Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

2 Kantor Pemerintah di Simeulue Aceh Retak-retak Akibat Gempa M 6,1

- Rabu, 08 Januari 2020 21:09 WIB
165 view
2 Kantor Pemerintah di Simeulue Aceh Retak-retak Akibat Gempa M 6,1
news.detik.com
Bangunan di Simeulue Aceh rusak akibat gempa
Banda Aceh (SIB)
Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Kantor Satpol PP-WH di Simeulue, Aceh, mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 6,1. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan data dirilis Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Selasa (7/1), kaca jendela kantor MPU Simeulue pecah setelah diayun gempa. Sedangkan satu unit bangunan Kantor Satpol PP-WH mengalami keretakan.

"Informasi sementara ada dua kantor pemerintah mengalami rusak ringan," kata Kepala BPBA Sunawardi kepada wartawan.
Menurutnya, ayunan gempa yang terjadi sekitar pukul 13.05 WIB tersebut dirasakan warga Tapak Tuan, Singkil, Meulaboh, Nias Barat, Nias Utara, dan Gunung Sitoli, Sumatera Utara. Warga merasakan goyangan beberapa saat.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan ada satu aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,3," jelas Sunawardi.
Seperti diketahui, gempa dengan magnitudo 6,4 terjadi di Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh. Warga di Simeulue dan Aceh Singkil merasakan guncangan gempa.

Ketika gempa terjadi, warga di Kabupaten Simeulue sempat panik dan berlarian ke luar rumah. Warga panik karena getaran gempa terasa kuat.

"Gempa terasa kuat. Warga sempat panik," kata salah satu warga Simeulue, Ahmadi.

Mutakhirkan Data
BMKG memutakhirkan data gempa magnitudo 6,4 yang terjadi di Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh. Getaran gempa disebut bermagnitudo 6,1 usai data dimutakhirkan.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M 6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 6,1," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Dia mengatakan pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 20 km. Berdasarkan kedalamannya, ini tergolong gempa dangkal.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia di Barat Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," ucapnya.

Rahmat menyebut getaran gempa terasa di sejumlah wilayah, seperti Tapak Tuan, Singkil, Medan, dan Nias. Gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami. (detikcom/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru