilaksanakan.

Ditegaskan, konferensi ini sangat penting di HKBP paling tidak karena dua hal yaitu pertama, sebagai wadah yang sangat strategis untuk pemberdayaan perempuan HKBP demi meningkatkan pelayanan dan keterlibatan aktifnya dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat secara terorganisir.

Kedua, konferensi ini akan mendiskusikan pemikiran-pemikiran, rumusan-rumusan program dan langkah-langkah strategis perempuan agar mereka dapat menjalankan peran pelayanan dan kepemimpinannya di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.

Salah satu tujuan dari konferensi ini adalah menggumuli isu-isu yang dihadapi perempuan dalam gereja dan masyarakat di masa kini, antara lain masalah KDRT, perdagangan orang (human trafficking), kemiskinan, kesehatan, pendidikan, akses kepemimpinan, akses perempuan dalam berbagai bidang kehidupan yang belum setara, serta tentu saja dampak pandemi COVID-19 terhadap perempuan.

"HKBP tidak bisa menutup mata terhadap masalah-masalah ini, terutama hal-hal yang merendahkan kemanusiaan perempuan," sebutnya. (*)
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru