Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Dr Ir Benny Pasaribu : Persatuan dan Kesatuan Bangsa Jauh Lebih Penting daripada Kemenangan Dalam Kontestasi Politik

- Jumat, 26 Juli 2019 10:11 WIB
3.250 view
Dr Ir Benny Pasaribu : Persatuan dan Kesatuan Bangsa Jauh Lebih Penting daripada Kemenangan Dalam Kontestasi Politik
Benny Pasaribu
Jakarta (SIB) -Anggota TKN Dr Ir Benny Pasaribu menilai pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati dan Ketua Umum Gerindra Prabowo hari Rabu (24/7) merupakan reuni atau pertemuan dua pemimpin bangsa setelah berkontestasi dalam Pileg dan Pilpres.

"Memang kita mencatat bahwa suasana dalam Pemilu 2019 jauh lebih panas atau keras dibandingkan dengan Pemilu-Pemilu sebelumnya. Seolah-olah kita lupa terhadap peraturan perundang-undangan dan etika moral berbangsa dan bernegara," kata Benny Pasaribu kepada wartawan, Kamis (25/7) di Jakarta.

Menurutnya, demokrasi tanpa kepatuhan hukum pastilah terjadi anarkisme. Semuanya itu sangat berbahaya dan jika dibiarkan maka tidak lama lagi Indonesia akan pecah berkeping-keping. Karena itu, pertemuan antar pemimpin pasca Pemilu menjadi sangat perlu dan sarat makna.

"Hal inilah, yang bisa saya pahami dari pertemuan, baik antara Jokowi dan Prabowo sebagai Capres dalam kubu yang berbeda, maupun antara Megawati dan Prabowo sebagai ketua umum Parpol," kata Benny seraya menyebutkan, pertemuan tersebut juga memperlihatkan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa jauh lebih penting daripada urusan kontestasi politik semata.

Diharapkannya, pertemuan antar pemimpin pasca Pileg dan Pilpres idealnya hanya untuk mempererat silaturahim. Bukan bagi-bagi jabatan. Sebab, akan berbahaya jika ada pembicaraan bagi-bagi jabatan di dalamnya.

Benny mengemukakan, di berbagai negara dengan sistem pemerintahan yang berbeda, bahwa bagi-bagi jabatan berdasarkan hasil suara dalam Pemilu tidak pernah ada seperti yang diusulkan oleh Amien Rais, bahwa koalisi 02 harus dapat bagian 45% sesuai perolehan suara, dan 01 berhak hanya 55% dari jabatan yang ada.

"Marilah kita gunakan akal sehat. Karena idealnya, 45% itu berada di posisi penyeimbang di parlemen tanpa berpikir bagi-bagi jabatan. Dan negara akan lebih baik jika ada Oposisi yang kuat dan berorientasi pada kepentingan bangsa yang lebih besar," ucap Benny seraya menambahkan, untuk itulah kita perlu mendukung dan mendoakan pemimpin kita diberi hikmat agar selalu mengutamakan kepentingan bangsa yang lebih besar dari pada kepentingan sesaat atau kepentingan kelompok. (J01/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru