Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 16 September 2026

Tanggapi Tuduhan Masukkan Kerabat Jadi Pejabat, Zeira Salim : Selow Saja Pak Gubernur!

Redaksi - Jumat, 26 Maret 2021 20:41 WIB
1.343 view
Tanggapi Tuduhan Masukkan Kerabat Jadi Pejabat, Zeira Salim : Selow Saja Pak Gubernur!
Foto Dok
Zeira Salim Ritonga
Medan (SIB)

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga mengingatkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi agar tidak perlu pusing menanggapi tuduhan dirinya dan Wagub Sumut Musa Rajekshah memasukkan kerabatnya menjadi pejabat di Sumut, jika memang tuduhan itu tidak mengandung kebenaran.

" Wah, siapa pula yang menuduh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut memasukkan kerabatnya jadi pejabat di daerah ini. Slow saja Pak Gubernur, jika tuduhan itu tidak benar. Jangan ditanggapi kali kabar-kabar burung," ujar Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Jumat (26/3/2021), di DPRD Sumut, menanggapi pernyataan Edy Rahmayadi pada acara dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan.

Zeira mengatakan, tapi sebaliknya, jika benar tuduhan itu, sebaiknya Gubernur Sumut segera menyampaikannya ke publik siapa penuduh tersebut, guna menghindari terjadinya keresahan di tengah-tengah masyarakat.

"Kita perlu tahu siapa yang menuduh Gubernur karena persoalan tersebut terkait dengan martabat seorang kepala daerah. Artinya, kalau tuduhan itu tidak benar, berarti orang yang menuduh itu bisa terkena delik pencemaran nama baik, harus diproses hukum," ungkapnya.

Karena, menurut Bendahara DPW PKB Sumut ini, menuduh pejabat negara melakukan nepotisme dalam menempatkan pejabat di jajaran Pemprov Sumut merupakan pelanggaran hukum.

Begitu juga sebaliknya, ujar Wakil Ketua Komisi B ini, jika Gubernur Sumut tidak bisa menunjuk siapa orang yang menuduh, berarti gubernur juga dituduh menaikkan isu untuk mencari perhatian publik.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bercerita soal banyak yang menuduhnya memasukkan kerabat menjadi pejabat di Sumut. Edy mengaku hal ini membuatnya pusing.

"Saya orang sini, istri orang sini, sekolah di sini, termasuk Pak Ijeck (Wagub Sumut Musa Rajekshah) sekolah di sini, besar di sini. Terus nanti salah satunya calon pasti bersangkutan dengan kalau nggak saudara, famili, ada famili istri, kawan istri, kawan SMP atau kawan SMA. Ini menjadikan persoalan," kata Edy di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis (25/3).(*).
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru