Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Jokowi: Banjir Bandang di Lebak Akibat Tambang Emas Ilegal

- Rabu, 08 Januari 2020 21:08 WIB
171 view
Jokowi: Banjir Bandang di Lebak Akibat Tambang Emas Ilegal
news.detik.com
Jokowi mengunjungi lokasi terdampak banjir bandang di Lebak.
Lebak (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Lebak, Banten. Jokowi mengatakan banjir bandang itu akibat aktivitas tambang ilegal.

"Dan yang di lebak Provinsi Banten kita lihat memang ini karena perambahan hutan karena menambang emas secara ilegal," kata Jokowi di Lebakgedong, Lebak, Banten, Selasa (7/1).

Jokowi mengatakan sudah memerintahkan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menindak tambang ilegal di kawasan tersebut. Dia meminta ke depan tak ada lagi aktivitas penambangan emas ilegal.

"Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Gub, Bupati agar ini dihentikan. Tidak bisa lagi karena keuntungan 1, 2, 3 orang kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini," tuturnya.

Jokowi juga memerintahkan Kementerian PUPR segera memperbaiki 23 jembatan yang rusak di Lebak, Banten. Selain itu, memperbaiki 19 sekolah yang rusak.

"Tadi dilaporkan ada 23 jembatan penting yang menghubungkan antardesa antarwilayah ini minta agar segera diselesaikan. Tadi saya sudah perintah ke PU agar dalam 3-4 bulan ini semua sudah bisa diselesaikan dan juga ada sekolah yang rusak 19. Nanti saya juga perintah juga Kementerian Mendikbud dan Kementerian PU agar ini segera diperbaiki," papar Jokowi.

Jokowi juga menuturkan ada 1.410 rumah yang rusak akibat banjir bandang di Lebak, Banten. Pihaknya akan mendata apakah memungkinkan adanya relokasi rumah-rumah yang rusak tersebut.

Mau Direlokasi
Sebelumnya Jokowi telah meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Jokowi meminta korban terdampak untuk mau direlokasi.

"Beberapa tadi saya sampaikan untuk masyarakat yang terkena longsor untuk mau direlokasi dipindahkan kurang lebih 2 kilometer dari situ. Ini nanti disiapkan dulu oleh bupati Kabupaten Bogor nanti selesai akan langsung dipersiapkan oleh Kementerian PUPR untuk rumahnya," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan setidaknya ada ratusan rumah yang terkena longsor di kawasan tersebut. Saat ini, kata dia, lokasi di beberapa desa yang sempat terisolir telah diperbaiki.

"Sekarang pada tahap diselesaikan dibersihkan terutama yang terisolir desa-desa oleh Kementerian PU," ujarnya.

Jokowi juga meminta pemerintah desa untuk mengimbau warganya tetap waspada. Sebab, menurut prakiraan BMKG, hujan ekstrem akan terus berlangsung hingga bulan Februari.

"Oleh sebab itu saya tadi titip juga kepada camat kepada kepala desa agar karena sekarang ini masih hujan yang ekstrem masih akan berlangsung terus sesuai dengan yang disampaikan oleh BMKG sampai bulan Februari agar masyarakat terus dan tetap waspada, karena apa tanah-tanah terutama di sekitar Kecamatan Sukajaya sangat rawan longsor," tuturnya.

"Kemarin kita lihat dari helikopter Kelihatan sekali yang longsor itu bukan hanya puluhan tapi ratusan," sambung Jokowi. (detikcom/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru