Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Moderamen GBKP Mengecam Keras Ledakan Bom di Depan Gereja Katedral Makassar

Redaksi - Minggu, 28 Maret 2021 15:05 WIB
1.207 view
Moderamen GBKP Mengecam Keras Ledakan Bom di Depan Gereja Katedral Makassar
Foto Dok Theopilus Sinulaki
Pdt Rehpelita Ginting
Karo (SIB)
Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 10.28 Wita.

"Kita kembali berduka atas persitiwa ledakan bom di depan geraja Katedral Makassar disaat umat kristiani sedang melakukan ibadah," ujar Pdt Reheplita Gunting STh MMin selaku Sekretaris Umum Moderamen GBKP kepada wartawan melalui pesan WatsApp, Minggu (28/3/2021).

Katanya, peristiwa ini menunjukan masih ada oknum atau kelompok yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Kita percaya jikalau pemahaman manusia yang beragama dengan benar maka kemungkinan besar dia tidak akan melakukan tindakan hal seperti itu, sebab tindakan ini sangat mencederai pemahaman beragama dan juga kemanusiaan.

"Jikalau benar ini merupakan teror, maka ini adalah upaya untuk menjadikan orang takut dalam beragama dan menjalankan ibadahnya. Dalam perspektif lebih luas, ini sebuah upaya untuk mengusik persatuan dan kesatuan bangsa dalam toleransi beragama," ungkapnya.

Menyikapi kejadian ini, Pdt Rehpelita menduga bahwa pelaku peledakan bom ini menginginkan ada ketakutan dan saling curiga di tengah masyarakat . Karena itu, kita harus bijaksana untuk tidak memposting dan menyebar luaskan peristiwa ini di media sosial, karena itulah yang diinginkan oleh pelakunya.

"Kita sangat nenyayangkan tindakan ini, sebab di tengah kita menghadapi pandemi Covid-19, justru solidaritas dan kasih sayang kemanusiaan yang seharus kita tumbuhkan dan kedepankan. Termasuk, moderasi beragama yang sedang gencar kita kembangkan saat ini, sedang diuji," ujarnya.

Sekretaris Moderamen berharap agar masyarakat di Makassar khususnya dan seluruh Indonesia, untuk tidak terpancing dan takut menghadapi situasi ini. Kita harus melihat masalah ini sebagai persoalan kita bersama. Segenap masyarakat hendaknya bergandengan tangan memperkuat persatuan dan kesatuan. Sebab tindakan yang sama juga dapat dilakukannya pada rumah ibadah lainnya, sehingga kita terprovokasi, terpancing serta saling mencurigai.

"Kita percaya, aparat penegak hukum akan segera mengungkap masalah ini dengan baik. Kita berdoa agar korban tetap tabah dan kuat. Semoga peristiwa ini membangkitkan semangat nasionalis dan kebangsaan kita untuk bersama-sama menjaga bangsa dan negara dari tindakan radikalisme dan intoleransi," tutupnya. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru