Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Pemerintah Akan Fasilitasi Peternak Babi Dapat Bantuan KUR

Redaksi - Selasa, 06 April 2021 17:15 WIB
786 view
Pemerintah Akan Fasilitasi Peternak Babi Dapat Bantuan KUR
Foto SIB/Dok/hat
Foto Bersama:  Kepala Balai Veteriner Medan Drh H Agustia MP (pakai baju kotak) foto bersama dengan masyarakat peternak babi di Aula GPdI Desa Purwodadi Kecamatan  Sunggal DS.
Medan (harianSIB.com)

Pasca penyakit ASF (African Saine Fever) menyerang babi, pemerintah hingga saat ini belum menyalurkan bantuan ternak babi (bibit babi) ke masyarakat di Sumatera Utara .

Akan tetapi ketika masyarakat akan berusaha kembali untuk mengembangkan peternakan babi, maka pemerintah siap untuk membantunya .

"Mari kita sepakati dulu bahwa kita akan melakukan pengembangan peternakan babi dengan suasana baru. Kemudian pemerintah akan memikirkan apa bentuk bantuan bagi peternak babi namun kalau untuk memberikan bantuan bibit babi belum ada, " kata Kepala Balai Veteriner Medan Drh H Agustia M.P, pada kegiatan penyuluhan pengembangan peternakan babi masyarakat pasca penyakit ASF di Aula GPdI Desa Purwodadi Kecamatan Sunggal DS, belum lama ini.

Tentunya dengan adanya wabah penyakit ASF yang menyerang babi ini, pemerintah tidak tinggal diam ada program-program yang akan diluncurkan. Pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp.17 triliun lebih untuk membantu masyarakat mengembangkan peternakan termasuk pengembangan ternak babi di Indonesia.

Menurutnya, anggaran yang disediakan pemerintah tersebut berbentuk KUR (Kredit Usaha Rakyat) melalui perbankan. Dan penyaluran KUR tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2019.

Masih ada sisa Rp.15,3 triliun lagi yang akan disalurkan kepada masyarakat. Masyarakat atau kelompok peternak bisa mengajukan bantuan ini dan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

" Saya siap membantu masyarakat untuk mendapatkan bantuan KUR ini . Saya juga siap memfasilitasi masyarakat dengan pihak perbankan," pungkasnya .

Diakhir kegiatan itu, Drh Agustia MP mengatakan, sampai saat ini vaksin untuk melawan virus African Swine Fever belum ada. Dan penyakit ini menyerang babi hingga menyebabkan kematian hingga 100 persen. Namun virus ini tidak berbahaya pada manusia. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru