Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Massa PMII Unjuk Rasa di DPRD SU Tolak Keras Kenaikan Harga BBM di Sumut

Redaksi - Rabu, 07 April 2021 20:13 WIB
385 view
Massa PMII Unjuk Rasa di DPRD SU Tolak Keras Kenaikan Harga BBM di Sumut
Foto SIB/Firdaus Peranginangin
TERIMA ASPIRASI : Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani didampingi anggota dewan Rony Reynaldo Situmorang, H Anwar Sani Tarigan, Jonius Taripar P Hurabarat, H Subandi dan Ari Wibowo sedang menerima aspirasi massa PMII Medan yang m
Medan (harianSIB.com)

Massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Medan berunjukrasa di Gedung DPRD Sumut, Rabu (7/4/2021), menolak keras kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) di Sumut, karena sangat memberatkan masyarakat di saat pandemi Covid-19.

Mahasiswa dalam aksinya sempat memanjat gerbang Gedung DPRD Sumut dan berteriak sembari menempelkan poster-poster yang berisi tuntutan penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang tidak memihak rakyat.

"Wakil rakyat jangan tutup mata, jangan tutup telinga. Rakyat sudah susah, segera panggil Pemprov Sumut dan PT Pertamina untuk menuntut penurunan harga BBM sekaligus pencabutan Pergub Nomor 1/2021 sebagai pemicu kenaikan harga BBM," kata koordinator aksi, Rahmad Akhir.

Dalam pernyataan sikapnya, massa PMII sangat menyesalkan sikap Pemprov Sumut maupun PT Pertamina yang bertindak semena-mena dengan menaikkan harga BBM tanpa melihat kondisi masyarakat yang perekonomiannya sedang hancur-hancuran.

"Kami akan terus menggelar aksi damai, sampai harga BBM kembali diturunkan," teriak Rahmad Akhir sembari mengingatkan DPRD Sumut untuk terus menggedor Pemprov Sumut dan PT Pertamina guna membatalkan kebaikan harga BBM ini.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani, didampingi anggota dewan Rony Reynaldo Situmorang, H Subandi, H Anwar Sani Tarigan, Jonius Taripar P Hutabarat dan Ari Wibowo memastikan akan menyahuti aspirasi mahasiswa dengan secepatnya memanggil pihak Pemprov Sumut dan PT Pertamina pada 12 April mendatang.

Namun mahasiswa menganggap jadual yang sudah ditetapkan dewan pada 12 April terlalu lama, mengingat masyarakat saat ini sedang susah karena efek kenaikan harga BBM, berimbas kepada kenaikan harga-harga kebutuhan.

Rahmansyah kembali menyakinkan mahasiswa agar bersabar dan memastikan aspirasi mereka akan ditanggapi, sehingga massa PMII akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(*).

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru