Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 14 September 2026

Tokoh Masyarakat Kristiani Minta DPP GAMKI Cabut Surat Pemecatan Landen Marbun

Redaksi - Rabu, 31 Maret 2021 16:05 WIB
899 view
Tokoh Masyarakat Kristiani Minta DPP GAMKI Cabut Surat Pemecatan Landen Marbun
Foto Dok Firdaus Peranginangin
Sanggam SH Bakkara, Ebenezer Panggabean SE
Medan (SIB)
Tokoh masyarakat kristiani Sumut Sanggam SH Bakkara meminta Ketua Umum DPP GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) Willem Wandik untuk segera mencabut surat pemecatan Ketua DPD GAMKI Sumut Landen Marbun, untuk meredam semakin meluasnya perpecahan di tubuh organisasi pemuda Kristen tersebut.

Hal itu ditegaskan Sanggam SH Bakkara, didampingi senioren GAMKI Sumut Ebenezer Panggabean kepada wartawan, Rabu (31/3/2021), di Medan, menanggapi surat pemberhentian Landen Marbun dari jabatan Ketua DPD GAMKI Sumut dari DPP GAMKI.

"Ketum DPP GAMKI sebaiknya segera mencabut surat pemecatan itu, guna menghindari semakin meluasnya perpecahan di tubuh GAMKI," ujar Sanggam sembari mengingatkan DPP agar menghentikan gerakannya "mengobok-obok" GAMKI Sumut hanya dikarenakan isu terlibatnya Landen dalam KLB (Kongres Luar Biasa) Partai Demokrat.

Sanggam berani menjamin Landen Marbun tidak ikut terlibat dalam KLB Partai Demokrat, sebab pihaknya tau betul karakter Landen yang tidak suka macam-macam. Sehingga pemecatan yang dilakukan DPP terlalu buru-buru tanpa ada klarifikasi kepada yang bersangkutan maupun tokoh-tokoh senior GAMKI di daerah ini.

"Sangat disesalkan, DPP GAMKI melakukan tindakan sewenang-wenang tanpa ada klarifikasi. Padahal Landen termasuk sukses dalam melakukan konsolidasi organisasi, terbukti 33 kabupaten/kota di Sumut sudah berdiri DPC GAMKI," ujar Sanggam sembari mengingatkan GAMKI itu "anak kandung" gereja, jangan diobok-obok dan menyeret-nyeret dalam perseteruan partai.

Perlu diketahui, tandas mantan anggota DPRD Sumut ini, dengan terpecahnya GAMKI akan semakin banyak tantangan yang dihadapi, sehingga ummat Kristiani di Sumut sangat berharap agar DPP GAMKI mengkaji kembali surat pemecatan tersebut sekaligus menghindari semakin hancurnya organisasi.

"Siapa pun tahu, kader GAMKI ada di mana-mana, bahkan banyak menjadi pengurus berbagai partai. Ketum DPP dalam masalah ini jangan otoriter dan membunuh demokrasi kader hanya gara-gara isu terlibat dalam KLB Partai Demokrat. Mari kita berikan kebebasan kepada kader mewarnai perpolitikan di daerah ini," tandas Sanggam.

Berkaitan dengan itu, Sanggam dan Ebenezer Panggabean mengajak seluruh senioren GAMKI untuk ikut ambil bagian menyelesaikan konflik ini dengan menggelar Konferda yang independen, sekaligus merehabilitasi nama Landen Marbun, agar GAMKI di daerah ini tetap solid.

"Kita juga mengajak seluruh ummat Kristiani agar ikut mendoakan GAMKI, jangan sampai terpecah dan kita berharap dalam Konferda nanti seluruh permasalahan bisa diselesaikan dengan damai, tidak ada yang teraniaya," ujar Ebenezer dan Sanggam.(*).

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru