Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Pejabat di Prabumulih Dilarang Merokok, Kepergok Siap-Siap Dicopot

- Kamis, 09 Januari 2020 19:50 WIB
239 view
 Pejabat di Prabumulih Dilarang Merokok, Kepergok Siap-Siap Dicopot
news.detik.com
Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya
Palembang (SIB)
Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Prabumulih, Sumatera Selatan dilarang merokok. Wali Kota, Ridho Yahya pun mengancam akan mencopot pejabat jika ketahuan merokok.

"Larangan merokok itu bentuk sayang kita sama mereka. Merokok itu kan tidak ada manfaatnya, Pak Sekda juga dulu perokok berat dan akhirnya pun berhenti merokok," tegas Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya, Rabu (8/1).

Dikatakan Ridho, sebelum melarang anak buahnya tidak merokok, ia juga telah lebih dulu melakukan sosialisasi. Bahkan untuk sosialisasi dilakukan sejak Oktober 2019 lalu.

Selain pejabat mulai dari Sekda ke bawah, Ridho tak berani melarang wakilnya untuk berhenti. Namun sang wakil, Ardiansyah Fikri ternyata berhenti dengan sendirinya.

"Pak Wakil Wali Kota saya tidak berani lah melarang karena itu jabatan politik. Tapi ternyata setelah 20 tahun eh ikut berhenti juga, Alhamdulillah ya ada hikmahnya ini," imbuh Ridho.

Diakui Ridho, banyak istri pejabat yang kini memberi kado dalam bentuk penghargaan. Sebab banyak istri yang melarang pejabat untuk tidak merokok, tetapi tidak berhasil.

"Wah, para istri senang sekali. Mereka pun kasih saya kado dan senang karena positif apa yang saya sampaikan. Ya kalau masih mau jadi pejabat berhentilah merokok dari sekarang demi kesehatan," katanya.

Sementara Sekda Kota Prabumulih, Elman mengatakan larangan berlaku bagi semua pejabat tanpa terkecuali. Bahkan untuk di lingkungan Pemkab Kota sudah ada aturan yang berlaku.

Larangan itu, kata Elman, berlaku mulai dari Sekda, Kepala Dinas, Kabid sampai seluruh PNS di Prabumulih. Tapi khusus untuk pejabat, Ridho Yahya mengancam akan mencopot jabatan.

Sementara terkait aturan di luar lingkungan Pemkab, Pemkot Prabumulih mengaku tak dapat berbuat banyak karena ranah publik. Namun diminta untuk sama-sama berhenti demi kesehatan bersama di Prabumulih. (detikcom/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru