Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Warga Kapten Muslim Keluhkan Parit Tumpat dan Mahalnya Pembayaran Air PDAM

Redaksi - Kamis, 25 Maret 2021 17:28 WIB
508 view
Warga Kapten Muslim Keluhkan Parit Tumpat dan Mahalnya Pembayaran Air PDAM
Foto SIB/Dok/Humas
Tampung : Anggota DPRD Medan menampung aspirasi warga saat melaksanakan Reses II Tahun Kedua di Jalan Kapten Muslim Medan awal pekan kemarin.
Medan (SIB)
Parit sepanjang Gang Utama Lingkungan Pasar di Jalan Kapten Muslim yang selama ini tumpat diakibatkan banyaknya sedimen yang bertumpuk di dalamnya menjadi salah satu keluhan warga.

“Hal itu harus menjadi perhatian pemerintah, apalagi banyak pedagang yang menggunakannya sebagai tempat berjualan. Selain itu banjir kerap menggenangi jalan, bahkan sampai ke pemukiman warga,” ujar Anggota DPRD Medan Dame Duma Sari Br Hutagalung kepada wartawan, Kamis (25/3/2021).

Keluhan itu ditemuinya saat melaksanakan Reses II Tahun Kedua di Jalan Kapten Muslim Medan awal pekan ini. Salah seorang warga Grya Riatur, Benny Sihotang meminta Dinas PU untuk membersihkan parit di lingkungan Gang Pertama. Selain itu, diharapkan agar lapak pedagang sepanjang Gang Pertama diberi atap, agar pedagang dan konsumen nyaman bertransaksi.

Warga lainnya juga mengeluhkan mahalnya pembayaran air PDAM yang terasa mencekik leher. Paling parahnya lagi, warga menyebutkan debit air yang sampai ke rumah mereka sangat kecil dan kualitasnya sangat rendah. Selain itu, warga juga melaporkan sulitnya mendapatkan bantuan bedah rumah.

Menyahuti aspirasi warga tersebut, pihak PU diwakili UPT Barat Ardiansyah berjanji akan menindaklanjutinya. "Kita akan survey dan sosialisasikan kepada pedagang agar mereka maklum dengan apa yang akan kita kerjakan," kata Ardiansyah.

Terkait air, Martha Tobing dari PDAM Tirtanadi mengatakan naiknya pembayaran air akibat kesalahan baca meter. "Jadi yang dibayar mahal itu karena penyesuaian meteran yang tertinggal," ujarnya. Mengenai debit air yang kecil dan kotor, pihak Tirtanadi berjanji akan segera menyelesaikannya.

Sedang mengenai penerima bantuan PKH yang tidak lagi mendapatkannya, pihak Dinas Sosial diwakili Linda Sihaloho menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan ulang penerima bantuan. Usai pendataan bantuan akan dilanjutkan kembali.

Bantuan bagi Lansia hanya diberikan kepada mereka yang terlantar dan sudah tidak mampu bekerja serta berumur 60 tahun ke atas. Jika ada Lansia yang seperti itu, diusulkannya agar dimasukkan ke panti jompo saja karena disana akan lebih terurus.

Sementara bagi warga yang memerlukan bedah rumah, perwakilan Dinas Perkimtaru Taufan Alam Nasution meminta warga yang memenuhi syarat untuk berkoordinasi dengan kepala lingkungan dan lurah atau langsung ke anggota DPRD Medan Dame Duma Sari Hutagalung agar dibantu prosesnya di Perkimtaru.

Disebutkan Br Hutagalung, reses yang dilakukannya digelar di 2 tempat yakni di Jalan Mesjid dan Jalan Beringin 2 Helvetia Timur. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru