Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 07 Mei 2026

Pesawat Kepresidenan RI Tiba di Halim, Negara Hemat Rp 114 M/Tahun

* Demi Keamanan, Biru Jadi Warna Pesawat, * Punya Sensor Canggih Pendeteksi Peluru Kendali
- Jumat, 11 April 2014 22:04 WIB
1.680 view
 Pesawat Kepresidenan RI Tiba di Halim, Negara Hemat Rp 114 M/Tahun
Tampak interior pesawat kepresidenan Boeing Business Jet (BBJ)-2 terdiri dari 4 VVIP meeting room, 2 VVIP state room, 12 executive area dan 44 staff area.
Jakarta (SIB)- Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jet (BBJ) 2 akhirnya diresmikan di Base Operations, Lanud Halim Perdana Kusuma, Kamis(10/4).
Berdasarkan keterangan Metro TV, ada sejumlah pemerintah menganggap perlunya pembelian pesawat kepresidenanan. Salah satunya, negara dapat menghemat anggaran jika memiliki pesawat pribadi.

"Pertama, dari sisi anggaran negara, penggunaan pesawat kepresidenan jauh lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan pesawat komersial,"  ujar Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/4).

Sudi menjelaskan, dari perhitungan pemerintah, pesawat ini dapat menghemat anggaran Rp114,2 miliar per tahun selama masa pakai.

Sementara, untuk menyewa pesawat komersil, negara harus merogoh anggaran hingga Rp840 miliar per tahunnya. Selama ini, presiden menggunakan pesawat komersil untuk bepergian. Pesawat kepresidenan juga dinilai lebih efektif dan efisien. "Penggunaan pesawat khusus kepresidenan tidak akan mengganggu jadwal dan kinerja maskapai penerbangan komersial," kata dia.

Selama ini, lanjutnya, perusahaan penerbangan harus mengatur ulang jadwal penerbangannya apabila ada presiden melaksanakan tugas kenegaraannya yang mengharuskannya menggunakan pesawat.

Warna Biru

Ditambahkan Sudi Silalahi, warna biru dipilih karena masalah keamanan. "Warna kenapa harus biru? Tanya kenapa langit warnanya biru," ujar Sudi.
Menurut dia, biru dipilih agar menyerupai warna langit. Pesawat pun dapat terkamuflase dengan warna biru langit, terlebih dalam keadaan darurat. "Untuk alasan security juga kamuflase," jelasnya.

Sudi menjelaskan tidak ada yang mengarahkan dalam pemilihan warna tersebut. Biru merupakan warna pilihan dari sejumlah pejabat di lingkungan Kemensesneg. "Dari 14 warna yang ada, dipilih warna biru, separuh dari belasan pejabat memilih warna ini," kata dia.

Selain itu, biru identik dengan TNI Angkatan Udara yang akan mengoperasikan pesawat tersebut. "Ini angkatan udara seragamnya (biru) mirip to?" tandasnya.

Sensor Canggih

Pesawat Kepresidenan RI memiliki spesifikasi keamanan yang diklaim canggih. Boeing Business Jet-2 yang didominasi warna biru itu mampu mendeteksi rudal atau peluru kendali yang mendekat.

"Dalam aspek security, jika ada ancaman peluru kendali pesawat ini memiliki sensor sehingga memberikan warning untuk langkah selanjutnya," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI IB Putu Dunia usai acara serah terima pesawat di Halim Perdanakusumah, Jaktim, Kamis.

Letkol (Pnb) Firman, salah satu perwakilan TNI AU yang ikut dalam penerbangan dari AS tersebut mengatakan, pesawat Kepresidenan RI bisa mengetahui juga keberadaan pesawat lain. Radar yang dipasang di dalamnya sangat canggih.

"Selain itu dia ada pemancar panas untuk defence," tambahnya.

Apakah pesawat itu punya fungsi perlawanan? "Nggak, ini nggak punya peluru kendali untuk perlawanan," jawabnya.

Ini Spesifikasi Pesawat

Berikut spesifikasi pesawat berlogo Garuda seperti yang diterima wartawan pada acara penyambutan pesawat berwarna biru muda dan putih dan seharga US$ 91,2 juta.

Nama Pesawat: Boeing Bussines Jet 2/BBJ 2.

Mesin: 2 Mesin CFM56-7

Sejarah pesawat: pembuatan dilakukan sejak tahun 2013 (Date Manufacture)

Kemampuan Terbang:

Ketinggian maksimum: 41.000 Feet.

Endurance (Daya Jelajah): 10 Jam.

Kecepatan jelajah maksimum: 0,785 Mach.

Kecepatan maksimum: 0,85 Mach

Jangkauan jelajah maksimum: 4.620 Nm / 8.556 Km

Ukuran pesawat

Rentang sayap : 35,79 Meter

Panjang badan : 38 Meter

Tinggi pesawat : 12,50 Meter

Ukuran lain-lain

Data muat: 4 VVIP Class Meeting Room,

2 VVIP Class (State Room)

12 Executive Area

44 Staff Area. (DIK4/detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru